Maulid Nabi sebagai Momentum Sejarah Sekaligus Wujud Mahabbah kepada Rasullah saw.

Fina Izzatul Muna

UIN Sunan Kalijaga

19105030066@student.uin-suka.ac.id

 

Dalam penanggalan hijriyah terdapat bulan Rabi’ul awwal atau biasa disebut dengan bulan maulud. Bulan yang berada diantara bulan Safar dan Rabi’ul akhir. Bulan maulud merupakan bulan yang sangat dimuliakan karena di dalamnya terkandung momentum sejarah terbesar dan tidak akan pernah dilupakan bagi umat Islam. Sang kekasih Allah Swt. sekaligus menjadi nabi dan rasul, yaitu Nabi Muhammad saw. pertama kalinya melihat dunia dari rahim seorang perempuan suku Quraiys, Aminah. Tepatnya hari senin tanggal 12 bulan Rabi’ul awwal bertepatan dengan tahun gajah. Dinamakan tahun gajah karena pada saat itu Raja Abrahah hendak  menghancurkan ka’bah dengan pasukan bergajahnya

 

Seluruh manusia dari berbagai penjuru dunia, khususnya umat Islam sangat senang sekali atas datangnya bulan kelahiran Rasullah saw.. Mereka menyambut bulan kelahiran sang kekasih Allah Swt. dengan mengadakan perayaan-perayaan dan sudah menjadi tradisi bagi umat Islam. Khususnya di Indonesia, baik laki-laki maupun perempuan, anak kecil sampai orang tua biasanya menyambut bulan kelahiran rasullah saw. dengan mengadakan maulid nabi, seperti pembacaan dziba’, al-barjanji, dan burdah.

 

Antusias masyarakat dalam memperingati maulid nabi sangatlah tinggi. Karena masyarakat gembira dan bersuka cita menyambut kedatangannya, sang kekasih Allah Swt. yang bernama Nabi Muhammad saw.. Mereka melantukan pembacaan dziba, al-barjanji, dan burdah mulai  dari malam tanggal 1 Rabi’ul awwal sampai dengan puncaknya pada malam 12 Rabi’ul awwal. Bahkan  masyarakat ada yang terus membacanya sampai tanggal terakhir pada bulan Rabi’ul awwal, baik diselenggarakan di rumah,  surau maupun masjid.

 

Selain itu, grebeg maulid atau yang biasanya terkenal dengan istilah sekaten merupakan salah satu tradisi unik dalam rangka memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad saw.. Awalnya sekatan digelar sebagai ajang untuk berdakwah walisongo khususnya Sunan Kalijaga di kerajaan Demak untuk mensyiarkan agama Islam. Tradisi ini masih terus menerus dilestarikan sampai sekarang ini, seperti di Keraton Surakarta dan Keraton Yogyakarta.

 

Dengan demikian, momentum maulid nabi yang telah ada sejak zaman walisongo yang dijadikan sebagai media untuk berdakwah masyarakat tetap melestarikan dan mengembangkannya sebagai media dakwah juga. Dengan cara menelisik kembali  ataupun menceritakan kisah-kisah kehidupan dan perjuangan Rasulullah saw. semasa hidupnya, baik dari segi sejarah, politik, ekonomi, dan lain sebagainya. Sehingga akan membangkitkan semangat dan kegembiraan dalam merayakan maulid nabi Muhammad saw..

 

“Mengagungkan maulid Nabi Muhammad saw. dan melakukannya rutin setiap tahunnya yang dilakukan oleh sebagian orang. Dan baginya dalam merayakan maulid nabi tersebut mendapatkan pahala yang agung/besar karena tujuan yang baik dan mengagungkan Rasulullah SAW. dan keluarga beliau..” Begitulah kiranya pernyataan Syaikh Ibn Taimiyah yang telah dijelaskan dalam kitabnya Iqtidla’u al-Shirati al-Mustaqim, Mukholafatu Ashhabi al-Jahim halaman 297. Dengan demikin, maulid nabi menjadi kegiatan yang memberikan dampak positif dan mendatangkan pahala bagi siapa saja yang merayakannya serta  senang atas kedatangan bulan maulud ini.

 

Pada tahun ini, maulid nabi bertepatan pada tanggal 29 Oktober 2020. Maulid nabi kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena adanya pandemi Covid-19 yang tidak memungkinkan perayaan secara besar-besaran. Hanya saja pembacaan dziba’, al-barjanji, maupun burdah diselenggarakan di rumah masing-masing. Jikalau diselenggarakan di surau dan masjid harus tetap menerapkan protokol kesehatan, seperti memakai masker, cuci tangan atau memakasi handsanitizier, dan physical distancing. Adapun sekaten akan ditiadakan karena akan melibatkan orang banyak dan menjadi klaster baru penyebaran virus corona tersebut.

 

Meskipun sedang terjadi pandemi Covid-19 dan kegiatan yang diselenggarakan sangat sederhana, tetapi tidak mengurangi sedikitpun substansi dari maulid nabi itu sendiri. Substansi maulid nabi adalah untuk menumbuhkan dan meneguhkan mahabbah kita kepada Rasullah saw., mengharap rahmat dan ridlo dari Allah Swt., dan mengharapkan syafa’at nabi di akhirat kelak. Selain itu. tradisi maulid nabi tersebut diperingati sebagai wujud syukur dan rasa gembira atas kelahiran baginda Nabi Muhammad saw.

 3,230 total views,  4 views today

Posted in Kajian.