Wabah Virus Corona Menurut Perspektif al-Qur’an dan Hadis

Dimas Yusuf Maulana

Mahasiswa Prodi Ilmu Hadis UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

 

 

Virus Corona atau yang sering kita sebut dengan penyakit COVID-19 ini muncul pertama kali di kota Wuhan, China. Virus ini susah menyebar hampir ke seluruh penjuru dunia. Corona virus atau Covid-19 ini merupakan suatu wabah virus yang sangat mematikan adapun orang yang terkena oleh virus corona ini mempunya gejala-gejalan seperti batuk, demam, sulit bernafa, merasakan nyeri dibagian tenggorokan, sakit kepala dan lain sebagainya.

Untuk masalah obatnya sendiri, sampai saat ini belum ditemukan obat untuk orang yang terkena virus corona yang benar-benar ampuh namun ada berbagai hal yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadi atau terinfeksinya virus tersebut seperti rajin-rajin mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer, menghindari kontak langsung terhadap orang yang sakit, menutup mulut ketika batuk dan bersin menggunakan tangan, selalu memakai masker jika suatu saat diharuskannya untuk bepergian ke luar rumah.

 

Banyak sekali pemberitaan-pemberitaan yang sangat heboh mengenai wabah virus covid-19 yang mematikan ini sehingga masyarakat sangat was-was dan resah. Sebagai masyarakat muslim kita percaya bahwa penyakit yang sama mematikan seperti halnya virus corona ini sudah ada sejak zaman nabi dahulu, seperti salah satunya adalah penyakit kusta yang juga sama menular dan mematikan.

Rosulullah pernah berbicara mengenai wabah atau virus seperti dalam hadis bukhori sebagai berikut :

“jika kalian mendengar wabah-wabah disuatu negeri, maka janganlah kalian

memasuki negeri tersebut. Tetapi jika terjadi wabah tersebut di negegi kalian berada,

maka janganlah kalian meninggalkan (pergi dari) negeri itu.”

Virus ini disebabkan oleh salah satu binatang yang memicu munculnya virus corona yaitu kelelawar. Seperti yang sudah kita ketahui bahwa penduduk di China kerap sekali memakan makanan yang dalam pandangan islam itu diharamkan bahkan sudah terlihat jelas akan penyakit yang disebabkan oleh makanan yang tidak menyehatkan tersebut, salah satunya seperti sup kelelawar.

Didalam Al-qur’an surat Al-ma’idah ayat ke 3, Allah SWT telah menjelaskan bahwa diharamkan bagi kita memakan darah, bangkai, daging babi, hewan yang mati karena dipukul, hewan yang mati karena dicekik, hewan yang mati ditanduk oleh binatang buas. Dan dalam ayat tersebut Allah SWT mengharamkan atau melarang kita untuk mengundi nasib (berjudi, taruhan dsb) dikarnakan perbuatan seperti itu ialah perbuatan yg fasik.

Didalam agama islam ada beberapa pendapat para ulama mengenai boleh atau tidaknya memakan daging kelelawar. Sebagian ulama ada yang memperbolehkan memakan daging kelelawar tersebut tetapi itupun jika sudah tidak lagi di temukan obat apapun selain hanya kelelawar tadi. Allah SWT telah menegaskan didalam Al-qur’an mengenai halal dan haramnya makanan yang telah Allah turunkan ke bumi ini.

“Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang telah Allah rezekikan

kepadamu dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepadanya”.

(QS. Al-ma’idah : 88)

Akan tetapi masyarakat dinegara China ini melanggar apa yang sudah Allah tentukan dan perintahkan, seperti halnya kasus tadi dalam hal makanan. Banyak makanan yang halal juga baik untuk kesehatan tetapi mereka lebih memilih memakan makanan yang seperti itu, akhirnya yang terjadi munculah penyakit dan wabah seperti virus corona ini. Anjuran dalam agama islam mengenai makanan yang baik dan halal mulai terlihat kebenarannya karena di dalam ajaran islam, selain harus memenuhi unsur kehalalannya makanan tersebut juga harus memenuhi dari sisi kebersihan, kesehatannya dan kandungan gizi yang terdapat pada makanan tersebut.

Mengkonsumsi makanan yang halal itu sangat luar biasa baiknya, seperti dalam hadi berikut ini

“Barang siapa memakan makanan halal selama 40 hari maka doa nya akan mudah di

dikobulkan”. (HR. Bukhori).

Adapun doa yang senantiasa rosul ajarkan kepada kita tentang permohonan perlindungan kepada Allah SWT dari berbagai macam wabah dan penyakit, ialah sebagai berikut

“Allahumma innii a’uudzu bika minal baroshi wal junuuni wal judzaami wa min sayyi-il asqam”.

Doa di atas merupakan hadis yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan imam ahmad bahwasanya Annas rodhiyallahu anhu mendengar sesungguhnya nabi mengucapkan doa tersebut ketika memohon perlindungan kepada Allah SWT dari penyakit yang pada saat itu sedang mewabah.

 1,930 total views,  2 views today

Posted in Opini.