Chalida Zia
19105030076@student.uin-suka.ac.id
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Pandemi Covid-19 memberikan dampak besar terhadap perekonomian masyarakat. Penerapan status penguncian daerah (Lockdown) yang dialami oleh hampir seluruh negara, menghentikan aktivitas yang biasa dilakukan masyarakat hingga roda perekonomian ikut terhenti. Adanya Covid-19 juga memberikan dampak pada sektor ekonomi, pendidikan, dan sosial, baik positif maupun negatif terhadap mahasiswa PTKIN di seluruh Indonesia, begitu hasil Keputusan Menteri Agama. Melihat kondisi saat ini, perguruan tinggi keagamaan negeri (PTKIN) mengantisipasi pembelajaran luring menjadi daring, guna membatasi waktu, serta jarak, agar social atau physical distancing tetap terjaga ketika sedang melakukan proses pembelajaran. Di dalam proses pembelajaran terdapat tugas-tugas yang diberikan dosen untuk menambah wawasan dan nilai, dikarenakan pada saat ini dilakukan proses pembelajaran secara daring maka untuk menyelesaikan dan mencari referensi tugas-tugas tersebut hanya dapat dilakukan secara online, salah satu software yang dapat membantu adalah dengan menggunakan software Maktabah Syamilah.
Maktabah Syamilah merupakan digital library yang memuat berbagai macam kitab warisan Islam dari berbagai bidang keilmuan. Tahun 2005 merupakan kali pertama software maktabah syamilah diluncurkan dalam bentuk program pribadi dan masih sangat sederhana. Seiring dengan berkembangnya zaman, aplikasi ini pun mulai mengalami penyempurnaan hingga tahun 2012, software maktabah syamilah menjadi bentuk seperti yang kita tahu saat ini. Software ini bersifat freeware, hingga para mahasiswa senang menggunakannya sebagai rujukan bagi mereka yang minim referensi untuk menyelesaikan tugas-tugasnya. Software maktabah syamilah bisa diakses dalam tiga versi. Versi pertama yaitu, maktabah syamilah nuskhah mufarraghah, bisa diakses dari situs maktabah syamilah namun belum berisi buku sama sekali. Versi kedua yaitu, maktabah syamilah nuskhah rasmiyadh yang sudah diisi dengan buku-buku yang bertema ke Islaman dan bisa diakses dari situs maktabah syamilah. Versi ketiga yaitu, maktabah syamilah yang sudah diisi dengan buku-buku yang bertema ke Islaman namun bisa diakses melalui situs penyedia buku ke Islaman gratis yang berbeda-beda. Ada yang bersifat resmi dan bisa diakses dari situs maktabah syamilah, dan ada yang bersifat tidak resmi yang diakses dari situs-situs penyedia buku ke Islaman selain maktabah syamilah.
Platform digital ini memiliki banyak kelebihan yang sangat berdampak bagi pemakainya. Kelebihan pertama dari maktabah syamilah yaitu, membuat waktu dan biaya yang dipakai menjadi lebih efisien. Kapasitas memory hard disk pada komputer sekarang rata-rata di atas 100 GB, koleksi referensi yang ada dalam software maktabah syamilah berjumlah lebih dari 6000 kitab yang terkadang, terdapat 5 sampai 10 jilid dalam satu sub tema. Dalam satu unit laptop sedikitnya hanya 50 GB kapasitas memory hard disk terpakai untuk 6000 koleksi referensi kitab, lalu bagaimana dengan perpustakaan manual? Pasti dibutuhkan ruangan dan tempat yang luas, kemudian rak buku? Pasti dibutuhkan persiapan rak buku yang banyak untuk menempatkan 6000 kitab tersebut. Karena itu, kemudahan dan kepraktisan yang diberikan maktabah syamilah sebagai digital library ini, sangat mengefisiensi waktu dan biaya.
Kelebihan kedua dari maktabah syamilah yaitu, bisa lebih mudah dan cepat dalam mendapatkan akses. Jika dibandingkan dengan perpustakaan manual, digital library jauh lebih cepat dalam menemukan informasi mengenai isu-isu yang diinginkan dengan menempuh waktu yang kurang lebih hanya 15 detik. Dengan 15 detik tersebut, beribu kitab versi digital dapat ditemukan lengkap dengan nama kitab, juz serta halamannya. Namun jika dilakukan secara manual, waktu yang dibutuhkan akan lebih lama karena harus mencari nama, juz, serta halamannya dengan membuka lembaran kitab-kitab tersebut satu persatu. Karena itu, software maktabah syamilah dapat mempercepat dan mempermudah akses dalam mencari informasi atau kitab-kitab versi digital. Kelebihan ketiga dari maktabah syamilah yaitu, dianggap sangat fleksibel karena digital library ini, tidak terbatas oleh waktu dan bisa diakses kapan saja dan dimana saja. Sedangkan perpustakaan manual, memiliki waktu yang terbatas karena adanya jam pelayanan.
Jangan kira karena maktabah syamilah merupakan platform digital, tidak terdapat kekurangan didalam-Nya, karena itu, tidak hanya kelebihan yang perlu kita ketahui tapi juga kekurangannya agar dapat mengantisipasinya lebih awal. Kekurangan pertama dari maktabah syamilah yaitu, sulit untuk memvalidasi informasi karena ketidakcocokan kadang terjadi saat crosscheck nomor halaman kitab versi digital dengan versi cetaknya. Kekurangan kedua dari maktabah syamilah yaitu, pencarian mudah yang membuat banyak orang menjadi malas membaca keseluruhan teks dan hanya membaca isu-isu yang menarik untuk dipelajari dari teks tersebut saja. Kekurangan ketiga dari maktabah syamilah yaitu, kata kunci pencarian yang tidak sufficient dengan menggunakan fasilitas pencarian berbasis kata saat mencari informasi mengenai isu yang ingin dipelajari, karena isu yang dicari tidak sesuai dengan kata yang menjadi kata kunci pencarian.
Dari sini dapat di simpulkan bahwa di era pandemi ini mahasiswa dapat memanfaatkan zaman modern dengan teknologi dan ilmu pengetahuan yang semakin maju sebagai sarana pembelajaran daring dengan distance learning. Software digital library yang saat ini telah banyak ditemui bisa jadi solusi bagi mahasiswa yang minim akan referensi guna menyelesaikan tugas-tugasnya, apalagi di era pandemi ini, menjaga jarak dengan orang lain diperlukan agar virus corona tidak terlalu luas menyebar.
7,873 total views, 8 views today

Sebagai sebuah ijthad dalam rangka mengembangkan kajian Studi Hadis di Indonesia dibentuklah sebuah perkumpulan yang dinamakan dengan Asosiasi Ilmu Hadis Indonesia (ASILHA). Sebagai sebuah perkumpulan ASILHA menghimpun beragam pemerhati hadis di Indonesia. Himpunan ini terdiri atas akademisi dan praktisi hadis di Indonesia dengan memiliki tujuan yang sama.

