TRADISI SOROGAN DAN BANDONGAN DI PESANTREN ALI MAKSUM KRAPYAK YOGYAKARTA

Rahmat Alfan Sury

19105050087@student.uin-suka.ac.id

UIN Sunan Kalijaga

 

Pesantren adalah salah satu lembaga pendidikan islam yang sudah lama berdiri di Indonesia dan sudah tersebar secara luas di berbagai daerah. Pesantren di kenal dengan sistem pengajaran yang lebih mendalam kepada agama. Dan komponen yang terdapat dalam pondok pesantren adalah kiyai yang menjadi sebagai pimpinan, santri,guru-guru asrama/pondok, masjid dan lainnya. Pesantren sendiri merupakan lembaga yang unik dan berbeda dengan lembaga-lembaga pendidikan yang lain. Pesantren sendiri memiliki ciri khas tersendiri yang membuat nya beda dari yang lainnya, seperti hal nya dalam metode pengajaran dan pembelajaran. Peran pondok pesantren sangat lah besar seperti menjaga atau memelihara islam,sebagai tempat lahirnya  para ulama-ulama, dan peran yang terpenting adalah untuk transmisi ilmu agama. Banyak yang berpendapat di kalangan masyarakat, bahwa pesantren itu kuno, karena tidak dapat memenuhi kebutuhan dalam zaman modern. Dan pada dasarnya, tujuan dari pendidikan pondok adalah melahirkan dan memperluas kepribadian muslim yang beriman dan bertaqwa kepada Allah swt. Dan yang berakhlaq yang mulia

Pada umumnya semua lembaga pendidikan yang ada itu mempunyai metode pembelajaran yang berbeda, baik pendidikan yang formal maupun nonformal, namun masalahnya bagaimana memilih atau menerapkan metode pembelajaran yang bagus dan efektif, karena metode pembelajaran ataupun  mengajar adalah dua hal yang penting dalam pendidikan. Ada banyak metode pembelajaran yang di terapkan dalam pondok pesantren, seperti bandongan, sorogan, wetonan, dan lainnya. Dengan sistem pembelajaran ini lah pondok pesantren mengajarkan ilmu pengetahuan kepada santri-santri. sistem pembelajaran ini sudah turun menurun dari zaman dahulu hingga sekarang dan masih digunakan. Banyak yang beranggap bahwa pondok pesantren kurang efektif dalam sistem pembelajaran, karena terlalu fokus terhadap pelajaran agama dan mengabaikan urusan dunia,maka anggapan yang seperti itu yang harus  di ubah. Dengan metode pembelajaran yang terdapat dalam pesantren maka harus bisa mengembangkan potensi-potensi dan keunggulan yang dimiliki oleh santri-santri

Dalam pendidikan banyak metode pengajaran dan pembelajaran yang tentunya harus di sesuaikan dengan keadaan, seperti situasi dan kondisi kegiatan mengajar dan belajar yang berlangsung. pesantren mempunyai strtuktur pembelajaran dan pengajaran tersendiri Di sini penulis akan membahas tentang apakah pengertian sorogan dan bandongan yang menjadi sistem pembelajaran di dalam pondok pesantren?, dan bagaimana cara penerapannya dalam pembelajaran?, dan penulis menjadikan pondok pesantren krapyak menjadi bahan riset penulisan. Dan tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui sistem pembelajaran yang terdapat dalam pesantren sehingga dapat membandingkan dengan lembaga pendidikan yang lain.

Metode adalah cara implementasi pembelajaran yang dipakai dalam suatu pendidikan, yakni seperti dalam penyampain materi, dengan ini maka harus dengan menggunakan metode ataupun cara yang tepat, sehingga peserta didik dapat memahami dengan cepat dan tidak kesulitan. menurut teguh triwiyanto belajar adalah upaya kesengejaan untul membantu pertumbuhan dan perkembangan murid didik.

Bandongan adalah suatu metode yang mana kiyai membaca satu kitab dan santri membawa kitab yang sama, kemudian santri mendengarkan (Armai Arif. 2002). Menurut Abdurrahman ginting metode pembelajarn adalah cara yang khusus dalam memanfaatkan berbagai prinsip dasar pendidikan serta sebagai teknik dan sumber daya terkait lainnya supaya terjadi proses pembelajaran pada peserta didik(ginting.2008). Tradisi adalah kegiatan yang dilakukan oleh satu kelompok yang dilakukan secara berulang-ulang (langgeng) (soerjono soekomto 1990). Metode penilitian yang di pakai penulis adalah jenis kualitatif. Lokasi dari penelitian ini adalah pondok pesantren krapyak yayasan ali maksum. Subjek penelitian ini adalah santri santri dan pengumpulan data di lakukan secara observasi

Sejarah singkat pesantren krapyak

Pada awalnya,pesantren krapyak didirikan oleh KH. Muhammad Munawir, pada tahun 1909, beliau belajar mendalami ilmu di tanah suci, kemudian beliau mendirikan pesantren dan mencetak kader-kader alquran, namun pada masa kependudukan jepang, pesantren mengalami kesulitan makanan, dan beliau wafat pada tahun 1942 M, namun putra putri beliau masih kecil untuk di beri mengelola pesantren. Kemudian beliau mengangkat menantunya KH Maksum sebagai pimpinan pondok. Anak-anak dari KH Munawir di gembleng oleh KH Ali maksum sehingga menjadi kiyai. Pada masa KH. Maksum wafat,aset pesantren munawir di pimpin oleh putra KH Munawwir yang sudah di didik oleh KH Maksum dan aset KH Ali Maksum di kelola dalam bentuk yayasan yang di pimpin oleh putra-puta beliau.

 

Pembahasan

Tradisi sorogan dan bandongan telah mendarah daging di pesantren krapyak yayasan ali maksum dan yang melestarikan tradisi ini adalah elemen dasar yang ada dalam pesantren seperti seorang santri, kiayi dan pengurus. Kiyai adalah seorang yang alim dan ahli dalam beragama yang biasanya menjadi pimpinan dalam suatu pesantren. Santri adalah pelajar atau murid yang menimba ilmu dalam pesantren, ada dua macam santri, yaitu santri yang menetap dan tidak menetap. santri digembleng untuk belajar ilmu agama dengan metode pembelajaran yang ada di dalam pesantren seperti sorogan dan bandongan dan lainnya.

 

Adapun metode pembelajaran yang digunakan di pesantren pondok krapyak adalah :

  1. Metode Sorogan

Sorogan adalah metode pembelajaran dengan sistem seorang santri menghadap kepada kiyai satu persatu dengan membawa kitab yang akan dipelajari, santri akan membaca kitab tersebut,memaknainya perkalimat, dan seorang kiyai mendengarkan apa yang santri baca.  Metode ini banyak di gunakan di pondok pesantren, karena terbukti sangat efektif, dalam meningkatkan gairah belajar seorang santri. Dan metode ini mendorong seorang santri menjadi rajin mengulang kitab, sabar, dan menjadi kepribadian yang disiplin. Sorogan juga di akui sebagai metode yang paling sulit di kalangan para santri dibandingkan metode pembelajaran yang lain seperti bandongan.

 

  1. Bandongan

Bandongan atau wetonan adalah sistem pembelajaran dengan cara kiyai membacakan dan menjelaskan satu kitab atau pelajaran, kemudian santri diam, mendengarkan dan membuat catatan makna kitab yang dijelaskan oleh kiyai atau pun guru tersebut.kelebihan dari metode ini adalah memperluas keilmuan seorang santri, karena langsung diajarkan oleh kiyai, bedanya dengan sorogan adalah, sorogan lebih mengarah kepada mengasah kemampuan santri untuk membaca kitab dan alqur’an. Sistem bandongan ini banyak digunakan oleh pesantren di Indonesia, karena sistem pembelajarannya yang mudah untuk di ikuti dan pengaruhnya besar terhadap perkembangan keilmuan seorang santri.

  1. Hafalan

Metode hafalan adalah metode yang umum dan banyak juga digunakan di semua pesantren,karena dalama belajar ilmu agama, banyak hal yang harus di hafal, tujuan memudahkan proses pemahaman dalam belajar, seperti dalam belajar nahwu, maka kitab yang harus di hafal adalah alfiyah, imriti dan lainnya. Metode hafalan ini sering di gunakan juga untuk ujian kenaikan santri ke kelas berikutnya, sehingga patokan nya, kalau santri tidak dapat menghafal sesuai batas yang telah diberikan, maka konsekuensinya adalah tidak naik kelas.

 

Kesimpulan

pesantren adalah lembaga pendidikan agama islam yang umurnya sudah cukukp tua di Indonesia. pesantren mempunyai peran yang cukup besar di Indonesia yang mayoritas penduduknya islam , karena banyak lahir alim ulama’ dari pintu gerbang pesantren. Sistem pembelajaran yang di pakai oleh pesantren adalah sistem non klasikal seperti sorogan, bandongan, dan lainnya. Pondok pesantren krapyak yayasan ali maksum adalah salah satu pesantren yang terkenal di Yogyakarta, yang jumlah santrinya ribuan, pesantren ini memakai sistem sorogan dan bandongan dalam pembelajaran, baik alquran maupun kitab kuning, tradisi sorogan dan bandongan sudah mendarah daging sehingga menjadi tradisi yang tidak tergantikan dalam sistem pembelajaran.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Rifauddin. M (2020). Pembinaaan literasi di pondok pesantren. Jurnal perpustakaan dan ilmu informasi

Fuadah. F. S (2017) manajemen pembelajaran pondok pesantren. Jurnal Islamic educational management

 

Junaidi. K (2016) sistem pendidikan pondok pesantren Indonesia. Istawa : jurnal pendidikan islam

 

Anas. I. A. H (2012) kurikulum dan metodologi pembelajaran pesantren. Cedikia vol. 10

 2,018 total views,  2 views today

Posted in Kajian.