Seni Bertawasul Melalui Shalawat kepada Nabi Muhammad saw. dalam Rangka Memperingati Maulid Nabi

Dinda Duha Chairunnisa’

UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

19105030009@student.uin-suka.ac.id

 

Hari berbahagia bagi penganut agama islam sebentar lagi akan tiba. Kumandang sholawat dan syair-syair cinta bagi Sang Musthofa segera digemakan. Memasuki bulan ke-3 dalam kalender islam (hijriyah) yakni bulan Rabi’ul Awal menjadi moment istimewa bagi umat islam seluruh dunia. Rabi berarti musim semi dan awal berarti permulaan. Sehingga Rabi’ul Awal berarti musim semi awal, dimana menjadi permulaan untuk menyambut bulan yang penuh rahmat di dalamnya.

 

Tercatat pada hari ke-12 di bulan Rabi’ul awal telah lahir sosok suri tauladan yang baik dari rahim seorang ibu bernama Siti Aminah dan ayahnya Abdullah. Bulan yang mulia ini, telah menjadi saksi bisu lahirnya seorang insan pilihan, lagi berakhlak qur’an yakni kekasih Allah swt penutup para nabi ialah Nabi Muhammad saw. Sejarah Maulid atau kelahiran Nabi merupakan rekam jejak perjalanan penting dalam kehidupan Rasulullah saw. dan juga agama islam tentunya.

 

Maka dari itu, umat muslim memperingati peristiwa ini pada setiap 12 Rabi’ul Awal yang kali ini bertepatan pada hari Kamis tanggal 29 Oktober 2020. Menjadi hari yang paling dinanti-nanti setiap kaum muslim di bumi. Dalam memperingati maulid nabi, ada banyak cara merayakannya, diantaranya ialah dengan membaca kembali sejarah Nabi, biografinya, melafalkan syair-syair barzanji, maupun melakukan pawai.

 

Biasanya perayaan maulid nabi ditengah masyarakat islam sudah terasa sejak hari pertama bulan Rabi’ul Awwal hingga akhir bulan. Namun kali ini, suasana perayaan maulid nabi seantero jagad raya terasa berbeda, hanya bisa dilakukan dirumah masing-masing dan sebagian tetap akan melaksanakan perayaan dengan mematuhi protokol kesehatan yang ada, mengingat wabah covid-19 yang belum juga mereda di tanah air. Namun, tidak menutup kemungkinan untuk kita tetap bergembira menyambut kelahiran Rasulullah saw. Moment ini juga sebagai bentuk mahabbah kita pada beliau, meski ditengah pandemi semakin bertambah ketaqwaan kita pada Allah Swt. dan juga nabi Muhammad saw.

 

Menjadi bulan pengagungan kepada Baginda Rasulullah saw. maka sudah seharusnya kita sebagai umat beliau memuliakan kelahirannya dengan banyak bershalawat kepadanya.  Dengan mengucapkan “Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad.” Ucapan shalawat seakan-akan sebagai mantra bagi sang pencinta (umat) kepada yang dicinta (Muhammad saw.). Siapa sangka kalimat sakti inilah yang Rasulullah janjikan sebagai syafa’at pertolongan beliau di akhirat kelak. Inilah amalan yang sederhana namun efeknya luar biasa bagi kehidupan manusia. Adapun keutamaan orang yang bershalawat di antaranya; dikabulkan doanya oleh Allah SWT, dijanjikan pahala berlipat, diangkat derajatnya, dihadiahi surga, dan mendapat  syafaat Nabi saw. Aamiin

 

Sebagaimana firman Allah Swt. yang menganjurkan agar kita banyak bershalawat terdapat dalam  QS. Al-Ahzab (33) : 56

اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا – ٥٦

Artinya : “Sesungguhnya Allah dan dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi.Wahai orang-orang yang beriman bershalawat lah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya”

 

Dalam wahyu diatas dapat kita ambil ibrah, bahwasanya saking mulianya Baginda Rasulullah saw. Allah Swt. pun juga bershalawat memberi penghormatan kepadanya. Lantas dengan alasan apa kita tidak bershalawat kepadanya?. Siapakah kita yang hanya diciptakan dari tanah dan bukan pula orang yang dijanjikan Allah sebagai penghuni surga?. Semoga perayaan maulid nabi ditengah pandemi ini menjadi waktu yang tepat untuk bermuhasabah diri dan menambah mahabbah kita pada Nabi Muhammad saw dengan cara bertawasul kepadanya, melantunkan shalawat sebanyak-banyaknya. Aamiin ya rabbal’alamin

 2,836 total views,  6 views today

Posted in Kajian.