Bahrul Wafa
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
19105030095@student.uin-suka.ac.id
Nabi Muhammad saw adalah seorang nabi terakhir yang diutus Allah di dunia. Beliau dilahirkan di kota suci Makkah al-Mukaramah pada 12 Rabiul Awwal tahun Gajah. Terlahir diantara kaum Quraisy yang merupakan suku bangsawan pada masa itu.
Ayah beliau bernama Abdullah dan ibunya bernama Aminah. Beliau terlahir dalam keadaan yatim yang ditinggalkan ayahanda sejak dalam kandungan sang ibu. Namun keadaan tersebut ada yang menyebutkan bahwa Nabi Muhammad saw dididik langsung oleh Allah sejak kecil. Sehingga sejak usia belia, Nabi Muhammad saw terkenal akan sifat terpujinya dikalangan masyarakat Mekah. Oleh karena sikap kejujurannya, beliau diberi gelar al-amin.
Sebagai seorang muslim turut bahagia atas lahirnya seorang nabi akhir zaman adalah perkara yang wajib. Tanpa hadirnya Nabi Muhammad saw kita tidak akan pernah mengenal Agama Islam yang rahmatan lil alamin ini. Peristiwa lahirnya sosok agung Nabi Muhammad saw diperingati setiap tanggal 12 Rabiul Awwal oleh kaum muslim dunia.
Peringatan maulid dilakukan dengan berbagai macam kegiatan sesuai dengan tradisi masing-masing. Di Indonesia sendiri, peringatan dilakukan dengan cara berbeda-beda pula. Ada yang mengadakan kegiatan perayaan dengan meriah dan ada pula yang hanya dengan kegiatan sederhana. Bermacamnya kegiatan yang dilaksanakan merupakan bentuk akulturasi dari budaya dan agama.
Dalam sebuah acara peringatan maulid nabi, biasa diisi dengan membaca kitab maulid dan shalawat atau pengajian umum. Kitab maulid berisi syair-syair tentang kondisi Nabi sebelum dilahirkan di dunia hingga wafatnya. Dengan mengadakan acara sedemikian, syafaat Nabi diharap tetap tercurahkan kepada umatnya.
Nilai peringatan maulid Nabi Muhammad saw tak hanya sebuah acara, namun kita mesti bisa mengambil hikmahnya. Diantaranya meneladani sikap beliau dalam kehidupan sehari. Allah Swt berfirman dalam Al-Qur’an Surah Al-Ahzab ayat 21, “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”.
Nabi Muhammad saw terlahir di dunia membawa petunjuk dari Allah bagi seluruh makhluk dunia. Dari sekian banyak hal yang diajarkan, yang paling utama adalah tentang akhlak. Sebagaimana hadist yang disampaikan, “Hanyasanya aku diutus untuk menyempurnakan akhlaq yang baik,” (HR. Ahmad).
Akhlak mulia merupakan pondasi bagi seseorang dalam menjalani kehidupan. Karena dengan akhlak mulia, manusia akan lebih dihargai dan dapat saling menghargai. Terlebih kita sebagai pelajar harus mendahulukan mempelajari akhlak sebelum menuntut ilmu lain lebih jauh. Keutamaan akhlak disampaikan oleh Syaikh Ahmad Az-Zarnuji dalam kitab Ta’lim Muta’alim Tariqutta’alum. Pernyataan Az-Zarnuji sebagai berikut:
وأفضل العلم علم الحال وأفضل العمل حفظ الحال
“dan ilmu yang paling utama adalah ilmu hal (tingkah laku) dan amal yang paling utama adalah menjaga tingkah laku”.
Menurut Az-Zarnuji banyak orang terpelajar pada masanya, tapi sayang kalangan terpelajar itu tidak sukses. Mereka tidak dapat memetik buah kemanfaatan ilmu lantaran meninggalkan akhlak dalam belajar. Hingga akhirnya terjadi kemerosotan nilai moral kehidupan manusia.
Pendapat yang disampaikan Syaikh Az-Zarnuji relevan dengan kondisi Indonesia saat ini. Banyak orang menguasai teknologi tapi banyak diantara mereka mangabaikan pentingnya nilai akhlak. Sehingga nilai-nilai peradan kemanusiaan juga mengalami kemerosotan.
Dapat disimpulkan bahwa perayaan maulid Nabi Muhammad saw sebagai bentuk rasa syukur. Selain itu juga terdapat nilai terpenting bagi peadaban kemanusiaan yakni akhlak. Manusia tidak dapat meninggalkan nilai akhlak dalam kehidupan karena dengannya manusia dapat hidup dengan tenang.
Semoga kita termasuk golongan manusia yang dapat mempertanggungjawabkan nilai-nilai akhlak mulia.
3,198 total views, 4 views today

Sebagai sebuah ijthad dalam rangka mengembangkan kajian Studi Hadis di Indonesia dibentuklah sebuah perkumpulan yang dinamakan dengan Asosiasi Ilmu Hadis Indonesia (ASILHA). Sebagai sebuah perkumpulan ASILHA menghimpun beragam pemerhati hadis di Indonesia. Himpunan ini terdiri atas akademisi dan praktisi hadis di Indonesia dengan memiliki tujuan yang sama.

