Ketua Asosiasi Ilmu Hadis Indonesia Berbagi Ilmu dengan Mahasiswa Prodi Pascasarjana Ilmu Hadis UIN Imam Bonjol Padang

Pascasarjana UIN Imam Bonjol Padang adakan kuliah tamu pada hari Rabu 30 Oktober 2019. Kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan yang setiap tahunnya menghadirkan dua pakar untuk setiap prodi. Sehingga dalam setiap tahun Pascasarjana UIN yang berada di Minangkabau ini mengundang delapan pakar sesuai keahlian dan prodi yang ada. Kegiatan kuliah tamu ini selain dihadiri seluruh mahasiswa Prodi Magister UIN Imam Bonjol juga dihadiri sejumlah pimpinan dan para dosen hadis di lingkungan UIN ImamĀ  Bonjol Padang. Harapan besar dari Dr. Novizal Wendry, M.Ag. selaku Ketua Prodi Magister melalui kegiatan ini mahasiswa mampu melaksanakan penelitian hadis dan media yang sudah berkembang pesat.

Kajian hadis dan new media merupakan tema yang dijadikan tema kuliah tamu dalam kesempatan tersebut. Hal tersebut dikhususkan untuk prodi S2 Ilmu hadis. Sehingga dalam kuliah tamu ini mendatangkan dari pakar hadis UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Beliau adalah Dr. H. Muhammad Alfatih Suryadilaga, S.Ag. M.Ag. seorang pakar hadis yang konsen dalam kajian new media dengan beragam kajian di dalamnya sejak tahun 2014. Adapun beragam karya beliau dapat dilihat di http://ejournal.uin-suka.ac.id/ushuluddin/Living/article/view/1333, http://ejournal.uin-suka.ac.id/ushuluddin/esensia/article/view/994, dan http://ejournal.uin-suka.ac.id/ushuluddin/esensia/article/view/773.

Hadis dan media merupakan ranah baru dalam kajian hadis. Hal tersebut diungkapkan oleh Alfatih sapaan akrapnya dan sekaligus Ketua Prodi Ilmu Hadis UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Lebih lanjut dosen tamu yang berasap dari Lamongan ini menjelaskan belum banyak PT khususnya prodi ilmu hadis melirik kajian hadis dan media dalam kurikulumnya. Setidaknya hanya UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang memiliki 12 SKS dan tiga matakuliah dalam merespons fenomena tersebut.

Baca juga: https://www.asilha.com/2019/10/26/prodi-ilmu-hadis-iiq-an-nur-adakan-review-kurikulum-berbasis-kitab-turas-klasik/

Kajian atas new media yang menjadikan bagian perkembangan hadis di era Teknologi Informasi. Oleh karenanya hanya mereka yang memiliki kualitas keilmuan tentang hadis yang mampu mengkaji atas fenomena data besar yang berseliweran di dunia maya ini. Sehingga hadis mampu dipahami dikaji mereka yang memiliki kapasitas keilmuan dari ahlinya. (MAS)

159 total views, 3 views today

Posted in Berita.