Tentang

Sejarah Kelahiran dan Perkembangan ASILHA

Sebagai sebuah ijthad dalam rangka mengembangkan kajian Studi Hadis di Indonesia dibentuklah sebuah perkumpulan yang dinamakan dengan Asosiasi Ilmu Hadis Indonesia (ASILHA). Sebagai sebuah perkumpulan ASILHA menghimpun beragam pemerhati hadis di Indonesia. Himpunan ini terdiri atas akademisi dan praktisi hadis di Indonesia dengan memiliki tujuan yang sama.

Momentum adanya geliat perkumpulan ini sebenarnya sudah sejak 2014 di UIN Yogyakarta pada acara Temu Nasional Asosiasi. Acara awal asosiasi yang merupakan embrio ASILHA ini tidak mendapat respons secara luas di kalangan pemerhati hadis. Hal ini ditunjukkan bahwa sampai berganti tahun, 2015 belum  ada tanda-tanda untuk diadakan pertemuan secara nasional. Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, maka dibentuklah Group WA ASILHA yang pada tanggal 23 Oktober 2016 beranggota lebih dari 230 orang.  Sekarang anggota WA tersebut sudah penuh dengan jumnlah 256 orang.

Kegelisahan dan diskusi dalam Group WA menjadi inspirasi dari kegiatan konsorsium: banyak karya ilmiah yang tidak dikenal dan tersebar secara luas, anggota asilha merupakan aset besar dalam pengembangan studi hadis dengan beragam keahlian baik kajian hadis klasik maupun kontemporer, langkanya pertemuan ilmiah studi hadis di Indonesia yang dapat menampilhan ragam khazanah hadi dan sebagai wadah silaturrahim darat untuk membangun jejaring dalam memperkuat capacity building baik sesama anggota asilha maupun institusi

Kegiatan Asosiasi

Sejak pertemuan tersebut, geliat untuk membuat pertemuan khusus ASILHA dengan para anggotanya sangat terasa dan keinginan tersebut dapat terlaksana pada kegiatan di University Hotel UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Untuk menjaga dan mentradisikan semangat pengembangan kajian hadis, maka dibuatlah seminar internasional. Semangat dalam menjadikan SIMPOSIUM ILMIAH STUDI HADIS DI INDONESIA  dan 1st  ASILHA International Conference dengan tema Hadith and Its Contribution for Indonesia and Muslim World dengan artikel sebanyak 52 buah.

Peserta dua kegiatan ini sangat beragam dari berbagai intitusi se-Indonesia. Ragam peserta tersebut antara lain para guru besar, doktor dalam bidang hadis, kaprodi dan atau sekprodi ilmu hadis (ILHA) se-Indonesia, mahasiswa pascasarjana (S2, S3) dan mahasiswa S1 serta  para praktisi hadis dari pesantren dan lembaga tertentu seperti PP Darussunnah Jakarta dan Bukhari Institut.  Khusus untuk makalah di antara peserta kegiatan ini terdapat peserta dari Malaysia, Arab Saudi dan Brunei Darussalam yang kesemuanya saat ini belum dapat hadir bersama dan semoga Tahun depan dapat bergabung dengan alasan teknis  paspor habis serta membuat visa butuh waktu lama serta belum mendapat izin pimpinannya.

Kegiatan ini merupakan kegiatan kebersamaan di antara anggota asosiasi, supporting pendanaan yang paling terbesar adalah dari peserta yang bersedia untuk meluangkan waktu di anatara waktu yang ada untuk datang dan sekaligus berbagi dalam mengembangkan kajian hadis di Indonesia, termasuk dalam mengembangkan prodi ilmu hadis (ILHA) yang merupakan prodi baru di lingkungan PTKI di Indonesia. Selain itu, harapan besar adalah sumbagsih pemikiran dalam mengembangkan ASILHA sehingga mampu memperkuat kajian hadis di Indonesia menuju dunia sesuai tema seminar.

Khusus, untuk lembaga mitra dalam kegiatan ini, antara lain UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta baik prodi Ilmu Hadis dan Pusat Studi al-Qur’an dan Hadis (PSQH), Universitas Ahmad Dahlah Yogyakarta yang memiliki konsen dalam pengembangan studi Hadis baik dilingkup pimpinan sampai dosen serta mahasiswanya. Terimakasih juga kepada Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Selain itu, terimakasih kepada Kementerian Agama RI khususnya lingkup Direktorat Djenderal Pendidikan Islam Prof. Dr. Kamaruddin Amin, MA dan Direktorat Djenderal Bimas Islam melalui Prof. Dr. H. Muhammadiyah Amin, M.Ag.

Fungsi dan Kegunaan Asosiasi
Bagi Prodi Ilmu Hadis, kegiatan asosiasi dapat untuk mengisi borang prodi dalam hal:
• 3.1.3  Penghargaan atas prestasi mahasiswa di bidang nalar, bakat dan minat
• 4.5.3  Kegiatan dosen tetap yang bidang keahliannya sesuai dengan PS dalam seminar ilmiah/ lokakarya/ penataran/ workshop/ pagelaran/ pameran/peragaan yang tidak hanya melibatkan dosen PT sendiri.
• 4.5.4   Prestasi dalam mendapatkan penghargaan hibah, pendanaan program dan kegiatan akademik dari tingkat nasional dan internasional; besaran dan proporsi dana penelitian dari sumber institusi sendiri dan luar institusi. Catatan: selama tiga tahun terakhir
• 4.5.5  Reputasi dan keluasan jejaring dosen dalam bidang akademik dan profesi
• 5.1.1  Kompetensi lulusan
• 5.1.1.a  Kelengkapan dan perumusan kompetensi
• 5.3.1.b  Mekanisme penyusunan materi perkuliahan
• 6.4.1.e  Bahan pustaka berupa prosiding seminar dalam tiga tahun terakhir
• 6.4.2  Akses ke perpustakaan di luar PT atau sumber pustaka lainnya
• 6.4.3  Ketersediaan, akses dan pendayagunaan sarana utama di lab (tempat praktikum, bengkel, studio, ruang simulasi, rumah sakit, puskesmas/balai kesehatan, green house, lahan untuk pertanian, dan sejenisnya)
• 7.1.3 Jumlah artikel ilmiah yang dihasilkan oleh dosen tetap yang bidang keahliannya sama dengan PS, selama 3 tahun
• 7.3.1  Kegiatan kerjasama dengan instansi di dalam negeri dalam tiga tahun terakhir

Makna Logo ASILHA

Logo di atas merupakan karya Ahmad Ubaydi Hasbillah Dosen Hadis di Fak. Ushuluddin Institut PTIQ Jakarta dan memiliki filosofi sebagai berikut:

1. Tipografi (dibuat simpel dan mudah terbaca brand-nya)
• Huruf AS (akromin dari Asosiasi) yang berwarna-warni (perpaduan warna keilmuan, kesejahteraan, dan tanggung jawab) melambangkan sumber daya manusia yang sinergis dan selalu berkaitan erat dalam menyambut masa depan yang lebih baik dari berbagai perspektif (progresifitas) dan selalu menghargai keragaman(kebhinnekaan). Bentuk garis matriks membentuk tunas daun melambangkan kelestarian (tradisi kenabian) dan pembaruan/modernitas (pemikiran sosial keagamaan) yang menjadi ciri khas akademisi hadis Indonesia.
• Huruf ILHA (Akronim Ilmu Hadis Indonesia) berbentuk (berbagai ukuran) buku-buku yang terbuka dan menghadap ke arah yang beragam, melambangkan keilmuan abadi yang multiperspektif-integratif dan bertanggungjawab.

2. Konfigurasi dan Arti Warna
• Warna Hijau melambangkan kesejahteraan yang meliputi nilai-nilai pertumbuhan, harmoni, kesegaran, stabilitas dan keamanan.
• Warna biru melambangkan keberlanjutankepercayaan (iman), kesetiaan, kebijaksanaan, kepercayaan diri, keahlian, kedalaman pikiran, dan ketahanan jangka panjang.
• Warna Merah melambangkan keberanian dalam pemikiran, karya, dan pengabdian di masyarakat dengan penuh tanggungjawab.

Legalisasi Asosiasi

• Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia  RI:  No. AHU -0076324.AH.01.07.TAHUN 2016 ,  tertanggal 19 Oktober 2016
• Akta Notaris Misnawati Lamadang, SH. No. 2 tahun 2016  tertanggal 15 Oktober 2016

Akun Donasi 

• Rekening: BRI Yogyakarta  an. Asosiasi Ilmu Hadis Indonesia  1753-01-000001-30-3  dan NPWP: 80.325.580.1-542.00

172 total views, 1 views today