Implementasi Hadis-Hadis Nabi dalam kehidupan sosial

Lathifatul Maghfiroh

Email : 19105050064@student.uin-suka.ac.id

 

Dalam ranah sosial kehidupan sehari-hari umat manusia selalu melakukan aktivitas mulai dari Aktivitas individu seperti makan, minum, berpakaian, atau aktivitas keluarga seperti, mencari nafkah, mendidik anak dan juga aktivitas sosial.

 

Melakukan ativitas memiliki atutan syariat yang menjadi pedoman bagi kehidupan manusia, ada hukum aturan yang diperbolehkan dan ada yang dilarang. Khususnya Negara Indonesia yang mana mayoritas masyarakatnya beragam Islam.

 

Aspek pemahaman syariat islam yang menjadi pedoman umat muslim yaitu kitab suci Allah swt. yang di terima oleh Nabi Muhammad Saw. Di Gua Hira melalui Malaikat Jibril. Hal inilah yang tidak diragukan lagi karena isi al-Qur’an adalah Kallamullah yang mana didalamnya memuat banyak cerita tentang kehidupan dunia dan setelahnya.

 

Akan tetapi berbeda dengan hadis yang harus melalui proses pemilahan dan pemilihan antara yang shahih, hasan, dhaif dan maudhu (palsu), melalui penelitian yang detail dari aspek sanad maupun matan. Untuk mengukur tingkat keshahihan hadis tersebut.

 

Rasulullah swt. Seorang manusia yang diberikan kepercayaan oleh Allah swt. Untuk menyempurnakan akhlak. Dalam kehidupan Nabi tidak jauh berbeda dengan manusia yang lain akan tetapi Rasulullah memiliki sifat yang jarang dimiliki kebanyakan umat manusia pada umumnya.

 

Dalam konteks ini penulis akan lebih menekankan pada Implementasi hadis-hadis Nabi dalam kehidupan sosial yang mana setiap aktivitas manusia memiliki aturan sesuai dengan syariat islam Tidak semua masyarakat yang beragama islam memahami dengan jelas tentang hadis-hadis Nabi. Dan juga menerapkan aturan syariat islam dalam kehidupan sehari-hari.

Kajian ini lebih menitik beratkan kepada implementasi hadis Nabi pada masa sekarang.

 

Banyak perbedaan pada Masa Nabi dengan era saat ini, pada hakikatnya dimasa Nabi harus berjuang membela kebenaran yang berkeyakinan kepada Allah swt. Pada masa sekarang mengaplikasikan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan yang yang diajarkan oleh Nabi Saw. dalam konteks ruang dan waktu yang berbeda (Muhsin 2015:2)

 

Memahami hadis harus berdasarkan penelitian, yang lebih sering disebut dengan mentakhrij sanad dan matan hadis untuk memastikan kedudukan hadis. Peneliti mentakhrij untuk mengetahui keshahihan hadis ataupun makna yang terkandung dalam sebuah teks hadis secara tekstual maupun kontekstual untuk meminimalisir kesalahpahaman dalam pengamalan hadis yang nantinya ditakutkan malah menjurus kemadaratan dan malabahaya.

 

Hadis nabi mengajarkan bahwa kita di dunia ini harus berpegang teguh dengan syariat islam, agar menjadi umat muslim yang rahmatan li al-‘alamin. Hal itulah yang menjadikan sesama manusia untuk saling membantu dan menghargai satu sama lain.

 

Hadis Nabi sebagai sumber ajaran Islam yang ke dua setelah al-Qur’an yang berisi kandungan (matan) hadis Nabi menyangkut seluruh persoalan yang dihadapi umat manusia pada saat ini, baik itu permaalah yang terkait dengan dunia maupun akhirat. Secara umum, persoalan kehidupan dapat diklasifikan ke dalam berbagai masalah, seperti: keyakinan atau ketuhanan, moral atau akhlak, penyembahan atau ibadah, kehidupan sosial budaya, ekonomi atau muamalah dan masalah hukum ( Nurudin, 2015:40)

 

Sebagai umat muslim dengan menganut ahlusunnah wal jama’ah memiliki pemahaman yang baik tetang hadis-hadis Nabi. Karena setiap tindakan dan aktivitas manusia selalu memiliki tujuan dan berpedoman pada syariat islam.

 

Rasulullah Saw. sebagai panutan untuk berprilaku dan bersikap baik terhadap sesama muslim atau pun non-muslim dengan menjadikan kehidupan manusia lebih terarah kejalan yang benar.

 

Sejak kecil kita diajarkan bersikap dan bertutur kata yang baik dengan sopan santun. Setiap manusia mempunyai pandangan dan pendapat yang berbeda. Perbedaan inilah yang terkadang menimbulkan hal permasalah dan terkadang menjadi sebab terpecah belahnya suatu hubungan persaudaraan menjadikan satu sama lain saling bermusuhan.

 

Kehidupan sosial yang perpedoman pada kitab suci Allah Swt. dan menjalankan sunah nabi menjadikan seseorang untuk saling menghargai dan bertoleransi antar manusia. Sebagai landasan yang kuat bahwa seperti halnya ia mencintai sesamanya seperti mencintai dirinya sendiri.

 

Dilihat dari bermacam-macam suku bangsa indonesia menjadikan setiap daerah memiliki keyakinan berbudaya yang berbeda. Akan tetapi dalam hal ini perlu untuk menanamkan rasa toleransi dan kepedulian antar suku bangsa.

 

Kehidupan bermasyarakat lebih menekankan pada kepetingkan Bersama untuk mejalin silaturahmi agar lebih rukun antar tetangga. Dan lebih menumbuhkan rasa kepedulian sosial dan kecintaan terhadap saudara.

 

Yang dimaksudkan Kecintaan disini adalah bagaimana sikap kita terhadap sesama umat muslim Ketika dia mendapat kebahagiaan atau kebaikan kita juga merasa Bahagia dan begitu juga sebaliknya, apabila dia mendapat kesusahan kita harus membantu dengan ikhlas. Sikap itulah yang menjadikan seseorang akan dijauhkan dari rasa iri hati dan dengki yang dibenci oleh Allah Swt.

 

Seperti sabda Nabi :

 

عن اسي رضئ اهلل عنه عن النبي صلي اهلل عليه و سلم قال : ال يؤمن احد كم حتى يحب ال خيه ما يحب لنفسهعنه. روه البخارو مسلم والنسائ

 

Dari Anas r.a. berkata bahwa nabi saw bersabda: “ Tidakah termasuk beriman seseorang diantara kamu sehingga mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri. (H.R Bukhari, Muslim, Ahmad, dan Nasa`i).

 

Hadis tersebut sebagai contoh dan motivasi agar umat islam saling menghargai dan berperilaku baik terhadap saudara seiman dengan rasa yang tulus dari hati nurani tanpa ada paksaan, sebagaimana kita beriman kepada Allah swt.

 

Dengan perasaan yang tulus abadi. Tidak saling menyakiti baik secara fisik atau menyakiti hati dengan perkataan. Kita juga harus saling menjaga dan mengingatkan.

Pentingnya hubungan baik tali persaudara sesama umat muslim memberikan rasa nyaman dan tenang.

 

Rasulullah telah mengajarkan secara totalitas beriman dan berkeyakinan terhadap Allah swt. menghadirkan rasa bersyukur untuk segala sesuatu yang diberikan oleh Allah swt. Dalam implementasi kehidupan manusia memiliki banyak permasalahan yang dihadapi.

 

Pentingnya memahami konteks hadis nabi untuk mengetahui titik temu dalam menemukan maksud isi kandungan hadis didalamnya.

 

Dalam surah Al-Hujarat ayat 10 :

 

“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.”

 

Kehidupan pada masa sekarang ini dalam ranah sosial Akan tetapi dengan berkembangnya masa kemasa banyak kesalah dalam mengartikan isi kandungan hadis, dan terkadang berargumentasi menggukan hadis tapi tanpa mengetahui tingkat keshahihan hadis.

 

Dalam konteks sosial, menghargai pendapat orang lain dan menjaga sikap saat berbicara. Realisasi dalam kontek hadis mengajarkan sikap berbuat kebaikan dan meninggalkan kebajikan.

 

Dapat Disimpulkan bahwa sebagai umat Nabi Muhammad Saw. implementasi hadis dalam konteks kehidupan sosial memiliki tujuan agar lebih terarah dan bersikap lebih baik, dengan saling menghargai dan tolong menolong tanpa memandang berbedaan. Dengan adanya aturan-aturan syariat islam yang menjadikan manusia untuk lebih bersosialisasi memahami konteks kehidupan yang semakin berkembang di era Modern.

 

Pemahaman mendalam tentang kaidah-kaidah keshahihan hadis lebih ditekankan agar tidak salah mengartikan isi kandungan hadis  dan menjurus kemadaratan dengan malabahaya.

 26,536 total views,  34 views today

Posted in Kajian.