Teori Sosial Studi Hadis Antara Kaum “ Teoritis “ dan “Praktis”

Nidia Al Barida

Dalam dunia penelitian terdapat dua unsur ilmu,yaitu “ ilmu teoritis” dan “ilmu praktis”.Ilmu teoritis adalah sebuah ilmu yang muncul dari sebuah pendapat atau gagasan seorang cendikiawan yang bersifat ilmiah dan murni.Sedangkan ilmu praktis yaitu suatu konsep kajian yang bersifat realitas dan membutuhkan pengaplikasian atau sebuah ilmu yang membutuhkan praktik di lapangan untuk membuktikan keabsahan suatu gagasan yang di kaji.

Sementara dalam dunia pendidikan terdapat dua unsur mengenai “teoritis” dan “praktis” yang biasa disebut dengan “teori pendidikan” dan “praktik pendidikan”.Teori pendidikan adalah seperangkat pengetahuan yang telah disusun secara mendasar untuk menggambarkan,menjelaskan,menelaah,dan mengontrol berbagai gejala dan persoalan yang terjadi dalam lingkup  pendidikan yang berasal dari perenungan-perenungan secara mendalam untuk melihat dunia pendidikan secara lebih luas.Sedangkan praktik pendidikan adalah sebuah usaha secara terencana dan sadar untuk mewujudkan pembelajaran yang aktif dan menyenangkan serta menghasilkan proses belajar yang dapat mengembangkan peserta didik menjadi aktif,cerdas,mempunyai potensi,meiliki pengendalian diri yang baik,barkhlak,dan memiliki berbagai keterampilan yang sangat di butuhkan untuk dirinya dan masyarakat.

Dalam pembahasan mengenai “teoritis” dan “praktis” dalam dunia penelitian dan pendidikan di atas,kita dapat secara singkat mengetahui perbedaan antara “teoritis” dan “praktis” bukan? Lalu apa yang dimaksud dengan kaum “teoritis” dan “praktis”?

Kaum “teoritis” adalah seseorang yang memiliki kesibukan atau ketertarikan yang timbul dari dirinya sendiri untuk mengarungi dan mendalami ilmu pengetahuan dalam sudut pandang teori.Kelompok teoritis ini memiliki karakteristik perlu banyak teori untuk melakukan suatu tindakan.kelompok ini cenderung sedikit dalam bertindak dan sangat mengedepankan teori.Orang-orang modern banyak yang menyebutnya “kutu buku yang hanya memikirkan diri sendiri”.Artinya,seseorang yang termasuk dalam kelompok ini adalah orang yang sangat haus akan ilmu pengetahuan.menelisik dari kacamata hadis,bagaimanakah pentingnya seseorang harus berilmu? Berikut penulis mengutip beberapa hadis pentingnya seseorang memiliki ilmu pengetahuan :

 

.طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَة عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

“ Menutut ilmu itu wajib atas setiap muslim” ( HR. Ibnu Majjah no. 224 dari Sahabat Anas bin Malik radiyallahu ‘anhu,di shahihkan Al-Albani dalam Shahiih Al-Jaami’ish Shaghiir no.3913 ).

 

.مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا، سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيْقًا إِلَى الْجَنَّةِ

 

“ Barangsiapa menelusuri jalan untuk mencari ilmu,Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga”. (HR.Muslim)

Dari hadis  di atas dapat di pahami bahwa menuntut ilmu adalah sebuah kewajiban bagi seseorang terutama umat islam.Dari kata wajib maka dapat disimpulkan tidak ada dari kita yang bisa menunjukkan suatu bentuk penolakan untuk menuntut ilmu.Dan bagi siapa saja yang mau berjuang dalam menuntut ilmu Allah telah memberikan reward bagi mereka jalan menuju surga.

Lalu bagaimana dengan kaum praktis?

Kaum “praktis” adalah seseorang yang hampir sama dengan orang teoritis,ia lahir dari rahim yang sama namun kelompok ini lebih memilih kehidupan secara praktis dan mereka menyimpulkan sebuah teori secara singkat.Kelompok praktis memiliki karakteristik “Satu teori untuk satu tindakan atau bahkan untuk beberapa tindakan”.Keompok ini cenderung lebih banyak bertindak dari pada berteori.Orang-orang modern menyebut mereka sebagai “penikmat kopi untuk berdiskusi dan kemudian di eksesusi.”.Artinya kelompok ini lebih memiliki ketertarikan lebh banyak bertidak untuk melakukan kebermanfaatan untuk lingkungan sekitar.Kembali lagi,menelisik dari kacamata hadis,bagaimanakah pentingnya bermanfaat untuk lingkungan sekitar? Berikut penulis mengutip sebuah hadis tentang bagaimana pentingnya menyebar kemanfaatan untuk lingkungan sekitar :

 

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ

 

“Manusia terbaik adalah yang mampu bermanfaat untuk manusia lain” ( HR.Ahmad ath-Thabrani,ad-Daruqutni.Hadis ini dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami’ no.3289 ).

Hadis di atas dapat di ambil kesimpulan bahwa sebaik-baiknya seseorang adalah orang yang mampu memberikan manfaat terhadap orang lain dan lingkungan sekitar.Dengan melakukan tindakan manfaat kepada orang lain maka akan mempermudah urusan orang lain dan membuat orang lain bahagia.Dengan menyenangkan hati orang lain,maka itu akan menjadi ladang pahala.

Dari penjelasan di atas,termasuk dalam kelompok manakah anda? Sikap manakah yang harus dimiliki oleh manusia sebagai hamba Tuhan di bumi? Dari sikap kaum teoritis yang memiliki ketertarikan dengan ilmu pengetahuan,penulis mengutip perkataan seorang ulama tentang pentingnya menuntut ilmu.Abdullah bin Mas’ud radiyallahu ‘anhu beliau apabila meliahat para pemuda yang giat mencari ilmu beliau berkata : “Selamat datang wahai sumber-sumber hikmah dan kalian para penerang segala kegelapan.Walaupun pakaian kalian telah usang hati kalian tetap baru.kalian mengurung di rumah untuk mempelajari ilmu.Kalian adalah yang menjadi kebanggan setiap suku”.Dan dari kaum praktis yang lebih banyak dalam bertindak untuk memberikan kemanfaatan,penulis mengutip perkataan seorang tokoh bangsa,Ir.Soekarno berkata : “Aku lebih senang pemuda yang minum kopi sambil memikirkan tentang bangsa ini,daripada penikmat buku yang memikirkan kepentingan dirinya sendiri”.

Jika direnungkan kembali sikap “teoritis” dan “praktis” keduanya memiliki hubungan yang sangat erat.seseorang yang hanya paham atau mengerti teori tetapi tanpa adanya tindakan yang nyata maka semuanya sia-sia.Misalkan seseorang yang paham teori bagaimana pengolahan sampah yang benar,mendaur sampah yang benar,memilah sampah yang organik dan non organik tetapi dalam prakteknya dia masih sering buang sampah sembarangan dan tidak ada sikap kepedulian bertindak nyata maka teori yang ia pahami bersifat belaka.Dan sebaliknya,jika yang hanya mengedepankan tindakan tanpa memahami teori dan  bisa memahami resiko dari tindakannya maka tindakan tersebut hanya sebuah kecerobohan.Ilmu tanpa menghasilkan kemanfaatan adalah sesuatu yang tabu,dan tindakan yang di dasari tanpa adanya ilmu adalah tindakan yang bodoh.Maka alangkah baiknya menyeimbangkan sikap “teoritis” dan “praktis”.

 2,174 total views,  2 views today

Posted in Kajian.