Mengajarkan Hadis dengan Metode Bernyanyi Kepada Anak TK

Elfrida Rahma Valentina Dewi
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

20204031020@student.uin-suka.ac.id

Akhir Desember 2019 Alhamdulilah saya mendapatkan tawaran untuk menjadi guru di TK ABA, , kesempatan emas itu tidak saya sia-siakan, tepatnya tanggal 2 Januari 2020 saya baru mulai mengajar di TK ABA untuk menjadi guru pendamping Karena memang saya lulusan S1 PG-PAUD disalah satu Universitas Yogyakarta.

Namun apalah daya baru beberapa bulan bertemu dengan murid-murid wabah covid-19 memasuki Yogyakarta, betapa sedih nya Saya kala itu, Apalagi Ketika mendapat surat edaran dari dinas yang isinya mulai tanggal 15 Maret 2020 mengharuskan pembelajaran dilakukan dirumah masing-masing.

Beberapa bulan yang sangat singkat itu Saya belajar banyak dari mereka. Dari sikap cekatan mereka, dari daya ingat mereka yang luar biasa, dari ucapan polos mereka yang itu benar-benar tidak terprekdisi dari Saya, yang terkadang bikin Saya merasa malu dengan diri Saya sendiri.

Oleh karena itu Daya ingat yang begitu besar tidak mungkin disia-siakan oleh kami para Ibu Guru Tk untuk memberikan hal-hal ataupun pembelajaran yang positif untuk mereka. Ibarat kertas putih yang masih kosong Guru Tk dan orang tua sangat berperan aktif untuk memberikan lukisan-lukisan indah didalamnya.

Keunggulan di TK tempat saya mengajar salah satunya iyalah ada kegiatan “Sapaan Pagi”atau memberi semangat sebelum melakukan kegiatan dipagi hari. Semua murid dikumpulkan menjadi satu dihalaman depan sebelum mereka masuk ke kelas masing-masing bersama Bu Guru kelasnya.

Dari bertepuk tangan, bernyanyi, melakukan gerakan tubuh, dilakukan padasaat kegiatan Sapaan Pagi tersebut. Yang menurut mereka hanya bersenang-senang namun itu semua itu sebenarnya memberikan materi pembiasaan, ataupun memudahkan mereka dalam menghafal.

Salah satu sapaan pagi yang paling favorit adalah menghafal beberapa hadis. Yang Munurut mereka hanya bernyanyi-nyanyi dan bersenang-senang dihalaman sekolah, namun secara tidak langsung karena diulang terus-menerus dan melakukannya secara bergembira menjadikan mudah dihafalkan.
Rosulullah SAW bersabda “Semoga Allah menjadikan wajah berseri-seri sesorang yang mendengar dari kami hadis lalu iya menghafalkannya kemudian menyampaikannya kepada orang lain. (HR. Trimidzi, Abdu Daud dan ibnu majah dari Zaid bin Tsabit ra)

Hadis yang diajarkan pun hadis yang mudah dihafalkan oleh mereka, berikut ialah hadis yang kita nyanyikan ketika kegiatan “Sapaan Pagi”
“Afsussalama Baynakum… Afsussalama Baynakum..
Sebarkanlah salam diantara kalian, Afsussalama Baynakum..
Innamal a’malu binniyat.. Innamal a’malu binniyat..
Sesungguh nya amal itu tergantung pada niatnya, Innamal a’malu binniyat..
Aljannatu tahta akhdamul ummahat.. Aljannatu tahta akhdamul ummahat..
Surga itu dibawah telapak kaki ibu, Aljannatu tahta akhdamul ummahat..
Laa taqdhob’ wallakal Jannah.. Laa taqdhob’ wallakal Jannah..
Jangan kamu suka marah maka bagimu surga, Laa taqdhob’ wallakal Jannah..
Inna nuhina anturo aurotuna
Sesungguhnya kita dilarang menampakan aurot kita, Inna nuhina anturo aurotuna
Tabassumuka fii wajhi akhiika shodaqoh, Tabassumuka fii wajhi akhiika shodaqoh,
Senyum manismu dihadapan sodaramu itu sodaqoh, Tabassumuka fii wajhi akhiika shodaqoh”

Dari hadits yang dikemas apik itulah para guru Tk memberikan yang terbaik untuk anak didiknya, semoga waktu yang sangat singkat disekolah dapat diterapkan juga dirumah bersama orangtua maupun keluarganya.

Rasullah SAW bersabda : “Barang siapa yang menghafal 40 Hadits yang bermanfaat bagi ummatnya dari urusan laen mereka, niscaya Alla akan membangkitkannya di hari kiamat beserta para ulama. Keutamaan seorang alim dibandingkan seorang abid (ahli ibadah) sebanyak 70 derajat dan Allah yang lebih tau berapa jarak antara satu derajat ke derajat berikutnya.” (HR. Baihaqi dalam Syu’bul Iman)

264 total views, 3 views today

Posted in Opini.