Perpustakaan Islam Digital Sebagai Alternatif Dalam Mencari Referensi Keislaman

Muhammad Yahya 17105030048@student.uin-suka.ac.id

 

Perkembangan teknologi di zaman modern sekarang ini mengalami kemajuan yang sangat signifikan. Hal ini dapat dilihat dari pengaruh teknologi pada cara hidup masyarakat 10 tahun terakhir. Masyarakat yang mulanya hidup secara tradisional, sekarang hampir tidak bisa lepas dari teknologi di semua aspek kehidupannya. Dari satu sisi, hal ini sangat baik karena dapat membuat segala pekerjaan menjadi lebih efektif. Di sisi lain, kehidupan masyarakat seolah-olah diikat dengan teknologi melalui berbagai aplikasi, media sosial, game, video, dan fitur-fitur menarik lainnya sehingga membuat lalai dari urusan penting lainnya.

 

Sedikit banyak, perkembangan teknologi yang serba digital juga mempengaruhi kehidupan beragama setiap orang. Orang biasanya akan menghabiskan waktu lebih banyak dengan gadgetnya ketimbang urusan agama, urusannya dengan Tuhan. Orang lebih nyaman berlama-lama bersosial media daripada sekadar membaca Al-Qur’an atau bahkan mengkaji isinya. Selain itu, bahan bacaan berupa kitab-kitab yang memuat ajaran agama Islam tergolong masih sulit didapatkan terutama kitab-kitab klasik karya para ulama terdahulu. Untuk mengatasi hal tersebut maka berbagai media dan sarana keagamaan dihadirkan dalam bentuk digital. Salah satu contohnya adalah diadakannya “Perpustakaan Islam Digital” dengan tujuan menepis segala kesulitan dan memudahkan dalam menjangkau referensi keislaman kapanpun dan dimanapun secara cepat dan mudah.

 

Perpustakaan Islam Digital merupakan salah satu program dari PKH (Pusat Kajian Hadis) yang berpusat di Jakarta. PKH merupakan sebuah lembaga khusus yang mengkaji Al-Qur’an dan hadis secara mendalam, sekaligus sebagai wadah dan media untuk menyebarkanluaskan hadis Nabi saw. agar ajaran agama Islam tetap terjaga kemurniannya. Perpustakaan Islam Digital lahir dengan harapan agar mempermudah seluruh umat dalam mengkaji dan mempelajari Islam terutama bagi orang-orang dalam lingkungan pesantren seperti para santri, ustadz, dan alim ulama.

 

Pusat Kajiah Hadis (PKH) sebagai lembaga yang bertanggung jawab atas program ini bercita-cita agar pengkajian hadis maupun Al-Qur’an di Indonesia dapat lebih berkembang. Mengingat saat ini kajian hadits masih tergolong lemah dibandingkan kajian bidang keilmuan yang lain. Hal ini dapat dilihat dari masih kurangnya pakar Al-Qur’an dan hadis, minat mahasiswa untuk mengkaji isi kandungannya masih rendah, dan juga koleksi kitabnya yang sangat minim. Inilah yang menjadi salah satu alasan digagasnya program perpustakaan Islam digital.

 

Pada dasarnya, perpustakaan islam digital ini tidak jauh berbeda dengan perpustakaan digital lain, seperti Maktabah al-Syamilah, Maktabah al-Kubro, Maktabah al-Zahabiyyah, dan masih banyak yang lain. Sama halnya dengan maktabah lain, perpustakaan Islam digital memuat berbagai kitab mulai dari kitab klasik hingga kitab kontemporer. Selain itu, kategori kitab yang disediakan juga lumayan lengkap, ada kitab mengenai ulumul Quran, ulumul Hadits, aqidah, fiqih, usul fiqih, bahasa, akhlak dan tasawuf, dakwah, tarbiyah, sejarah, ensiklopedia, dan ilmu-ilmu lainnya. Kurang lebih terdapat 8000 jilid kitab dengan 3600 judul yang dapat diakses secara gratis.

 

Kelebihan perpustakaan digital Islam dibandingkan perpustakaan lain tentu saja dari kemudahan dalam menggunakan setiap fitur yang disediakan. Karena menggunakan bahasa Indonesia, proses mencari kitab yang diinginkan menjadi lebih cepat dan mudah. Selain itu, kitab-kitab yang termuat dalam perpustakaan atau maktabah lain memiliki beberapa kekurangan misalnya seringkali teksnya kurang lengkap dari kitab aslinya, tidak bisa dijadikan rujukan sumber secara akademik, belum berbentuk pdf, mengaksesnya harus selalu menggunakan internet, serta tidak bisa disimpan/diunduh.

 

Perpustakaan Islam digital merangkum segala kekurangan yang ada dan memberikan terobosan baru untuk mempemudah urusan umat. Kitab-kitab yang termuat di dalamnya  telah berbentuk pdf dan merupakan scan dari kitab aslinya. Kitab-kitab yang berbentuk file pdf tersebut juga dapat disimpan dan diunduh secara mudah, sehingga tidak selalu menggunakan jaringan internet. Kitab-kitab tersebut juga pastinya dapat dijadikan sebagai referensi dalam penelitian akademik.

 

Walau bagaimanapun program perpustakaan Islam digital ini tetap memiliki kekurangan. Masih banyak kitab-kitab populer yang belum di scanning sehingga belum ada file kitabnya di database. Selain itu, dikarenakan perpustakaan ini berbasis file pdf, sehingga pencarian nama kitab untuk sekarang hanya bisa dilakukan secara manual. Akan tetapi, terlepas dari kekurangan tersebut perpustakaan Islam digital ini tentu saja bisa dijadikan alternatif dalam mencari referensi kitab keislaman.

 

Dengan adanya perpustakaan Islam digital ini, diharapkan dapat memperkaya khazanah keilmuan dalam mengkaji sumber agama Islam terutama hadis Nabi saw. Buktinya hingga sekarang masih banyak kekeliruan dalam pemahaman dan pengamalan agama oleh umat Islam sendiri. Ini membuktikan bahwa ilmu dan ajaran agama Islam belum dipahami dengan baik. Banyaknya hadis palsu, serta pandangan yang salah terhadap mazhab dan ikhtilaf kerap memperkeruh hubungan beragama di antara umat muslim. Oleh karenanya sebagai umat Islam seyogyanya kita selalu bertabayyun dalam segala dan merujuk kepada pendapat para ulama yang telah dituliskan dalam kitabnya.

 6,856 total views,  4 views today

Posted in Kajian.