Sikap Akademisi di Era Digital

Ahmad Zamzami

17105030094@student.uin-suka.ac.id

Ilmu Al-quran dan Tafsir UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

 

 

Era digital adalah era dimana segaala sesuatu dapat di akses dengan teknologi digital seperti handphon yang di dukung dengan adanya internet, dimana internet itu sendiri adalah jaringan yang dapat mencari apa saja yang ada dalam dunia online dengan perantara google, bagi kalangan akademisi era seperti ini sangatlah menguntungkan karena dapat mencari materi pendidikan melalui internet dengan cara menulis apa yang ingin di carib tanpa harus mengeluarkan biaya mahal untuk membeli teks yang berbentuk buku, maka akademisi saat ini hanya perlu mendowload teks teks materi pendidikan yang berbentuk softwere, seperti contoh di atas adalah softwere kajian hadis dan al quran,

Shokhih bukhari dan An-Nur quran terjema, Shokhih bukhari softwere adalah kumpulan hadis yang di karang oleh imam hadis yaitu imam Bukhari  dengan macam fan hadis yang berbeda yang berbentuk softwere, manfaat dari adanya softwere hadis seperti ini aka sangat mempermudah kalangan akademi untuk menggali ilmu khadis, tidak pandang kalangan baik itu kaya maupun miskin karena tek teks hadis ini hanya berbentuk aplikasi, namun tidak kalah dengan kajian kajian hardwere dalam segi kemanfaatanya meski nanti akan sangat berpengaruh pada gaya hidup akademisi saat ini yang terlalu di manjakan oleh internet, digital, dan alat canggih saat ini yang sangat memanjakan akademisi,

Softwere An-Nur al-quran terjemah, adalah Al-Quran yang berbentuk softwere yang di kemas dalam sebuah aplikasi, softwere ini juga sangat membatu seorang muslim yang ingin membaca atau mempelajari alquran tanpa harus menyentuh mushaf al quran namun cukup dengan gaget maupun computer, namun berbeda dengan softwere hadis, softwere al-quran akan sedikit banyak pertentangan etika terhadap mushaf jika kita tidak berhati hati dalam menyikapi softwere ini, karena langsung berhubungan dengan teks teks wahyu Alloh. Banyak ulama yang bertentangan tentang apakah boleh softwere Al-Quran di bawa masuk ke dalam toilet atau tidak jika berbentuk mushaf jelas itu tidak boleh hal ini telah di sepakati oleh kalangan ulama, namun bagaimana jika al quran berbentuk spoftwere,wallohu a’lam. Namun untuk berhati hati sebaiknya kita tidak membawa gajet yang berisi kajian kajian keagamaan yang berbentuk softwere kedalam toilet.

 

Manfaat dan keunggulan kajian dalam bentuk softwere

Setiap apasaja yang berada di dunia ini pasti memiliki manfaat tergantung bagaiman kita mengambil manfaat demikian juga dengan adanya makhluk yang berbentuk internet aplikasi googol dan lain pasti juga ada manfaatnya.Manfaat dari kajian kajian softwere sangat banyak, seperti memudahkan dalam membawa, sudah jelas karena biar bagaimanapun  sesuatu yang berbentuk softwere adalah sesuatu yang ghaib dan sesuatu yang ghaib seperti ini sangat mudah untuk ditempatkan pada sesuatu yang simple seperti handphone,computer dan lain lain jadi dapat dibawa kemanapun kita pergi,lebih meminimalisir pengeluaran baget, lebih mudah mencari maeteri materi yang kita inginkan. Dengan seiring kemajuan zaman al quran digitan semakin banyak akan model dan bentuknya sehingga konsumen dapat memilih bentuk dan model al quran atau kajian yang lain sesuai dengan kebutuhan masing masing, dengan adanya teks teks keagamaan yang berbentuk softwere maka penyebaranya juga sanagt cepat, maka ini adalah kabar baik bagi msyarakan yang tinggal jauh dari kota yang memiliki pusat pusat pendidikan.

 

Kekuranga dan Kelemahan

Setelah begitu banyak kami menyebutkat manfaan dan keunggulan kajian kajian dalam bentuk softwere kali ini kami akan menyebutkan beberapa kekureangan dan kelemahan dari kajian kajian keagamaan yang berberbentuk softwere, pertama karena begitu banyaknya model kajian kajian yang berbentuk  softwere dan yang lebih ngerinya lagi adalah sumber dari masing masing kajian berbeda, hal ini akan sanagt membahayakan, karena tidak semua konsumen mengetahui betul tentang isi dari kajiaan kajian tersebut maka akan sulit bagi konsumen untuk memilih  sumber yang terpercaya, selanjutnya karena banyaknya konsumen yang memang benar benar awam akan kajian kajian keagamaan sehingga tidak dapat memilah jika ada redaksi redaksi yang memang benar dan mana redaksi yang salah.

Disamping itu kajian softwere juga memiliki kekurangan, akan berkurangnya etika  terhadap ilmu, berkurangnya sikap mengagungkan ilmu karena dapat di akses di mana saja tidak hanya di majeis ilmu, dalam teori agama belajar ilmu apasaja akan ada sarat dan ketentuan yang harus dilakukan agar ilmu yang kitaperoleh bermanfaat bagi diri kita dan orang lain, seperti harus ada guru yang mendampingi, dianjurkan dalam belajar untuk menulis apa yang telah guru sampaikan,

Dunia internet adalah dunia yang bebas dan luas maka tidak menutup kemungkinan jika  terjadinya plagiasi terhadap kajian kajian yang telah di unggah dalam web maupun aplikasi kebebasan dalam mengakses dan input keilmuan lewat kajian softwere juga dapat menyebabkan adanya pakar dadakan yang hanaya belajar dari internet tanpa adanya guru atau pendamping belajar, hilangnya sanad keilmuan, dan seterusnya.

 1,508 total views,  2 views today

Posted in Kajian.