Sofia Rizki Julianti
UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA
20204031022@student.uin-suka.ac.id
Maulid Nabi merupakan peringatan yang sering dirayakan oleh umat Islam sebagai hari lahir Nabi Muhammad saw. Yang mana setiap masyarakat muslim di Indonesia memperingati maulid Nabi dengan berbagai perayaan-perayaan keislaman yang berbeda-beda dalam setiap daerahnya.
Di Bangka Belitung tekenal dengan tradisi nganggung, yang masih dilaksanakan disebagian daerah salah satunya yaitu di desa Kemuja. Desa Kemuja merupakan desa yang masih melaksanakan tradisi nganggung yang dilakukan secara turun-temurun yang dilaksanakan pada hari-hari besar Islam salah satunya yaitu pada peringatan hari maulid Nabi.
Tradisi nganggung merupakan tradisi Kepulauan Bangka Belitung yang melibatkan masyarakat banyak. Dalam kegiatan nganggung masyarakat membawa berbagai jenis makanan yang diletakkan di atas dulang dan dibawa ke mushola atau masjid. Dulang merupakan tempat untuk menyimpan makanan yang ditutup dengan tudung saji, yang memiliki warna dan motif yang khas. Makanan-makanan yang dibawa tersebut dikumpulkan secara bersamaan menjadi sebuah hidangan yang bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat tanpa terkecuali.
Tradisi nganggung dalam memperingati maulid Nabi di desa Kemuja bisa disebut sebagai perayaan yang paling meriah. Dibandingkan peringatan hari besar Islam yang lainnya. Penggelaran festival-festival keislaman yang meriah dilaksanakan dengan jangka waktu beberapa hari dan mengadakan nganggung bersama.
Acara nganggung atau yang terkenal di daerah Bangka Belitung dengan istilah lebaran menjadi suatu ciri tradisi yang bisa dirayakan oleh masyarakat luas. Masyarakat dari luar desa pun bisa mengikuti acara nganggung di desa kemuja ini. Bersilaturahmi dengan cara mengunjungi rumah ke rumah dan makan bersama menjadi tanda penghargaan kepada pemilik rumah, sekalipun tidak saling mengenal.
Ciri khas tradisi nganggung dalam memperingati maulid Nabi Muhammad saw bukan hanya untuk perayaan semata. Nilai-nilai yang dapat diambil dari tradisi nganggung ini untuk mengingatkan kembali terhadap sosok keteladanan Nabi Muhammad saw dan melaksanakan semua ajaran-ajaran yang telah berikan seperti contohnya menjalin silaturahmi dan bersedekah.
Sebagaimana dalam sebuah hadist yang diriwayahkan oleh HR Bukhari menjelaskan perintah untuk melaksanakan ibadah kepada Allah dengan sempurna jangan bersikap syirik, lalu perintah untuk mendirikan sholat, menunaikan zakat, dan jalinkan tali silaturahmi dengan orang tua dan saudara. Dari penjelasan hadist tersebut dapat dikaitkan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi nganggung yang selama ini masih terus dilaksanakan disebagian desa di Kepulauan Bangka Belitung.
Dengan acara perayaan nganggung maulid Nabi yang begitu meriah, biasanya persiapan yang dilakukan oleh masyarakat sekitar dapat dilakukan kurang lebih satu minggu sebelum perayaan maulid Nabi. Seperti menyiapkan dalam segi tempat dengan membersihkan lingkungan desa atau mempersiapkan makanan yang akan dihidangkan. Persiapan itu harus dilakukan dengan sangat baik.
Tetapi dengan keadaan sekarang pada masa pandemik ini dalam perayaan maulid nabi yang bertepat pada tanggal 29 Oktober 2020. Masyarakat di desa kemuja tidak melakukan persiapan yang khusus, karena masyarakat sudah mengetahui bahwa tidak memungkinkannya dilaksanakan acara yang melibatkan banyak orang.
Walaupun kegiatan perayaan nganggung dalam menyambut peringatan maulid Nabi pada tahun ini tidak dilaksanakan seperti biasanya. Tetapi masyarakat masih tetap bersenang hati dalam menyambut maulid Nabi ini. Walaupun dilaksanakan dengan cara merayakan nganggung hanya bersama keluarga terdekat, membaca barzanji dan tak lupa memperhatikan pengambilan hikmah dari nilai-nilai keteladanan Nabi Muhammad saw.
6,512 total views, 8 views today

Sebagai sebuah ijthad dalam rangka mengembangkan kajian Studi Hadis di Indonesia dibentuklah sebuah perkumpulan yang dinamakan dengan Asosiasi Ilmu Hadis Indonesia (ASILHA). Sebagai sebuah perkumpulan ASILHA menghimpun beragam pemerhati hadis di Indonesia. Himpunan ini terdiri atas akademisi dan praktisi hadis di Indonesia dengan memiliki tujuan yang sama.

