Memaknai Peringatan Maulid Nabi Muhammad dengan Semangat Sumpah Pemuda

Nila Mazaya  19105030048@student.uin-suka.ac.id

 

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki penduduk yang menganut agama Islam terbanyak di dunia. Pada tahun ini, menjadi momentum yang istimewa dan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, karena peringatan maulid nabi berurutan dengan peringatan sumpah pemuda. Jika pada tanggal 28 Oktober peringatan sumpah pemuda, tanggal 29 Oktober kemarin merupakan perayaan peringatan maulid nabi, karena bertepatan dengan tanggal 12 Rabiul Awwal dalam kalender hijriyah. Hal itu mengingatkan kita bagaimana Nabi Muhammad saw sebagai seorang rasul, pemimpin sekaligus sebagai seorang negarawan yang mencintai tanah airnya.

 

Setiap tahunnya, peringatan maulid nabi dilaksanakan pada bulan rabiul awwal, salah satu bulan dalam kalender Islam. Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw adalah bentuk kegembiraan umat Islam atas kelahiran manusia paling agung, suri tauladan umat Islam. Dalam perayaan ini, umat Islam biasanya mengadakan acara dengan membaca kisah-kisah nabi yang dibukukan dalam berbagai kitab, seperti ad-Diba’i, al-Barzanji, Burdah, Simtutduror, dan lain sebagainya. Dengan adanya peringatan hari kelahiran nabi, manusia paling mulia, yang berbudi luhur dan berperangai santun, diharapkan kita dapat mengambil banyak pelajaran yang patut dicontoh dari sisi kehidupan rasulullah.

 

Ada banyak hikmah yang patut kita contoh dalam kehidupan rasulullah, salah satunya dalam kehidupan bermasyarakat, yaitu saat peristiwa hijrah Nabi ke Madinah. Dalam sejarah Islam, setelah Nabi Muhammad tinggal di Madinah, beliau membentuk komunitas peradaban, yang ditandai dengan lahirnya naskah Piagam Madinah. Piagam Madinah adalah perjanjian yang dicetuskan oleh Rasulullah saw dalam rangka menyatukan semua komunitas masyarakat di Madinah. Isi dari Piagam Madinah yaitu kesepakatan dan perjanjian bersama dalam membangun masyarakat yang madani secara adil dan beradab. Nabi Muhammad merupakan orang yang dapat menyatukan seluruh elemen dan  merangkul seluruh penduduk madinah tanpa melihat perbedaan-perbedaan, seperti agama, etnik, ras, budaya, dan adat istiadat. Bahkan, umat muslim dan non-muslim dapat hidup berdampingan tanpa sekat dan aturan berbeda. Begitu pula kaum muhajirin maupun anshor, yang dapat hidup berdampingan dan memiliki hak dan kebebasan yang sama, tanpa adanya diskriminasi ataupun aturan-aturan rasis. Mereka memiliki hak dan kewajiban yang sama sebagai warga negara, tanpa mengenal istilah kedudukan, dan status sosial.

 

Di bulan yang sama, di waktu yang berurutan kita juga memperingati peringatan hari sumpah pemuda. Dalam sejarah Indonesia, sumpah pemuda merupakan momen yang sangat penting dalam mempersatukan komponen masyarakat di seluruh Indonesia, dari Sabang sampai Merauke. Pada saat itu, para pemuda bangsa Indonesia berikrar dengan satu tujuan untuk mengusir kolonial dan mewujudkan cita-cita bangsa untuk bersatu dan merdeka. Tepatnya tanggal 27-28 Oktober terjadi peristiwa Kongres Pemuda Indonesia kedua di Batavia, atau yang kita kenal sekarang dengan nama ibukota Jakarta. Keputusan tersebut melahirkan keputusan para pemuda untuk mewujudkan cita-cita untuk bersatu akan adanya ‘tanah air Indonesia’, ‘bangsa Indonesia’, dan ‘bahasa Indonesia’. Hal tersebut yang menjadikan momentum ini sebagai peristiwa yang sangat bersejarah yang sekarang diperingati sebagai hari sumpah pemuda.  Sebuah peristiwa sejarah yang mempersatukan seluruh elemen bangsa yang diprakarsai oleh para pemuda yang berikrar dan bersepakat untuk bersatu walaupun dari berbagai latar belakang yang berbeda baik dari segi agama, etnik, ras maupun budaya untuk mengusir penjajah dari nusantara. Berikrar untuk bersama mencintai tanah air Indonesia dan menjauhi segala bentuk perpecahan.

 

Peringatan maulid nabi dan sumpah pemuda dapat dijadikan sebagai momentum untuk menguatkan rasa nasionalisme dan cinta tanah air sebagai anak bangsa. Karena dalam piagam madinah maupun sumpah pemuda, walaupun memiliki latar belakang yang berbeda, namun memilki tujuan yang sama dalam menyatukan komponen masyarakat, membentuk komunitas peradaban, serta  memiliki kesadaran pada wilayah, budaya, dan cita-cita, dan diharapkan semua elemen bangsa dapat berkomitmen kuat dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsanya.

 3,584 total views,  6 views today

Posted in Opini.