Menghadirkan Akhlak Nabi dalam Kerinduan melalui Maulid Nabi

Muhammad Arif Bakhtiar

UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

19105030087@student.uin-suka.ac.id

Terdapat suatu peristiwa yang sangat luar biasa, dimana fenomena bumi dan langit seakan lagi ceria, penduduk dunia dibuatnya bahagia, keburukan-keburukan menyembah selain kepada Tuhan yang satu (tauhid) termusnahkan dengan kehadirannya. Seakan tuhan akan mengirimkan sebuah hadiah, melalui keajaiban-keajaiban yang tak terduga sebelumnya. Mengenai sebuah kepercayaan dari kitab-kitab umat terdahulu melambangkan sosok manusia pemimpin seluruh umat manusia akan tiba dimuka bumi.

Tepat pada tanggal 12 Rabiul Awal tahun gajah,  di lahirkannya sosok tokoh revolusioner sejati dimuka bumi dalam memimpin manusia dari zaman kegelapan menuju jalan yang terang benderang. Beliau merupakan makhluk utusan dari sang tuhan sebagai pembawa amanat untuk menyempurnakan akhlaq manusia tanpa melihat latar belakang siapa dan dari mana berasal dengan membawa pedoman hidup berupa kitab suci Al-Qur’an. Dalam hadisnya menyebutkan bahwa “Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan keshalihan akhlak.” (HR. Ahmad). Sejak masih kecil beliau sudah diajarkan bagaimana cara menjadi seorang pemimpin dengan sikap dan prilakunya yang jujur dan adil dalam berinteraksi kepada orang lain, sehingga Nabi dinilai baik dan mendapat gelar Al-Amin (orang yang terpecaya) dan Shadiq (orang yang benar).

Nabi muhammad saw tak hanya dikenal sebagai pemimpin umat Islam, tapi beliau juga dikenal sebagai seorang negarawan teragung, hakim yang adil, pedagang terjujur, pemimpin militer terhebat, dan pejuang kemanusiaan tergigih. Terbukti jelas dengan adanya kemajuan umat Islam pada masa itu, yang mampu menaklukkan bangsa-bangsa terkemuka untuk menjadi pemimpin umat yang cenderung menghendaki perubahan secara menyeluruh dan mendasar sebagai bentuk mendirikan suatu bangunan yang kokoh, yakni Agama Islam.

Melihat seiring berkembangnya zaman umat manusia (Islam) khusunya, banyak disibukkan dengan hal yang bersifat duniawi, sehingga ketika mengalami sebuah kesusahan dan mengalami kemerosotan dalam beraagama, bernegara, bersosial, dan lain sebagainya. Mereka lupa bahwa dunia yang dialaminya tidak sebegitu berat dibandingkan dengan apa yang telah diemban oleh  Nabi Muhammad saw yang mengharuskan beliau tetap gigih di garda terdepan, melakukan kebaikan dan mencegah akan perbuatan dosa. Padahal beliau sudah dijamin oleh Allah Swt surga baginya.

Dengan adanya maulid Nabi saw sebagai bentuk dalam meneladani akhlaq mulia beliau, untuk dijadikan refleksi umat Islam agar kembali membangkitkan semangat juang dalam menjalankan nilai-nilai yang beliau ajarkan. Didalam peringatan maulid Nabi dapat kita jadikan momentum untuk mempersatukan kembali hati yang tercerai, suku yang terberai, dan persaudaraan yang sempat terpisahkan. Oleh sebab itu, adanya maulid Nabi dapat mempersatukan umat Islam dan juga mengobati rasa rindu terhadap baginda Nabi saw.

Di dalam maulid Nabi terdapat ceramah agama mengenai sejarah hidup nabi Muhammad sebagai bahan renungan untuk tolak ukur sebarapa jauh selisih subtansi amal kita terhadap amal beliau, baik dalam hablun min Allah, hablun min annas, maupun hablun min alam. Dengan tujuan agar dapat mengetahui mana saja perbuatan kita yang harus dilakukan dan dihilangkan.

Kemudian acara sholawatan, seperti: membaca maulid  barzanji, maulid simthud duror, maulid diba’dan maulid burdah. Sebagai bentuk menghadirkan Nabi saw, ketika rindu sedang melanda, seakan-akan pada suatu majelis dengan merenungi atau membayangkan bahwa Nabi itu masih hidup, meneladani betul perjuangan beliau dan mengimplementasikan ke dalam kehidupan sehari-hari.

Pada masing-masing daerah dalam memperingati maulid Nabi berbeda-beda, secara garis besar di Indonesia banyak disebut dengan grebeg maulid, muludan, wewehan, sekaten dan lain sebagainya. Peringatan ini sebagai bentuk rasa syukur, kebahagiaan, dan untuk mempersatukan persaudaraan sesama umat Nabi saw. Menghadirkan Akhlak Nabi dalam Kerinduan melalui Maulid Nabi saw.

 2,212 total views,  6 views today

Posted in Opini.