Implementasi rasa toleransi sejak dini dalam pendidikan anak usia dini

Indah Sri Anggita

20204031021@student.suka-ac.id

Uin suka Yogyakarta

 

 

 

Didalam kehidupan antar sesama umat manusia itu tidak luput dari yang namanya perbedaaan baik itu agama, budaya,  bahasa,  suku,  maupun karakter seseorang. Tidak sedikit polemik atau masalah yang kita jumpai dalam kehidupan bersosial seperti sekarang ini. Faktor mayoritas dan minoritas menjadi sebab utama permasalahannya.

 

Dari sudut pandang agama perbedaan sudah terjadi sejak zaman nabi shallallah ‘alaihi wassalam seperti pada sektor agama, pada zaman rasullallah. shalallah’alaihiwassalam agama yaitu menjadi sebuah perbedaan yang mencolok antara yahudi dan islam.

 

 

Selain dari sektor agama tejadi pula dari sektor mazhab,  makna kata mazhab itu sendiri adalah aliran atau itjihad yang bersumber dari al-qur’an dan hadis  dan ini merupakan sebuah pendapat imam-imam besar atau para ahli agama di zaman rasulullah shalallah’alaihiwassalam,seperti misalnya mazhab malikii, hambalii, syafii, hanafii dan masih banyak mazhab lainnya.

 

Didalam firman Allah surat Al-maidah 48 yaitu allah menciptakan manusia dengan beragam baik itu dari bentuk ras, suku,  warnah kulit, bahasa,  kebiasaan atau tabiat serta bentuk tubuh yang bermacam-macam dengan maksud bahwa perbedaan itu merupakan kesucian atau fitra yang merupakan kehendak dari Allah.

 

 

Di dalam dunia pendidikan khususnya pada anak usia dini pengenalan agama dan multicultural sudah banyak di implementasikan oleh para pendidik PIAUD, anak sudah dikenalkan bahwa di indonesia menganut 5 agama yang di sahkan di indonesia pemahaman ini di terapkan secara brulang2 oleh guru agar anak mengerti tentang keberagaman agama yang ada di indonesia

 

 

Selain dari sektor agama ada juga dari sektor budaya, dalam memperingati hari-sumpah pemudah para guru – guru mengadakan acara bahwa anak-anak mengunakan pakaian adat daerahnya masing-masing dan di fesionshow di depan teman-temannya  supaya anak mengenal keberagaman dan budaya yang ada di indonesia Dengan dua peristiwa tersebut bisa menumbuhkan rasa toleransi yang menjadi dasar utama dalam kehidupan anak.

 

 

Toleransi itu sendiri adalah sikap menghormati dan menghargai perbedaan antar sesama umat manusia, mencintai perbedaan dan saling menyayangi dengan implementasi sejak dini bahwa keberagamaan itu indah dan menyatukan, dan menghindari dari pertikaian antar golongan ,antar suku, anatar agama, antar budaya dan berbagai macam keberagaman yang kita jumpai dalam kehidupan manusia,  di dalam panca sila juga di sebutkan makna dari bhenika tunggal ika berbeda-beda tetapi satu jua.

 

Namun tidak dapat di pungkiri bahwa sebagian golongan memiliki jiwa yang fanatik terhadap apa yang di ikutinya terhadap kepercayaan dan yang mereka anggap benar, dengan zaman moderen dan akulturasi yang kita rasakan sekarang dalam kehidupan bersosial dan beragama ini menjadi hal penting di terapkan pada anak usia dini, untuk tidak saling merendahkan, perdebatan dan mengajak untuk mencintai perbedaan baik itu dalam sektor apapun itu sangat penting di tanamkan oleh orang tua dan guru khususnya pada anak usia dini, karena kebiasaan sikap dan karakter yang diterima oleh anak sejak kecil akan berpengaruh besar dalam kehidupan kedepannya.

 

Setiap anak akan bersosialisasi dengan lingkungannya dengan temannya jika tidak diterapkan sejak dini ini akan berpengaruh negatif bagi anak seusianya, anak akan sulit bergaul, sulit menerima perbedaan dan beranggapan apapun yang biasa di jumpainya di lingkungan keluarga dan masyrakat itu selalu di anggapnya benar.

 

Oleh karena itu kesimpulan yang penulis lakukan bahwa toleransi itu sebuah fitra sebagaimana yang di jelaskan dalam ayat almaidah 48, dengan perbedaan yang di ciptakan Allah kita di uji dan berlombah-lombah dalam kebaikan dengan menenamkan rasa menghargai menghormati antar sesama umat manusia dalam kehidupan sehari hari, implementasi sejak dini jika di terapkan akan berdampak signifikan dalam kehidupan anak, anak akan terbiasa dengan kebiasaan mengenal perbedaan multicultural dan agama baik itu di masyarakat,  sekolah dan dilingkungan manapun dia berada.

 1,189 total views,  2 views today

Posted in Opini.