Uzlah Digital: Antara Hoaks, Gadget, dan Dakwah
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ، عَنْ مَالِكٍ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي صَعْصَعَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ، أَنَّهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ: ” يُوشِكُ أَنْ يَكُونَ خَيْرَ مَالِ الْمُسْلِمِ غَنَمٌ، يَتْبَعُ بِهَا شَعَفَ الْجِبَالِ وَمَوَاقِعَ الْقَطْرِ، يَفِرُّ بِدِينِهِ مِنَ الْفِتَنِ “
Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Maslamah, dari Malik, dari Abdurrahman bin Abdillah bin Abdurrahman bin Abi Sha’sha’ah, dari bapaknya, dari Abu Sa’id al-Khudri, bahwasanya ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: Rasulullah ﷺ bersabda: “Hampir tiba suatu zaman di mana harta yang paling baik bagi seorang Muslim adalah kambing yang digembalakannya di puncak gunung dan tempat-tempat turunnya hujan. Pada saat itu, ia melarikan diri dengan agamanya karena khawatir terjerumus dalam fitnah.”
HR. Bukhari No. 18
Bagaimana Para Ulama Memaknai Hadis Ini?
Hadis ini menggambarkan akan datang suatu masa ketika fitnah merajalela, sehingga seorang mukmin memilih hidup di pegunungan bersama kambing yang digembalakannya demi mempertahankan iman.
Para ulama hadis menjelaskan bahwa menghindari fitnah bukanlah bagian dari keimanan itu sendiri, melainkan sebuah ikhtiar untuk menjaga keimanan agar tetap utuh (Al-Asqalani, 1993: 119). Penjelasan lebih mendalam mengenai hal ini akan dibahas pada bab tentang fitnah.
Menjaga Keimanan di Tengah Arus Informasi Modern
Jika menilik redaksi hadis tersebut, kondisi zaman sekarang dapat dikaitkan dengan prediksi yang terkandung di dalamnya. Informasi yang begitu mudah diakses hanya dengan sekali sentuh membuat sebagian orang memilih untuk uzlah, menjauh dari hiruk-pikuk dunia maya maupun nyata.
Baca juga: Pendapat KH. Hasyim Asyari Tentang Uzlah di Zaman Sekarang
Informasi yang beredar sering kali menjadi sumber fitnah karena sulit diverifikasi kebenarannya. Hoaks yang bertebaran di media sosial mendorong sebagian orang untuk hidup tanpa gawai, tanpa arus informasi. Fenomena ini dapat dipandang sebagai salah satu bentuk relevansi hadis di atas.
Bagi sebagian orang, menjauh dari gawai dianggap sebagai cara menjaga keimanan. Namun, bagi yang lain, gawai justru menjadi sarana penting dalam mempercepat penyebaran dakwah dan pengetahuan agama.
Bijak Menggunakan Gawai untuk Memelihara Keyakinan
Menjaga keyakinan agama adalah kewajiban setiap Muslim. Hadis ini menunjukkan bahwa suatu masa akan datang ketika mempertahankan agama menjadi sangat sulit, sehingga seseorang perlu menjauh dari keramaian yang berpotensi menimbulkan fitnah dan menggoyahkan keyakinannya.
Dalam konteks masa kini, jika gawai dianggap mengganggu keimanan, maka menyingkirkannya bisa menjadi salah satu solusi untuk menghindari fitnah dan keragu-raguan. Dengan demikian, arus hoaks dapat dihindari.
Namun, meninggalkan gawai sepenuhnya bukanlah pilihan yang bijak, sebab di dalamnya terdapat banyak akses informasi positif yang dapat memperkuat pengetahuan dan memperluas dakwah.
9 total views, 2 views today

