Mengajarkan Toleransi Pada Anak Melalui Hadis

Musyafa Ali

UIN Sunan Kalijaga

20204031013@student.uin-suka.ac.id

 

Islam sebagai agama yang rahmatan lil’alamin sangat menjunjung tinggi dan menghormati perbedaan. Islam tidak pernah mengajarkan perpecahan, kebencian dan permusuhan, islam sangat menjunjung tinggi toleransi. Namun saat kita melihat fenomena yang terjadi saat ini, toleransi dalam kehidupan sudah mulai berkurang dan luntur. Perpecahan, permusuhan antar komunitas, suku bahkan masyarakat sekitar lingkungan tidak dapat dielakkan. Hal ini karena nilai-nilai toleransi dalam kehidupan telah berlih dan luntur.

Hal inilah yang membuat mengapa toleransi haus dikenalkan dan diajarkan oleh orang tua pada anak sejak dini. Anak sebagai penerus kehidupan dalam bermasyarakat, saat anak-anak tidak diajarkan toleransi, hidup rukun gotong royong dan sebagainya, maka kehidupan ke depanpun tidak akan terjadi perubahan. Diamana orang-orang tidak peduli, indualisme, bersikap acuh tak acuh dan bodoh amat akan apa yang terjadi dilingkungan sekitarnya. Inilah alasan penting pengenalan dan pengajaran toleransi bagi anak.

Pengenalan dan pengajaran toleransi pada anak dapat dilakukan mulai dari hal-hal sederhana yang dapat dilakukan oleh anak. sebagai contoh menolong orang yang sedang mengalami musibah, menghormati orang yang lebih tua, menghormati perbedaan dan tidak saling menghujat atau memaki. Orang tua dapat mengajarkan hal sederhana tersebut pada anak sebagai perwujudan sikap toleransi anak pada orang lain. Hal ini sesuai dengan ajaran Rasulullah saw, dalam hadisnya-hadisnya.

Rasulullah saw., sebagai manusia yang diutus oleh Allah swt. untuk menyempurnakan akhlak telah mengajarkan pada kita terkait perihal toleransi, diantaranya.  Hadis tentang menghormati agama lain, hadis ini diriwayatkan oleh Abdurrazaq, dimana di dalam nya dijelaskan bahwa isi surat yang di tulus oleh  Rasulullah kepada masyarakat yaman yang tidak mau masuk islam maka rasulullah tidak akan menghalangi dalam menlaksankan keyakinannya. Hal ini dapat diajarkan pada anak untuk saling menghormati pern=bedaan dan tidak menhina atau menghujat perbedaan itu.

Selain itu Rasulullah saw juga mengajarkan untuk saing mendoakan non muslim, hal ini sesuai dengan hadis yang diriwayatkan oleh al-Bukhari, dimana dalam hadis tersebut dijelaskan bahwa dalam melaksanakan dakwah, salah satu yang dilakukan oleh rasulullah adalah dengan cara berdoa, agar mereka non muslim mau menganut agama islam. Dalam konteks ini orang tua dapat mengajarkan pada anak, bahwa bentukpertolongan pada orang lain dapat dilakukan dengan cara mendoakannya dengan doa yang baik.

Kemudian dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Majjah yang menelaskan bahwa Rasulullah saw. mengajarkan nilai-nilai toleransi, kemudahan, keramahan dan kerahmatan bagi seluruh manusia tanpa pilih-pilih. Melalui hadis ini kita dapat mengajarkan bahw saat kita akan berbuat baikl atau menolong seseorang, kita tidak perlu pilih-pilih atau melihat siapa orangnya, apa agamanya dan lain sebagainya. Hendaknya kita berbuat kepada sipapun, sesuai ajaran islam yang rahmatan lil’alamin atau rahmat bagi seluruh alam.

Selain dari hadis yang telah disebutkan di atas masih banyak lagi, hadis yang mengajarjkan dan dapat diajarkan pada anak untuk menumbuhkan sikap toleransi. Selain itu dalam Al-Qur’an juga banyak dijelaskan bagaimana kita harus saling menghargai, menghormati dan menjunjung tinggi gotong royong sesama manusia dalam menjalankan kehidupan bermasyarakat. Dan semua itu patut kita ajarkan pada anak sejak dini agar tumbuh menjadi karakter yang akan terus tumbuh hingga dewasa.

Kehidupan masyarakat semakin komplek dan hal ini akan menimbulkan sifat baru dalam kehidupan bermasyarakat yakni sifat indualisme dan acuh tak acuh. Dan hal ini bertentangan dan berlawanan dengan ajaran Islam sebagai agama pembawa rahmat bagi seluruh umat. Salah satu ajarannya yakni toleransi, dimana sifat ini telah diajarkan oleh rasulullah saw dalam berbagi hadis. Sifat toleransi ini harus ditanamkan, dinekanlkan dan diajarkan pada anak sejak dini. Agar nantinya anak sebagai penerus dalam kehidupan bermasyarakat dapat menjadi penerus yang bijak, dan memiliki sikap saling peduli antar sesama.

 1,436 total views,  6 views today

Posted in Kajian.