Hafizhatul Munawwarah
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
20204031019@student.uin-suka.ac.id
Anak usia dini adalah anak yang banyak memiliki berbagai macam karakteristik yang unik dan khas. Dimana pada masa ini anak memiliki beraneka macam fantasi yang luar biasa, dan dimasa ini juga anak akan belajar mengaktifkan kelima panca inderanya untuk memahami segala sesuatu yang ada.
Anak adalah amanah bagi setiap orang tua di muka bumi ini. Mendidik anak untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan produktif dalam kehidupannya sudah menjadi kewajiban bagi setiap orang tua. Setiap orang tua pasti memiliki caranya sendiri dalam mendidik anaknya.
Setiap orang tua pasti ingin anaknya tumbuh dan berkembang menjadi anak yang cerdas, ceria, kreatif dan berperilaku baik dalam kehidupannya, untuk itu mereka akan terus bersemangat mengajarkan anak-anaknya berhitung, menulis, membaca agar anak-anak menjadi seseorang yang cerdas dalam bidang akademik.
Memberikan atau menanamkan kepada anak tentang ilmu berhitung, sains dan sebagainya memanglah sangat penting bagi kehidupan anak dikemudian hari. Akan tetapi, orang tua jangan sampai lupa bahwa memberikan penanaman sikap toleransi diantara anak dan teman-temanya itu penting juga bagi kehidupan anak dimasa mendatang.
Seperti yang diketahui, bangsa Indonesia merupakan bangsa negara yang sangat besar, masyarakatnya dari sabang sampai merauke, yang tentunya di Indonesia sendiri banyak terdapat berbagai macam budaya, suku, ras dan agama yang berbeda antara satu dan lainnya yang membuat semua orang harus memiliki toleransi terhadap sesamanya.
Mengajarkan sikap saling menghargai kepada anak kecil bukanlah hal yang mudah, namun dengan berbagai macam cara dan contoh yang ada maka perlahan-lahan akan membuat anak paham dan menerimanya.
Orang tua dapat menjadi teladan untuk anaknya, karena keluarga memiliki peran utama dalam membentuk pribadi dan karakter setiap anak. Orang tua memegang peran penting dalam keberhasilan anak-anaknya tergantung pada kecakapan dan pola asuh yang diterakan orang tua kepada anaknya.
Menanamankan sikap toleransi bisa juga terhadap perbedaan agama yang di anut oleh orang-orang yang ada disekitar kita, seperti yang pernah saya temui di sebuah sekolah TK yang mana sekolah tersebut memiliki agama yang berbeda-beda. Orang tua dan guru yang ada disekolah tersebut sangat memberikan kesepatan anak-anak untuk berteman bebas kepada temannya yang berbeda. Dalam menanamkan toleransi kepada anak orang tua atau guru harusnya dilakukan dengan pembiasaan.
Anak-anak cenderung meniru sikap atau prilaku orang yang ada disekitarnya, karena itu, untuk menumbuhkan sikap toleransi didalam diri seorang anak orang tua harus menunjukkan perbuatan dan tindakan yang baik, seperti membantu orang-orang yang ada di jalan-jalan, menyapa dan berbicara yang sopan kepada orang lain, dan tidak membeda-bedakan antara yang beragama, tidak membeda-bedakan warna kulit dan sejenisnya.
Dalam hadis pun, Rasullullah pernah bersabda: “sebaik-baiknya teman disisi Allah ialah orang yang terbaik terhadap temannya” (H.R At-Turmuzi). Teman yang baik adalah teman yang selalu menjaga temannya, memberikan bantuan kepada temannya.
Sikap toleransi sendiri dibutuhkan agar anak mampu berpikir terbuka, tidak melakukan diskriminasi, agar anak mampu menghargai dan menghormati perbedaan yang ada disekelilingnya, serta mampu menarik garis tengah tentang kesamaan yang ada sehingga ia bisa memiliki lebih banyak kesempatan berkembang dimasa depan.
Sebagai orang tua, jika menginginkan anak tumbuh sebagai individu yang penuh akan sikap toleransi dengan sesamanya, maka sebagai orang tua jadilah contoh yang baik terlebih dahulu untuk anaknya, dan jangan lupa untuk mengingatkan kepada anak bahwa setiap orang harus tetap dihargai dan dikasihi.
3,308 total views, 4 views today

Sebagai sebuah ijthad dalam rangka mengembangkan kajian Studi Hadis di Indonesia dibentuklah sebuah perkumpulan yang dinamakan dengan Asosiasi Ilmu Hadis Indonesia (ASILHA). Sebagai sebuah perkumpulan ASILHA menghimpun beragam pemerhati hadis di Indonesia. Himpunan ini terdiri atas akademisi dan praktisi hadis di Indonesia dengan memiliki tujuan yang sama.

