Dimas Surya Hanafi
19105030034
19105030034@student.uin-suka.ac.id
Indonesia adalah negara bhineka tunggal ika. Hal itu menyebabkan Indonesia memiliki banyak sekali budaya sehingga terkenal dengan negara multikultural. Hal itu didukung oleh faktor-faktor seperti luasnya negara indonesia yang menyebabkan perbedaan budaya, adat istiadat setiap daerah. Salah satu budaya tersebut adalah Maulid Nabi. Setiap daerah merayakan maulid nabi dengan cara yang berbeda-beda.
Maulid nabi jatuh pada tanggal 12 rabiul awal atau orang jawa sering menyebut bulan tersebut dengan sebutan “Mulud” yang diambil dari bahasa arab maulid yang artinya kelahiran. Orang jawa menamai bulan tersebut dengan “Mulud” karena dalam bulan tersebut Nabi Muhammad dilahirkan. Dalam bulan bulan Mulud, ada Maulid nabi yang merupakan perayaan lahirnya Nabi Muhammad saw. Perayaan ini biasanya ditandai dengan adanya acara yang bermacam-macam, mulai seperti sekaten, pengajian, syukuran, dll. Acara ini biasanya diadakan rutinan setiap tahun karena ini adalah salah satu event yang besar.
Di Yogyakarta, acara maulid nabi ditandai dengan adanya sekaten. Sekaten ini diadakan oleh pihak kraton dan pemerintah. Acara ini biasa ditandai dengan pengerekan gunungan yang nantinya akan diperebutkan oleh masyarakat. Sebenarnya sekaten ini hanyalah salah satu runtutan acara yang diadakan saat maulid nabi. Selain sekaten, ada acara menabuh gamelan di depan kraton, pembacaan riwayat hidup Rasulullah saw. Selain itu, ada juga pasar yang sering disebut pasar awul-awul.
Pasar awul-awul ini adalah pasar yang menjual barang-barang khususnya baju tetapi sudah bekas. Pasar ini digelar di tempat yang strategis yakni alun-alun. Pasar ini diminati banyak wisatawan mancanegara dan masyarakat Yogya pada umumnya. Acara sekaten ini biasanya dimulai tanggal 5 sampai 12 mulud atau rabiul awal. Puncak dari acara ini adalah gerebeg maulud atau mengerek gunungan yang nantinya diperebutkan masyarakat.
Kata sekaten sendiri mengandung makna yang luas. Sekaten berasal dari syahadatain yang artinya dua syahadat. Dari makna ini, diharapkan yang belum islam supaya lekas masuk islam dan yang islam agar lebih kuat lagi agamanya. Selain itu, sekaten ada juga yang mengartikan sakhatain, maksudnya menjauhi sifat hewan dan setan. Jadi orang yang ikut sekaten diharapkan dilindungi dari sifat hewan dan setan seperti marah, dengki, iri, tidak punya malu dll. Ada juga yang menganggap bahwa sekaten itu dari kata sekati yang artinya menimbang. Jadi manusia harus bisa menimbang baik buruk dan benar salah.
Acara sekaten sangat berkaitan erat dengan kraton Surakarta dan Yogyakarta. Dari sekaten, kita bisa mengetahui bahwa kraton Yogyakarta dan Surakarta itu bercorak islam. Oleh karena itu, kraton Yogyakarta memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap perkembangan islam di Yogyakarta. Perlu diketahui bahwa islam masuk ke Yogyakarta salah satunya adalah melalui jalur kraton. Mengingat dulu keluarga kraton sangat terbuka dan sangat menghargai masyarakatnya sehingga islam dengan mudah masuk ke Yogyakarta. Bisa kita lihat sekarang betapa banyaknya pondok pesantren di Yogyakarta, hal itu membuktikan kemajuan perkembangan islam yang sangat masif di Yogyakarta. Selain perkembangan islam, kraton juga sangat berpengaruh terhadap pendidikan yang bersifat ilmu pengetahuan umum. Hal itu bisa dilihat dari Yogyakarta yang merupakan kota pelajar. Yogyakarta juga memiliki kampus-kampus besar yang menjadi tujuan dari seluruh tanah air Indonesia, sebut saja UGM, UNY, UIN dan UPN. Jadi wajar saja jika sekaten itu sangat berkaitan erat dengan islam karena kraton Yogyakarta juga berkaitan dengan islam. Otomatis acara-acara yang diselenggarakan oleh kraton itu tidak menyeleweng dari agama islam.
5,270 total views, 4 views today

Sebagai sebuah ijthad dalam rangka mengembangkan kajian Studi Hadis di Indonesia dibentuklah sebuah perkumpulan yang dinamakan dengan Asosiasi Ilmu Hadis Indonesia (ASILHA). Sebagai sebuah perkumpulan ASILHA menghimpun beragam pemerhati hadis di Indonesia. Himpunan ini terdiri atas akademisi dan praktisi hadis di Indonesia dengan memiliki tujuan yang sama.

