Di Group ASIlHA lagi ramai diskusi singkatan nama prodi ilmu hadis apakah IH atau ILHA, semua sepakat ILHA agar tidak mirip dengan yang di Ilmu Hukum (IH). IlHA jika dibaca orang Arab dari kanan jadi AHLI. Cukup menarik bukan. Apalagi nama asosiasinya. ASILHA, Asosiasi disingkat menjadi AS ditambah nama prodi ILHA. Hal tersebut semata di awal pembentukan asosiasi ini adalah perkumpulan dari Prodi Ilmu Hadis.
Pertumbuhan dan perubahan dari STAIN ke IAIN dan UIN akan menjadikan persoalan dalam penentuan singkatan sebuah prodi. Bagi institusi UIN Sunan Kalijaga atau institusi UIN lainnya seperti UIN Alauddin Makassar (UINAM) yang sudah ada prodi Ilmu Hukum sudah ada jauh sebelum pemekaran Jurusan TH, akan menimbulkan kesamaan singkatan. IH sudah identik dengan Prodi Ilmu Hukum yang berasa di Fakultas Syari’ah dan Hukum. Sebagai pendatang baru, tentunya Prodi Ilmu Hadis lebih baik menggunakan akronim yang berbeda dengan yang sudah ada sebelumnya.
Fenomena pembakuan nama prodi pemekaran dari Jurusan TH di atas menjadi penting agar tidak terjadi kemiripan dan kesalahan dalam pembacaan di beragam lini baik dalam sistem maupun lainnya. Sehingga di dalam penyebutan Prodi Ilmu Hadis akan menjadi ILHA baik di STAIN, IAIN dan UIN. Lewat Asosiasi Ilmuhadis keberadaan nama prodi seharusnya disebut dengan Ilmu Hadis (ILHA) agar beragam tasyabuh tidak terjadi lagi seiring dengan berkembangnya institusi yang sedang berjalan di Kementrian Agama. (MAS)
5,357 total views, 2 views today

Sebagai sebuah ijthad dalam rangka mengembangkan kajian Studi Hadis di Indonesia dibentuklah sebuah perkumpulan yang dinamakan dengan Asosiasi Ilmu Hadis Indonesia (ASILHA). Sebagai sebuah perkumpulan ASILHA menghimpun beragam pemerhati hadis di Indonesia. Himpunan ini terdiri atas akademisi dan praktisi hadis di Indonesia dengan memiliki tujuan yang sama.
