Pandemi Covid-19 Menurut Perspektif Hadis

Yahdi Sabilan Rosyadi

20105040038@student.uin-suka.ac.id

Sosiologi Agama C Fak.  Ushuluddin dan Pemikiran Islam

 

 

Cattan Historis atas wabah menular dalam Islam

Suatu ketika di masa Khalifah Umar bin khattab, terdapat suatu rombongan para sahabat yang diperintahkan ke suatu wilayah Awamas, suatu kota sebelah barat Yerussalem, Palestina. Tetapi mereka kembali lagi dan ditanya oleh Khalifah Umar bin Khattab “Mengapa kalian menemuiku di sini, bukankah kita hendak bertemu di Damaskus?. Kita hendak berkunjung terlebih dahulu ke pemukiman- pemukiman yang terdapat di negri Syam untuk mengenali masyarakat di sana”.

Jawab salah satu sahabat yang kembali” Keadaan negara itu sedang memburuk wahai Amirul mukminin, wabah Tha’ un mulai menjalar dari wilayah Amwas di Palestina kemudian menyebar ke seluruh negara sehingga banyak menibulkan kematian. Sehingga para sahabatku menyarankan untuk menemuimu lebih awal untuk memberitahumu tentang wabah( tha’ un) ini serta memperoleh arahan darimu. Apakah kita hendak melanjutkan ekspedisi ataukah kembali kembali ke kota Madinah. Mari kita bermusyawarah dan engkau wahai Amirul Mukmin yang memutuskan.”

Dalam musyawarah tersebut, terdapat sahabat yang berpendapat,” Kita wajib tetap melanjutkan perjalanan, kita datang dengan tujuan mengharap ridho Allah serta mengharap pahala yang terdapat di sisi- Nya, jangan sampai kabar wabah ini menghalangi niat baikmu wahai Amirul Mukmin.” Terdapat pula yang berpendapat kembalilah bersama rombonganmu wahai Amirul Mukminin, sesungguhnya ini merupakan wabah yang mematikan.” Setelah itu terdapat pula yang menayanggah” Mengapa mesti kembali, bukankah Allah hendak mengangkat wabah ini?” Alkisah keputusan Umar bin Khattab yakni” kita akan kembali pulang Insyaallah.”

Terdapat sahabat yang bertanya: apakah engkau hendak lari dari takdir Allah swt. wahai Umar? Umar menanggapi:” Andai bukan engkau yang mengucapkan perihal ini wahai Abu Ubaidah?! Ya, tentu. Kita lari dari takdir Allah menuju takdir Allah yang lain. Tidakkah engkau perhatikan seseorang pengembala yang turun ke satu lembah ia mempunyai 2 opsi, yang satu subur serta satunya tandus. Bukankah pengembala di tanah tandus merupakan takdir Allah? Serta pengembala yang menggembala di tanah subur ialah takdir Allah?”

Kemudian terdapat sahabat yang mengatakan:” Engkau benar. Sungguh aku mengenali dalil tentang perihal ini aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda:” Apabila kalian mendengar satu Wabah telah menimpa sattu negeri jaganlah kalian memasukinya serta bila berada di satu wilayah yang terserang wabah janganlah engkau keluar dari situ.” Jawab Umar bin Khattab” Alhamdulillah engkau telah menghilangkan keraguan dengan keyakinan, mari kita kembali. Mudah- mudahan Allah merahmati kalian.”

Sebagaimana kita ketahui dunia sedang dibuat panik dengan terdapatnya virus corona, banyak orang yang wafat akibat terkena virus ini. Virus ini sesungguhnya telah dipaparkan di dalam alquran serta Hadis. Bagaimanakah uraian tentang virus ini bagi alquran dan Hadis? Berikut ini ialah rangkuman penulis mengenai uraian tentang virus corona bagi Alquran serta Hadis.

 

Refleksi dengan Corona-19

Corona-19 awalnya berasal dari Kota Wuhan, Tiongkok. Virus tersebut menyebar ke seluruh dunia di seluruh penjuru negeri. Corona-19 ditakuti oleh banyak orang dikarenakan  keberadannya sangat mematikan. Indikasi orang yang terserang virus Corona-19 adalah memiliki gejala tertentu yaitu batuk yang disertai dengan demam serta susah dalam bernafas. Selain kitu, belum terdapat obat yang bisa menyembuhkan orang yang terserang Corona-19.  Untuk penjagaan agar tidak tertular dilakukan dengan mencegahnya agar menjahga jarak dan memakai masker. Selain itu, rajin melakukan cuci tangan, jauhi kontak dengan orang yang sakit, menutup mulut dikala batuk serta bersin.

Pemberitaan yang gempar tentang Corona-19  ini menciptakan bermacam prefentif sebagaimana diajarkan oleh Nabi saw. Selaku umat muslim kita mesti yakin wabah virus yang mematikan telah terdapat semenjak era Nabi saw. dengan adanya informasi wabah yang dikenal dengan ta’un. Atau virus lain yang salah satunya yaitu kusta yang sangat menular dan mematikan.

Rasulullah saw. bersabda:“ Bila kalian mendengar tentang wabah- wabah di suatu negara, maka janganlah kamu memasukinya. Namun apabila terjadi wabah di suatu tempat kamu terletak, maka janganlah kamu meninggalkan tempat itu”.( HR. Bukhari).

Demikian juga perlu menghindari hal-hal yang dapat mengakibatkan virus Corona-19. Salah satunya adalah Corona-19 diakibatkan oleh kelelawar selaku pemicunya. Hewan kelelawar biasa dijadikan hidangan santapan di Tiongkok dan daerah lain. Salah satunya yakni sup kelelawar. Atas dasar hal tesrebut perlu mengkaitkan dengan Q.S: Al-Maidah (5): 3 terkait makanan yang halal dimakan.

Kendati sebagian ulama membolehkan memakan daging kelelawar yang dijadikan sebagai obat. Namun, hal tersebut dilakukan dengan alasan darurat atau terpaksa di mana  jika tidak lagi dapat obat lain selain daging kelelawar. Hal tersebut juga didukung oleh Q.S. al- Maidah (5): 88.

Islam menganjurkan dalam al-Qur’an dan Hadis dalam hal mengonsumsi makanan yang halal dan baik.  Kenyataan tersebut juga ditemukan kebenarannya bahwa makanan dalam ajaran Islam disamping wajib penuhi faktor kehalalan pula wajib penuhi faktor kesehatan serta gizi yang besar. Sebaliknya seluruh makanan yang haram serta tidak bergizi dilarang keras untuk dikonsumsi. Oleh karenanya mengosumsi makanan yang halal berdimensi horizontal dan vertikal. Hal tersebut sebagaimana dalam hadis yang memungkinkan doanya terkabulkan. Sebagaimana bunyi hadis:  Barang siapa yang memakan makanan yang halal sepanjang 40 hari maka doanya akan mudah dikabulkan( HR. Bukhari).

Allah swt. memberikan sesuatu bencana dengan kuasa-Nya, kita selaku umat musim hendaknya menyikapi wabah virus Corona-19 dengan bijak. Salah satu cara terbaik yang harus dilakukan umat Islam adalah meminta ampunan pada Allah swt.. Selain itu, setiap ummat Islam juga  harus memperbanyak membaca al-Qur’an dan senangiasa memilihara memelihara kebersihan dengan berwudhu, serta senantiasa berdzikir dan mendekatkan diri kepada Allah. Virus corona-19 merupakan sebab kuasa Allah swt. serta kita bisa mencegahnya pula dengan pertolongan Allah swt. akan datang dengan segera.

Perbanyak doa berikut niscaya Alalh swt. akan memberikan kesembuan. Do’a tersebut adalah  “Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari penyakit belang (kulit), gila, lepra, dan dari keburukan segala macam penyakit.” (HR. Abu Dawud dan Imam Ahmad dari sahabat Annas ra.)

 2,591 total views,  4 views today

Posted in Opini.