Hafizhatul Munawwarah
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
20204031019@student.uin-suka.ac.id
Mengetahui tentang hadis pertama kali saya dapatkan ketika saya bersekolah kelas 1 Madrasah Tsanawiyah (MTs) yang berada di kota Amuntai (Kalimantan Selatan), selama sekolah kelas 1 MTs sampai saya kelas 3 MA pembelajaran hadis yang diterapkan di sekolah saya yaitu metode menghafal, kelas 2 sampai 3 MA dan kuliah S1 semester 3 ada Ilmu hadis yang lebih mendalam lagi yang saya pelajari.
Ketika sekolah saya banyak menemui teman-teman dari berbagai kabupaten bahkan provinsi, yang mana antara satu dan yang lainnya memiliki banyak sekali perbedaan dalam hal suku, adat, bahasa dan tentunya dalam hal bergaul pun juga sangat berbeda.
Manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri, di era sekarang pergaulan anak muda sudah mulai tidak mengikuti ajaran agama Islam, yang mana seperti kita ketahui anak muda zaman sekarang dalam bergaul sudah tidak mementingkan mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang boleh dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan.
Dalam agama Islam tidak hanya mengajarkan umatnya dalam hal beribadah kepada penciptanya, akan tetapi agama Islam juga mengajarkan tata cara pergaulan yang baik dan berakhlak terhadap sesama makhluk hidup (manusia).
Seperti yang kita ketahui bahwa Allah menciptakan manusia berbagai macam sifat yang berbeda-beda, agar menghindari konflik-konflik dikemudian hari, maka dalam ajaran agama Islam tentang hal pergaulan dengan teman sebaya sudah diatur sebaik mungkin.
ETIKA PERGAULAN ISLAM
Kata etika berasal dari kata Yunani yaitu ethos yang berarti karakter, kebiasaan. Kata etika juga bisa diartikan sebagai adat atau tata cara, yang mana dalam ajaran agama Islam etika dalam pergaulan yaitu berbudi pekerti yang baik apalagi dalam hal bergaul dengan teman sebaya.
Teman sebaya, karib, ataupun sahabat adalah orang yang bisa kita jadikan kakak ataupun adik karena dari segi usia tidak terpaut jauh dari kita, maka dalam hal bergaul dengan teman sebaya hendaknya mengutamakan akhlak yang baik, tutur kata yang baik, perilaku yang baik, saling tolong menolong, pendengar yang baik, menghargai, mengalah, menjaga dan mengasihi.
Pergaulan ini mengajarkan kita untuk saling menghargai sesama, hal ini ditinjau dari hadis Nabi yang diriwatkan oleh Bukhari “apabila berkumpul tiga orang janganlah yang 2 orang berbisis-bisik (bicara rahasia) dan meninggalkan orang yang ketiga”.
Dalam hadis di atas dijelaskan bahwa dalam hal pergaulan hendaknya kita selalu menghargai perasaan teman yang lain, walaupun pada saat itu kondisinya kita tidak membicarakannya orang ketiga, karena seperti yang kita ketahui bahwa sifat manusia apalagi seorang permpuan adalah perasa, takutnya ketika dalam hal berbica tidak melibatkan orang ketiga ada perasaan salah paham yang mana akan melibatkan perselisihan dikemudian hari.
Dalam hadis yang lain yang diriwatkan oleh Athabrani “amal perbuatan yang paling disukai Allah sesudah yang fardu (wajib) ialah memasukkan kesenangan ke dalam hati seorang muslim”, dan juga diriwatkan dari Mashabih Assunnah “senyummu kewajah saudaramu adalah shdaqah”.
Dari hadis diatas dapat dipahami yaitu Allah menyukai amal perbuatan kita yang membuat hati teman sebaya kita senang, misal selalu ada disaat dibutuhkan, dan selalu mengasihinya, dan Allah juga menyukai setiap kita bertemu teman hendaknya kita selalu tersenyum kepadanya, karena dalam Islam tersenyum kepada teman termasuk sedekah.
Dalam hadis yang lain juga dalam hal Pergaulan hendaknya kita selalu toleran dan mengalah terhadap teman agar tidak memicu pertingkaian dikemudian hari, seperti hadis yang diriwatkan oleh Ar-Rabi’I “Jibril Alaihissalam yang aku cintai menyuruhku agar selalu bersikap lunak terhadap orang lain”.
Dalam hadis lain juga diriwatkan oleh Attirmidzi dan Ahmad Nabi mengatakan ”hendaklah kamu saling memberi hadiah, sesungguhnya pemberian hadiah itu dapat melenyepkan kedengkian”. Dalam ghadis tersebut dapat diketahui bahwa pemberian hadiah juga dapat membuat pergaulan pertemanan semakin mengesankan.
Hadis yang lain yang diriwatkan oleh Muslim, Nabi berkata “tahukah kamu apa ghibah itu? Para sahabat menjawab, “Allah dan Rasulnya lebih mengetahui”. Nabi bersabda “menyebut-nyebut sesuatu tentang saudaramu adalah hal-hal yang tidak dia sukai.
Dari hadis di atas, dalam hal pergaulan kita juga dilarang untuk membicarakan tentang teman, apalagi membicarakan hal-hal buruk teman kita (ghibah), seperti yang kita ketahui ghibah dalam hal pergaulan itu mungkin tidak bisa dihindari karena sifat manusia adalah suka mencari-cari kesalahan orang lain.
Akan tetapi kita bisa menghindari ghibah tersebut dengan cara jika ada sekelompok orang-orang yang menghibah kita alangkah baiknya kita ajak kelompok tersebut untuk membicarakan hal-hal lain yang lebih bermanfaat atau meninggalkan kelompok tersebut.
Seperti hal-hal diatas, dalam kehidupan banyak sekali saya dapatkan, banyak pertemanan yang berselisih paham hanya karena teman yang lain menganggap temannya tidak menghargainya, alangkah baiknya kita sesama makhluk hidup hendaknya selalu saling tolong menolong, menjadi pendengar yang baik, menghargai, mengalah, menjaga dan mengasihi. Semoga Allah selalu merahmati kita semua, Aamiin.
22,152 total views, 10 views today

Sebagai sebuah ijthad dalam rangka mengembangkan kajian Studi Hadis di Indonesia dibentuklah sebuah perkumpulan yang dinamakan dengan Asosiasi Ilmu Hadis Indonesia (ASILHA). Sebagai sebuah perkumpulan ASILHA menghimpun beragam pemerhati hadis di Indonesia. Himpunan ini terdiri atas akademisi dan praktisi hadis di Indonesia dengan memiliki tujuan yang sama.

