“Tradisi Majelis Ta’lim, Perkembangan dan Dampak di Kota Tangerang’’

Muhammad Ikhlasul Amal

19105050081@student.uin-suka.ac.id

 

 

Pendahuluan

Majelis ta’lim adalah lembaga pendidikan non formal  yang tumbuh dan berkembang dari kalangan masyarakat Islam itu sendiri untuk kepentingan dan kemaslahatan umat manusia. Tumbuhnya  Majlis Ta’lim dikalangan masyarakat itu menunjukan adanya kebutuhan dan keinginan dari Masyarakat untuk Belajar ilmu Agama .karena mereka yakin dengan Adanya Majelis Ta’lim  bisa memecahkan masalah/problem kehidupan yg susah untuk menuju kehidupan yang lebih indah. Dan majlis Ta’lim menjadi Solusi bagi orang yang tidak memiliki kesempatan belajar ilmu agama dijalur pendidikan formal.

Dari aspek sejarah Majelis Ta’lim itu sudah ada  sejak zaman Rasulullah saw. Sekalipun tidak disebut dengan nama Majlis Ta’lim.pertama kali Rasulullah SAW mengajar Majelis  Ta’lim  di rumah sahabat Arqam di Mekah dengan Metode pengajian khusus yang disebut al-kuttab, (mengajarkan baca Al-Quran) dengan Berjalannya Waktu Pada masa kejayaan Bani Abbasiyah berkuasa, Majlis Ta’lim menjadi wadah menimba ilmu, dan juga menjadi wadah para sahabat dan Tabiin untuk menyebarluaskan hasil riset atau ijtihadnya.dan Begitupun juga di Indonesia  para Walisongo menyampaikan dakwahnya itu dengan mengadakan MajelisTa’lim.

Dengan adanya peningkatan apresiasi masyarakat terhadap  perkembangan Majelis Ta’lim itu menimbulkan pula kesadaran dan inisiatif dari para ulama dan Mubaligh untuk memperbaiki , meningkatkan serta Mengembangkan Minat masyarakatnya dengan Menggelar berbagai Macam pengajian Di setiap Masjid atau Mushola. Oleh Karena itu  keberadaan majelis Ta’lim sudah Seharusnya di akui dan Mendapat perhatian dan dukungan Dari Masyarakat dan Pemerintah.maka dari itu saya Tertarik untuk Meniliti Keberadaan Majelis Taklim di daerah saya sendiri,dengan judul tema.”Tradisi Majelis Ta’lim perkembangan dan dampak di kota Tangerang “.

 

Pembahasan

Kota Tangerang terletak di Provinsi Banten, kota tangerang tepat di sebelah barat kota Jakarta,perbatasan antara provinsi Banten-Jakarta. Tangerang merupakan kota terbesar di Provinsi Banten serta ketiga terbesar di kawasan perkotaan Jabotabek setelah Jakarta.masyarakat di Kota Tangerang  Mata pencahariannya Bermacam macam,Ada buruh Pabrik,Wirswasta,Guru,Pedagang Dll.

 

Di Kota Tangerang Banyak sekali Kebudayaan dan adat istiadat yang Ada,Serta  lembaga kemasyrakatan seperti Karang Taruna dll,di Kota Tangerang juga banyak Pondok pesantren dan Lembaga Nonformal Seperti Majelis Ta’lim,Majelis Shalawat dan lain-lain. di Kota Tangerang ada puluhan bahkan ratusan Majelis Ta’lim baik Dari Pengajian Bapak-bapak,Ibu-ibu,Remaja dan Anak-Anak,Biasanya Majelis Ta’lim itu berada Di Masjid,mushola Dan Sekolah Diniyah/TPA.

Tradisi majelis ta’lim di Kota Tangerang merupakan suatu pendidikan non formal yang berbasis keagamaan,keberadaan Majlis Ta’lim berguna dalam  mengembangkan ilmu keagamaan bagi masyarakatnya dan bisa merasakan manfaatnya,karena adanya Majelis ta’lim orang Yang sibuk dengan pekerjannya dan tidak sempet untuk belejar ilmu agama itu bisa belejar di Majelis ta’lim,dengan adanya mejis ta’lim para pemuda yang biasanya sibuk dengan Ngobrol,Main game dan lain-lain itu bisa menggunakan waktu dengan manfaat dengan mengikuti   majelis ta’lim.,dengan begitu kampug menjadi berkah dan membawa dampak fositif bagi masyarakatny.dan metode pemebelajaran yang ada di mejelis ta’lim itu berbeda beda sesuai dengan tingkatannya.bagi bapak-bapak dan ibu-ibu  itu metode pengajiannya  dengan Mengkajii Kitab Kuning dan ceramah,bagi kaum remaja itu mengkaji kitab kuning serta musyawarah dan  diskusi kegamaan,sedangkan bagi anak-anak metode pengajiannya belajar membaca iqro an Al-qur’an.

dampak bagi kehidupan masyarakat Kota Tangerang ,di antaranya dengan  Adanya Majelis Ta’lim Kampung Jadi Hidup,dan membawa signifikan yang luar biasa .berdirinya majelis ta’lim bukan malah di larang, justru di dukung oleh masyrakat ,karena adanya Majelis ini sebagai Ajang silaturahmi antar masyarakat,supaya Tahu bagaimana  keberadaan Warga satu dengan yang lainnya,kalau Ada masyarakat yg sedang tertimpa musibah/ penyakit bisa saling membantu,yang sedang Mengadakan acara Resepsi apapun bisa Di Konfirmasikan Lewat Majelis juga.

 

Kesimpulan

Majelis Ta’lim adalah pendidikan agama yang berbasis non formal,berbagai macam metode di ajarkan sesuai dengan tingkatannya. Dan adanya majelis ta’lim itu mendapat respon yang positif  dan membawa manfaat buat Masyarakat sekitar,karena dengan adannya majelis Ta’lim menjadi tempat membina dan mengembakan ilmu agama.Dampak dari keberadaan mejelis ta’lim  memberikan berbagai perubahan-perubahan dalam masyrakat itu sendiri. adanya rasa solidaritas antar masyarakat dalam saling Membantu,serta Menjadi Tempat silaturahmi Masyarakat.sehinga terbangunlah solidaritas di antara masyarakat.

Harapannya dengan adanya majelis ta’lim di manapun berada, agar tetap mempertahankan keberlangsungan tradisi ini,dan istiqomah  mempertahankannya,dengan tujuan menumbuhkan jiwa yang berakhlakul Karimah pada masyarakatnya,menjalin ukhuwah islamiyah dalam rangka menjaga tradisi islam dan menambah wawasan ilmu Agama untuk menjalankan kehidupan sehari-hari.

 1,972 total views,  10 views today

Posted in Opini.