Hadirnya Karang Taruna Sebagai Kepekaan Masyarakat dalam Perspektif Hadis

Nurul Septiana Effendy Putri

19105050059

Melihat dari perkembangan zaman sekarang banyak remaja yang kurang akan kepekaan/ acuh terhadap lingkungan sekitar. Padahal remaja sangat berpengaruh dalam perkembangan bangsa dan juga dalam kegiatan sosial yang ada di masyarakat.

Dilihat dari kutipan Ir. Soekarno, yang bermakna betapa pentingnya para pemuda untuk menjadi penerus bangsa dan Negara. “Beri aku 1000 orang tua, niscaya akan ku cabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya, akan ku guncangkan dunia”

Dalam Hadis Shahih riwayat At- Tirmidzi No. 2416;

عَنْ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ قَالَ: لَا تَزوْلُ قَدَمُ ابْنُ اَدَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عِنْدِ رَبِّهِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ خَمْسٍ عَنْ عُمُرِهِ فِيْمَ أَفْنَاهُ وَعَنْ شَبَا بِهِ فِيْمَ أَبْلَاهُ وَ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَ فِيْمَ أَنْفَقُهُ وَمَاذَا عَمِلَ فِيْمَا عَلِمَ

“Dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda: Tidaklah kaki anak Adam bergeser pada hari kiamat dari sisi Rabb- Nya sehingga ditanya tentang lima hal; tentang umurnya dia habiskan untuk apa, tentang masa mudanya untuk apa dia pergunakan, tentang hartanya dia peroleh dari mana dan untuk ke mana dia infakkan, dan tentang ilmunya apakah yang sudah dia lakukan.”

Dengan hadirnya lembaga organisasi Karang Taruna di masyarakat, berharap dapat menjadikan para pemuda dan remaja untuk lebih peka terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar, meningkatkan kebersamaan untuk saling tolong-menolong, belajar untuk memiliki rasa tanggung jawab, memperkuat tali silaturahmi antara pemuda dan remaja Karang Taruna dengan masyarakat, serta masih banyak lagi manfaat yang dapat diambil dari organisasi kemasyarakatan ini (Karang Taruna).

 

Maka dari itu, saya sebagai peneliti ingin mencari tahu, apa tujuan dibangunnya organisasi Karang Taruna itu, kemudian kegiatan apa saja yang biasanya dilakukan untuk menciptakan rasa kebersamaan antar warga, dan apa yang dirasakan oleh masyarakat dengan adanya organisasi Karang Taruna. Selain itu, berharap agar para remaja lainnya dapat bergerak untuk saling peka terhadap apa yang terjadi di lingkungan masyarakat, serta dapat meningkatkan rasa jiwa sosial para remaja.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode kualitatif, dengan melakukan wawancara ke anggota Karang Taruna itu sendiri dan Masyarakat. Dengan tujuan untuk mencari jawaban, dengan memperkuat dan memastikan kebenaran sebuah data.

Proses Penyusunan Kegiatan Baru

Dalam kegiatan Karang Taruna biasanya diadakan rapat setiap 1 bulan sekali atau setiap 3 minggu sekali. Biasanya diawali dengan evaluasi kegiatan/ acara sebelumnya, dengan adanya masukan- masukan untuk memperbaiki yang kurang di acara sebelumnya, agar untuk ke depannya dapat berjalan dengan baik.

Kemudian untuk persiapan, jika ada acara berikutnya, biasanya akan membahas masalah keuangan, menentukan jumlah berapa dana yang akan dibutuhkan, seperti apa konsep yang akan dibuat, menyusun kepanitiaan, menentukan siapa saja yang dapat diundang untuk mengisi acara tersebut, menentukan kapan berlangsungnya acara tersebut.

Hasil Analisa Permasalahan

Karang Taruna dijadikan sebagai wadah organisasi kepemudaan untuk mengembangkan kreativitas yang dimiliki oleh anak muda, maka dengan itu akan melahirkan kehidupan masyarakat yang mempunyai hubungan baik antara satu sama lain, saling tolong menolong, dsb. (Arif dan Adi, 2014: 191)

Menurut DPA (14 Januari 2021) sebagai anggota, Karang Taruna merupakan organisasi kemasyarakatan yang dijadikan sebagai wadah bagi masyarakat, khususnya para pemuda untuk ikut berkontribusi secara langsung di lingkungan masyarakat.

Salah satu organisasi Karang Taruna yang berada di Desa Mata Gara, sudah dibangun sejak sekitar akhir tahun 2017 atau awal tahun 2018. Yang menjadi bagian anggota organisasi Karang Taruna, ialah para remaja yang berusia 16-20 tahun, yang juga termasuk bagian dari anggota kepengurusan masjid.

Dengan tujuan supaya para pemuda juga ikut aktif di kegiatan sosial kemasyarakatan, adanya pengalaman ikut berorganisasi di masyarakat, dan pemanfaatan waktu agar tidak terbuang sia-sia. Inilah alasan mengapa ketua Rukun Warga (RW) membentuk organisasi Karang Taruna.

Berikut agenda rutin sebelum adanya pandemi covid- 19, yaitu melakukan gotong royong bersama warga sekitar dengan membersihkan fasilitas umum, menghadiri ustad/ ustadzah untuk kegiatan santunan anak yatim, maulid, kajian rutin, dsb.

Menurut ASB (14 Januari 2021) sebagai anggota, Karang Taruna merupakan organisasi yang ada di setiap Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW), sebagai wadah pengembangan generasi muda. Biasanya diikuti oleh para remaja yang berusia 15-18 tahun.

Karang Taruna ini dibentuk supaya para remaja dapat saling mengenal satu sama lain, dapat membantu acara yang ada seperti malam puncak 17 Agustus, menghadiri ustad/ ustadzah untuk mengisi ceramah, dsb.

Menurut SW (15 Januari 2021) sebagai masyarakat, dengan adanya Karang Taruna hubungan antar warga dapat terjalin dengan baik, meskipun Karang Taruna ini belum lama berdiri, akan tetapi sudah cukup banyak efek atau manfaat yang didapatkan dari organisasi Karang Taruna untuk saling tolong menolong, seperti acara besar yang dapat terorganisir dan kegiatan sosial lainnya.

Sebelumnya para warga di sini, bisa dibilang kurang peduli dengan apa yang terjadi di sekitar, masih terlalu bersikap masing- masing, masih kuat dengan egonya masing- masing. Tetapi dengan hadirnya Karang Taruna, hubungan antar warga semakin damai, tenteram, hubungan ukhuwah Islamiyah terjaga.

Dalam QS. Al- Maidah ayat 2, Allah berfirman;

وَتَعَا وَنُوْا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى، وَلَا تَعَاوَنُوْا عَلَى الْاِثْمِ وَالْعُدْوَانِ، وَاتَّقُوا اللهَ، اِنَّ اللهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ.

“Dan tolong- menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong- menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya siksaan Allah sangat berat.”

Dalam Hadis shahih riwayat Muslim No. 2699;

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهِ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمَ الْقِيَا مَةِ فِيْ الدُّنْيَا وَالْاَخِرَةِ

“ Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda: Barang siapa membebaskan seorang mukmin dari suatu kesulitan dunia, maka Allah akan membebaskan dari suatu kesulitan pada hari kiamat. Barang siapa memberi kemudahan kepada orang yang berada dalam kesulitan, maka Allah akan memberikan kemudahan di dunia dan akhirat.”

Kesimpulan yang dapat diambil dari hasil penelitian ialah, masih banyaknya pemuda yang kurang peduli dengan lingkungan sekitar, padahal di masyarakat pemuda sangat berpengaruh. Maka dari itu muncul organisasi kepemudaan yaitu Karang Taruna, untuk meningkatkan kebersamaan antar warga.

Para pemuda dan remaja menjadikan Karang taruna sebagai wadah untuk mengembangkan kreativitas yang dimiliki, dengan membuat kegiatan bersama yang dapat menimbulkan hubungan yang baik antar warga, adanya tolong menolong antar satu sama lain, serta mengajak para pemuda dan remaja lainnya untuk aktif di masyarakat dan juga peduli dengan lingkungan sekitar.

Sudah disebutkan di pembahasan terdapat dalil yang menyeru kita untuk berbuat baik (tolong- menolong), apalagi di kehidupan bermasyarakat kita manusia biasa yang pasti akan butuh pertolongan tetangga, kita tidak bisa hidup sendiri. Oleh karena itu, tidak ada salahnya untuk kita selalu membantu orang lain.

 1,456 total views,  4 views today

Posted in Kajian.