Kegembiraan Umat Muslim Menyambut Maulud Nabi Muhammad Saw.

Chulsum Layyinatul Chasanah

UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

19105030055@student.uin-suka.ac.id

 

Sebagai satu-satunya manusia sempurna yang telah Allah Swt. ciptakan, maka tidak heran bahwa kelahiran Rasulullah saw. adalah hari yang sangat bersejarah bagi Muslim di berbagai pelosok dunia. Hari lahir yang bertepatan pada tanggal 12 Rabiul Awal, akan selalu diperingati dan dirayakan dengan suka cita oleh setiap umat. Setiap orang akan berbahagia pada hari itu karena maulid nabi adalah hari istimewa yang mana tepat Rasulullah sebagai Insanul Kamil telah lahir di muka bumi ini. Beliau adalah manusia dan makhluk paling sempurna yang telah Allah ciptakan. Tidak ada satupun akhlak tercela yang pernah beliau lakukan. Selama masa hidupnya, beliau selalu terbingkai dengan sifat Mashum yakni akan selalu terjaga dari berbuat dosa.

Bahkan sebelum masa kenabian, Muhammad mendapatkan dua gelar dari suku Quraisy (suku terbesar di Mekkah yang juga suku dari Muhammad) yaitu Al-Amiin yang artinya “orang yang dapat dipercaya” dan As-Saadiq yang artinya “yang benar”. Setelah masa kenabian para sahabatnya memanggilnya dengan gelar Rasul Allāh (رسول الله), kemudian menambahkan kalimat Shalallaahu ‘Alayhi Wasallam (صلى الله عليه و سلم, yang berarti “semoga Allah memberi kebahagiaan dan keselamatan kepadanya”.

Meski telah lewat bertahun-tahun setelah beliau lahir, namun sampai tahun inipun maulid Nabi tetap masih dirayakan dan disambut kedatangan bulannya dengan suka cita. Maulid nabi yang tepat digelar pada setiap tanggal 12 Rabiul Awal di setiap bulannya. Dasar dari pembolehan perayaan maulid Nabi telah dijelaskan  dalam Q.S. Al-Ahzab (33) : 56, “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”

Selain hal di atas, Imam Ibn al-Jawzi, Imam Abu Hayyan al Andalusi, Imam al-Suyuthi dan banyak lagi ahli tafsir lainnya menyatakan bahwa dalam Q.S. Yunus (10): 58 yang artinya: “Katakanlah: “Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan”. Adapun yang dimaksud dengan kurnia di situ adalah Nabi Muhammad saw., sehingga upaya untuk mengekspresikan cinta dan suka cita atas kelahiran Nabi SAW dapat diartikan sebagai pengamalan ayat ini. Oleh karena itu, sudah sangat jelas bahwa memeringati bulan kelahiran Rasullah saw. Sangat dianjurkan bahkan juga disukai oleh Allah Swt.

Berbagai jenis perayaan maulid dilaksanakan dengan banyak macam doa, sholawat, maupun acara perlombaan yang tentunya sangatlah meriah. Meskipun, di tahun ini terdapat pandemi COVID-19, namun perayaan maulid Nabi tidak langsung hilang dan ditiadakan begitu saja. Peringatan maulid Nabi tetap dilaksanakan dengan menggelar berbagai macam pembacaan sholawat Nabi saw. di rumah masing-masing atau dengan memanfaatkan sosial media serta teknologi yang semakin canggih tanpa harus bertemu fisik.  Selain membaca shalawat, pada bulan Rabiul Awal ini banyak kesunahan yang tetap bisa dilakukan meskipun masa pandemi seperti bersedekah, berdzikir, membaca Al-quran, dsb. Memang, tidak ada perlombaan yang berarti seperti tahun-tahun sebelumnya. Namun, tetap saja pembacaan sholawat malah semakin terdalami maknanya dan seluruh umat Muslim masih bisa merayakan serta menyambut bulan ini dengan penuh suka cita. Semoga kita semua kelak mendapat syafaat Rasulullah saw di akhirat. Sebab, Rasulullah telah menjamin bahwa yang mencintai beliau kelak akan dikumpulkan bersama beliau di tempat yang mulia. Mereka-mereka yang dikumpulkan bersama Rasulullah adalah yang mendapatkan syafaat beliau. Allahumma Shalli Ala Sayyidina Muhammad.

 1,304 total views,  2 views today

Posted in Kajian.