Jalan pintas perolehan referensi study Qur’an di zaman modern

Lum’atul Fadlilah

19105030105@student uin-suka.ac.id

 

 

 

 

Kemajuan digital memang tidak bisa dipungkiri adanya. Pasalnya semua kebutuhan manusia bisa ditunjang dengan variasi teknologi. Misalnya dengan gawai android orang mampu memesan makanan, mendapatkan uang, berkomunikasi, belajar dari rumah, mengajar online, membaca buku, menulis karya ilmiah dan sebagainya. Jadi aktifitas manusia bisa dibilang tidak dapat terlepas dari genggaman tangannya.

 

Transformasi model dari perpustakaan manual nyata terjadi dikalangan mahasiswa. Mereka membuat jurnal ataupun makalah cukup dengan referensi portal online. Tentunya mereka tidak boleh asal mengutip bebas, kerena mesin pelacak sangat mudah mendeteksi  plagiasi karya. Maka dari itu, mereka harus tetap memperhatikan kaidah tulis menulis ilmiah dalam mengerjakan tugas mata kuliah.

 

Nampaknya kemunculan digitalisasi kitab-kitab berdampak miring pada sejumlah penerbitan buku. Para konsumen lambat laun mulai berkurang, alasannya disebabkan adanya penginstalan sumber buku secara instan. Disamping itu juga terbilang murah dibandingkan harus mengeluarkan jutaan untuk beberapa jilid kitab kuning. Berdasarkan hal diatas, para pengusaha tersebut memang mengalami penurunan omset secara drastis.

 

Rupanya website online sangat memudahkan jalan pelajar khususnya mahasiswa ilmu Al-Qur’an Dan Tafsir (IAT) dalam proses belajar. Terlebih sekarang karena tuntutan kondisi pandemi Corona yang tidak dapat mengakses perpustakaan kampus. Salah satu contoh aplikasi yang direkomendasikan yakni mausuah tafsir. Akun tersebut diperuntukkan bagi pengkaji alquran beserta perangkat pembelajarannya. Dengan bantuan akun tersebut mereka dapat mengerjakan tugas perkuliahan tanpa harus membeli kitab kuning.

 

Aplikasi mausuah ini dibuat oleh salah satu anggota website Islam yang berasal dari Qatar beraliran sunny, misinya mengatasnamakan penyebaran agama Islam. Cakupan akun resmi tersebut yakni seputar  permasalahan yang dialami umat Nabi Muhammad dipenjuru dunia sesuai dengan konstitusi wahyunya. Menariknya mereka membagikan keilmuan tersebut secara gratis, para penikmatnya cukup menginstal dari playstore. Tertulis beberapa kitab klasik dengan masing-masing kitab tersedia fasilitas sumber kutipan halaman, nama pengarang, penerbit, dan sebagainya. Bisa dipahami bahwa mereka memiliki niat murni menegakkan kebenaran agama.

 

Wacana mengenai mausuah tafsir wa ulumul Qur’an ternyata menyediakan pembukuan karya tafsir dalam beragam latar belakang penafsir. Memuat dua belas kitab tafsir dan empat ulumul quran. Juga mengandung tiga belas ribu pokok persoalan. Corak penafsirannya mampu menghubungkan dengan antar ayat dan redaksi hadist. Misalnya tafsir tulisan Syaikh Badruddin berupa al-burhan fiulumul quran dan kitab yang berisi beberapa konstitusi Al-Qur’an yang dikarang Ibnu ‘Arobi. Dapat diketahui bahwa kandungan keilmuan tersebut bukan bersumber dari satu ulama ahli.

 

Akun mausuah memang bisa jadi alternatif bagi mahasiswa study tafsir. Mereka bebas mengakses beberapa kolom menu yang membantu sampai pada teks tafsir. Misalnya terdapat kolom rujukan, ayat-ayat tampilan, pengeluaran redaksi hadist yang berkolerasi dengan ayat, kolom ulasan ayat, penggolongan tafsir tradisional maupun modern, riwayat pencarian ayat, dan lain-lain. Tidak hanya bisa diakses saja, teks-teks kitab tersebut dapat disalin dan dikutip secara instan. Jadi, keberadaan mausuah perlu dimiliki oleh mahasiswa prodi IAT.

 

Selain melekat segudang faedah, kemunduran kualitas pasti tentu nyatanya. Begitupun juga dengan website islam tersebut yang hanya didominasi oleh dua rujukan perawi hadist yakni imam Bukhari dan Muslim. Selain itu, acuan riwayat hidup para mudasir yang hanya berasal dari satu kitab saja. Mlihat hal teesebut, akun resmi ini masih kalah saing dengan aplikasi lainnya serta membutuhkan pemasukan data kitab-kitab yang lebih banyak lagi.

 

Melihat kekurangan mausuah,  terdapat aplikasi lain yang menawarkan kapasitas lebih luas yakni software maktabah syameela. Tercakup beragam jenis model penafsiran klasik maupun kontemporer. Cara penggunaanya terbilang mudah, tinggal download di playstore. Selanjutnya pengguna dapat memperoleh makna ayat yang diinginkan pada kolom pencarian. Dengan kelengkapan data pengarang, nomor halaman, tahun terbit, dan juga pihak penerbit. Model pencarian sub tema ataupun ayat bisa diurutkan berdasarkan huruf. Dapat dikatakan bahwa perpustakaan digital tersebut dapat menggeser puluhan rak buku manual.

 

Fleksibilitas syamela patut diakui kualitasnya. Kita mampu menemukan varian kitab ataupun bab hanya dengan seperempat jam dan itupun tak terbatas waktu maupun tempatnya. Kolom menu yang ditawarkan dalam pencarian tafsir sangat beragam, misalnya alquran dan tafsir lengkap dengan harokatnya, layar penyaringan kitab, pencarian pembahasan baik secara teks, tema, kata kunci, maupun judul kitab. Dengan munculnya berbagai penafsiran diharapkan dapat menjadi perbandingan pemahaman satu ayat alquran.

 

Maktabah syameela diklaim dapat memanjakan para peselancar dunia keilmuan. Faktanya yakni penghematan finansial dan durasi yang dikemas secara instan serta terjamin validitasnya. Fasilitasnya disediakan berkisar enam ribu kitab lebih dengan puluhan golongan aliran keilmuan Islam. Misalnya fiqh, Ushul fiqh, ilmu pemahaman konteks alquran, hadis, ulumul hadist, tarikh, sastra arab, ilmu alat, tasawuf, ilmu ma’ani dan sebagainya. Perangkat ini sudah dirancang bisa diaplikasikan pada seluruh jenis laptop, karena memori yang diperlukan hanya lima puluh MB. Dapat disimpulkan bahwa aplikasi tersebut tergolong media praktis dan ekonomis.

 

Dalam segala hal pasti ada sisi negatifnya. Termasuk maktabah syameela juga mempunyai variasi kekurangan. Diantaranya terdapat ketidakselarasan antara penomoran halaman dikitab asli dengan diwebsite. Hal tersebut berdampak pada pembenaran penalaah dalam mengkaji keilmuan tersebut, lemahnya inisiatif pembaca dalam berinteraksi dengan model kitab, sehingga mereka hanya memilih pokok persoalan yang dibutuhkan dan sesekali terjadi kesalahan penelusuran tema berdasarkan kata. Hal itu dapat terjadi karena tidak semua kata kunci menunjukkan pojok permasalahan yang dibutuhkan. Tetapi kekurangan tersebut ditutupi dengan segudang faedah maktabah tersebut.

 

Dengan pemaparan solusi kedua perpustakaan digital diatas diharapkan dapat membantu penyelesaian beban tugas perkuliahan mahasiswa ilmu alquran dan tafsir. Selamat mencoba kawan.

 1,181 total views,  2 views today

Posted in Kajian.