Anjuran Menikah dalam Perspektif Hadis

Endang Suryadi

Mahasiswa UIN sunan Kalijaga

 

 

Menikah adalah suatu hal yang sangat didambakan oleh setiap orang khususnya bagi orang-orang yang sedang menjalin kasih. Jenjang kehidupan dengan pernikahanlah seseorang dapat menemukan puncak kebahagiaan dalam mencintai. Sebab jika sudah terikat dalam bahtera rumah tangga seseorang dapat melakukan apa saja yang diinginkan mulai dari menjalani kehidupan bersama dan beribadah bersama hingga akhir menutup mata. Menikah juga merupakan ketentuan dari Allah swt. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa selalu ada hikmah dibalik ketentuan Allah swt.seperti halnya menikah. sebagaimana yang telah dijelaskan dalam QS.al-Nur (24): 21:

 

وَمِنْ اٰيٰتِهٖ اَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَجاَلِّتَسْكُنُ اِلَيْهاَوَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةًوَرَحْمةً ،اِنَّ فِيْ ذَالِكَ لاَٰيٰتٍ لِقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ

 

Artinya: Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia (Allah swt.) menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dia menjadikan di antaramu kasih dan sayang.  Sungguh pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah swt.) bagi kaum yang berfikir.

 

Dalam kandungan ayat di atas banyak sekali karunia Allah swt. yang telah diberikan kepada manusia, Dengan kebesaran-Nya dia menjadikan di antara kita berpasang-pasangan agar kita dapat menjalani kehidupan dengan tentram. Menikah juga bukan hanya sekedar untuk mendapatkan kesenangan dan ketentraman dalam menjalani kehidupan,

 

Salah satu sunnah yang diperintahkan Nabi saw adalah menikah. Nabi saw. sebagai seorang Nabi saw. tidak saja beribadah shalat, puasa dan tidak menikah selama hidpnya. Nabi saw. beribadah sha;at dan tidur, menjalankan puasa dna berbuka dan menikah.

 

وَقَالَ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ: {النِّكَاحُ سُنَّتِيْ فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِيْ فَلَيْسَ مِنِّيْ}

 

Artinya: Nikah merupakan sunnah Nabi saw. barangsiapa yang tidka menyukai sunnah Nabi saw. bukan dari golonganku.

 

Selain hadis di atas juga terdapat anjuran Rsulullah saw. kepada pemuda untuk melangsungkan pernikahan sebagaiman sabdanya sebaai berikut:

يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ

Artinya: “Wahai para pemuda, barangsiapa yang memiliki kecukupan materi dan lainnya nafkah batin, maka menikahlah.  Hal tersebut menikah dapat menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Barangsiapa yang belum mampu menjalankan pernikahan, maka solusinya adalah melaksanakan puasa. Hal tersebut bagai obat pengekang hawa nafsunya.” (HR. Bukhari no. 5065 dan Muslim no. 1400)

Dalam hadis ini ditegaskan bahwa jika kita memang benar-benar mencintai Sunnah nabi Muhammad saw. maka hendaknya kita menjalankan syari’atnya dan salah satu diantaranya yaitu menikah. Hal tersebut asal telah memenuhi syarat sesuai dengan peraturan yang berlaku dan mempelai berdua mampu menjalankannya dengan baik.

 

Nmun, jika belum mampu cukup dalam menjalankan pernikahan yaitu atas nafkah maka ada jalan lain yaitu puasa. Puasa merupakan solusi dalam menjaga hawa nafsu dan hal ini biasa dilakukan karena melalui puasa ini hasrat kemanuisaan menjdi terkikis.

 

Untuk menjadi warga negara yang baik di Indonesia perlu mentaati peraturan yang ada. Peraturan tentang pernikahan yaitu UU No 1 tahun 1974 yang mana menjelaskan bahwa wanita boleh menikah ketika usianya sudah menginjak 19 tahun dan untuk laki-laki 25 tahun. Namun hal ini tidak berlaku untuk saat ini nyatanya banyak pasangan yang menikah dibawah usia yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

 

Banyaknya pernikahan muda akan menimbulkan beragam resiko dalam kehidupan rumah tangga mereka. Selain ketidaksiapan secara biologis dalam bereproduksi juga rentan kekerasan terhadap rumah tangga. Selain itu mudah terjadinya perceraian karena belum matang pribadi secara psikologis.

 

Hal yang penting adalah mengorbankan masa muda dengan beraga, bentuk aktivitasnya. Bahkan dalam hal ini berapa banyak orang yang menikah muda menjadi berhenti belajar bahkan cita-citanya terkubur  dalam-alam. Tanggung jawab sebagai suami dan isteri tentu masih belum terptri dalam pribadi masing-masing.

 

Kenyataan di atas menjadikan menikah lebih baik sesuai anjuran pemerintah dan demi kebahagiaan serta kelanggengan usia pernikahannya. Menikah untuk bahagia dan selamanya dalam mencari keridaan ILahi dengan sunnah Nabi saw.

 3,610 total views,  12 views today

Posted in Opini.