Muhammad Ilham Mursyid
19105030075@student.uin-suka.ac.id
Sebagai umat islam sudah tentunya kita menjadikan alqur’an dan hadist sebagai pedoman dalam menentukan hukum. Dalam salah satu hadis nabi juga ada yang menjelaskan bahwa barangsiapa yang memegang alqur’an dan hadis sebagai pedoman hidupnya maka dia akan selamat dunia dan akhirat. Tetapi dalam memahami keduanya tidak sembarang orang bisa mengerti maksud ayat dalam alqur’an dan hadis, walaupun hakikatnya hanya Allah yang tahu tetapi para ulama sudah menggunakan ilmu-ilmu bantuan yang berkaitan dengan alqur’an untuk menarik kesimpulannya. Dalam alqur’an sudah dijelaskan, tepatnya pada Q.S An-Nahl : 43 yang artinya “maka tanyakanlah kepada orang yang berilmu jika kamu tidak mengetahuinya.”
Pada ayat tersebut kalimatnya “اهل الذّكر” jika ditafsiri mungkin bisa mencakup banyak makna. Tapi ayat ini sebenarnya mengajarkan kita untuk bertanya kepada ahlinya jika kita tidak mengetahuinya. Ayatini relevan untuk segala hal tidak hanya masalah agama saja. Bisa jadi dalam masalah pekerjaan dan sebagainya. Ketika kita mendengar ceramah sorang ustadz yang menggunakan dalil dari alqur’an, kita bisa langsung mengeceknya apakah ayat yang diucapkan itu benaratau salah. Karena kita sudah tidak asing berinteraksi dengan alqur’an.
Berbeda lagi dengan hadis, jarang orang yang memiliki kitab hadis yang berjilid-jilid untuk mengecek apakah yang digunakan sebagai dalil itu hadis nya benar atau tidak. Terlebih lagi zaman sekarang teknologi sudah semakin canggih. Banyak media sosial yang memudahkan semua orang untuk menumpahkan ekspresinya. Media sosial tersebut bisa dijadikan sebagai wadah dalam memberi edukasi, mengiklankan suatu produk, atau bisa juga sebagai wadah untuk berdakwah. Semua orang bisa saja menyebarkan potongan-potongan hadis nabi atau ayat-ayat alqur’anmelalui media sosialnya.
Sebagai muslim yang bijak jika kita hanya melihat potongan-potongan hadis yang beredar di media sosial, kita harus mengeceknya terlebih dahulu sebelum meyakini atau mengamalkannya. Sekarang ini kita bisa sekadar mengeceknya lewat situs https://dorar.net/ . Situs ini atau nama lainnya adalah Ad Durarus Saniyyah merupakan sebuah website islami yang tangani oleh Asy Syaikh Alwi bin Abdul Qadir Assegaf Hafizhahullah. Dalam situs juga terdapat banyak sekali tulisan-tulisan yang bermanfaat sejalan dengan ahlussunnah wal jama’ah. mulai dari ensiklopedia sejarah, etika, fiqh, agma, dan hadis.
Sesuatu yang menarik dalam situs ini adalah adanya fitur untuk mengecek status sebuah hadis apakah itu shahih, hasan, atau dha’if menurut ulama hadis dalam kitab mereka. Tentu saja fitur ini sangat membantu bagi kita yang ingin mengecek status hadis tetapi tidak memiliki kitab-kitab hadisnya dan juga dengan waktu yang singkat. Namun, untuk menggunakan fitur ini kita juga masih membutuhkan ilmu dasar dalam belajar hadis, yaitu kemampuan bahasa arab , dan teks hadis yang ingin di cek.
Berikut ini cara mengecek sebuah hadis. Misalnya kita mengecek hadis tentang tidurnya orang yang berpuasa itu ibadah. Bahan kata yang kita miliki hanya الصائ dan عبادة.
- Masuk ke situs https://dorar.net/
- Pilih kolom الموسوعة الحديثية
- Pada tahap ini anda akan melihat kolom بحث سريع في الموسوعة الحديثية .kita bisa langsung memasukkan potongan hadisnya di kolom ini, namun disarankan untuk memilih tulisan dibawahnya yaitu بحث متقدم . disini kita akan mendapatkan penjelasan hadis yang lebih rinci.
- Setelah itu tampilannya akan seperti ini
lalu kita menuliskan potongan hadisnya di kolom yang sudah disediakan.
- Aplikasi tersebut akan mencari hadis yang didalamnya terdapat dua kalimat tersebut, baik dua kata itu bersamaan atau tidak. Lalu akan muncul tampilan seperti Ini.
pada kotak yang bergaris hijau itu menyatakan jumlah hadis yang didapat. Sedangkan kotak yang bergaris biru itu menyatakan pengelompokkan hadits yang ditemukan berdasarkan kitab hadis yang mencatumkannya atau nama ulama yang mengomentarinya. Kolom yang bergaris merah adalah penjelasan yang kita cari.
Pada kolom merah yang tulisannya tebal adalah matan hadisnya. الراوي adalah nama periwayatnya. Seperti contoh diatas yaitu عبدالله بن أبي أوفى . المصدرmenunjukkan kitab hadis yang berisi komentar ulama pada hadis tersebut. Disini شعب الإيمان. المحدث menunjukkan ulama yang mengomentarinya, seperti contoh diatas yaitu البيهقي. الصفحة أو الرقم menunjukkan halaman dan nomer hadis pada kitab tersebut. Diatas menunjukkan nomor3/1437. خلاصة حكم المحدث menunjukkan ringksan komentar ulama tersebut.contoh diatas tertulis فيه معروف بن حسان ضعيف وسليمان بن عمرو النخعي أضعف منه(Di dalam sanadnya terdapat Ma’ruf bin Hassan, ia dhaif. Dan juga terdapat Salman bin ‘Amr An Nakha’i, ia lebih dha’if dari pada Ma’ruf). Jadi kita telah mengetahui bahwa hadis tentang tidurnya orang yang puasa merupakan ibadah adalah hadis dho’if.
Sedikit catatan dalam menggunakan fitur ini. Bahwasannya fitur ini hanyalah alat bantu dalam mencari data ilmiah untuk kepentingan penulisan ilmiah misalnya. Akan lebih baik jika setelah itu kita melihat ke kitab hadisnya langsung. Tentu saja akan lebih mudah karena kita telah mengetahui nomor hadis dan halamannya. Bagi orang yang awam dalam ilmu hadis juga tetap harus dalam bimbingan ustadznya karena disini banyak istilah-istilah dalam ilmu hadis.
18,804 total views, 12 views today

Sebagai sebuah ijthad dalam rangka mengembangkan kajian Studi Hadis di Indonesia dibentuklah sebuah perkumpulan yang dinamakan dengan Asosiasi Ilmu Hadis Indonesia (ASILHA). Sebagai sebuah perkumpulan ASILHA menghimpun beragam pemerhati hadis di Indonesia. Himpunan ini terdiri atas akademisi dan praktisi hadis di Indonesia dengan memiliki tujuan yang sama.

