Berbahagia atas kelahiran Nabi Muhammad saw.

Ahmad Samiya Balya

19105030070@student.uin-suka.ac.id

UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

 

Robi’ul Awal merupakan salah satu bagian dari bulan-bulan dalam kalender Islam. Sebagian besar dari kalangan umat islam banyak yang mengultuskan bahwa bulan ini merupakan bulan yang sakral dan mulia. Karena pada bulan inilah panutan besar umat Islam yaitu baginda agung Nabi Muhammad saw. dilahirkan. Mereka sangat menghormati dengan datangnya bulan ini. Bahkan dari awal masuknya bulan sudah diperingati dengan pembacaan sejarah lahirnya Nabi Muhammad saw. seperti pembacaan kitab Addiba’i, Barzanji, dan Simthuddurar sampai dengan tanggal lahirnya beliau yaitu 12 Rabiul Awal. Kelahiran Nabi Muhammad saw. hanya dikhususkan dengan adanya peringatan hari lahirnya. Berbeda dengan umat islam yang  biasanya hanya diperingati dengan hari kematian atau sering disebut dengan Haul.

 

 

Kelahiran Nabi Muhammad saw. hanya dikhususkan dengan adanya peringatan hari lahirnya. Berbeda dengan umat islam yang  biasanya hanya diperingati dengan hari kematian atau sering disebut dengan Haul. Hal ini disebabkan karena nabi muhammad saw. sendiri dalam masa hidupnya juga memperingati hari kelahirannya yaitu dengan berpuasa sunah setiap hari senin. Adapun pendapat dari ulama tafsir yaitu Dr. Quraish Shihab yang mengatakan bahwa kelahiran nabi Muhammad saw. menggemberikan bagi seluruh umat islam. Sementara itu kematian beliau merupakan sebuah kesedihan.

 

 

Umat islam harusnya bersyukur dan bahagia dengan datangnya nabi Muhammad saw. di muka bumi ini,  Karena dengan tidak adanya beliau umat Islam tidak akan se-lestari seperti zaman sekarang. Maka dari pada itu Dr. Quraish Shihab juga menambahkan bahwa hal yang sepantasnya kita peringati adalah hari kelahirannya saja yaitu dengan perayaan-perayaan dan pembacaan Maulid Nabi. Karena dengan ini bisa menambah kecintaan terhadap beliau tanpa rasa sedih atas pulangnya kehadapan sang kekasih. Toh hari kematian beliau juga bertepatan dengan hari kelahirannya. Dan secara tidak langsung kita juga telah menyinggung atas hari kematiannya.

 

 

Tujuan dan inti dari peringatan maulid nabi yang ditulis pada kitab-kitab maulid sebenarnya adalah untuk mengenalkan kita terhadap seluruh hal-hal yang berkaitan dengan nabi Muhammad saw. Mulai dari kronologi kelahiran beliau, dengan siapa saja beliau diasuh, seperti apa akhlak-akhlak beliau, sampai dengan menceritakan bagaimana beliau diangkat menjadi rosul Alloh swt. akhir para Anbiya’. Hal ini merupakan bentuk rasa cinta dan kasih sayang terhadap beliau. Karena sesuai dengan ungkapan yang berbunyi, “Tak kenal maka tak sayang”.

 

 

Selain itu, dengan alasan tujuan di atas umat Islam yang merayakan maulid nabi, bisa membantah perkatan aliran Islam lain yang mengatakan bahwa maulid nabi itu haram karena syirik dan bid’ah karena tidak ada dalilnya. Memang perayaan maulid tidak pernah diajarkan nabi Muhammad saw., tapi setidaknya sebagai pecinta nabi, tidak ada salahnya melakukan hal tersebut. Kalupun dikatakan bid’ah, tentu melakukan hal tersebut merupakan bid’ah. Namun jikalau melakukan bid’ah yang positif atau dalam artian selama tidak melanggar syariat, juga diperbolehkan. Isi kalimat dalam bacaan maulid pun berisi tentang sejarah kelahiran dan seluruh masa hidup nabi Muhammad saw. Tidak ada kalimat yang memuja-muja beliau sampai menjadikannya sebagai tuhan ataupun meminta pertolongan terhadapnya.

 

 

Bacaan maulid nabi seperti Ad-Diba’i, Barzanji, dan Simthudduror secara garis besar berisi tentang sejarah hidup Nabi Muhammad saw. Dan yang pasti, di dalamnya juga ada banyak sekali bacaan sholawat  yang dibacakan khusus untuk beliau. Ada juga pujian-pujian yang menggambarkan akhlak nabi yang mulia dengan sya’ir-sya’ir arab. Sya’ir-sya’ir tersebut kebanyakan adalah karangan ulama’-ulama’ besar dari Timur Tengah yang isinya dikolaborasikan dengan Sholawat nabi.

 

 

Alloh swt. sangat menganjurkan dan memerintahkan kepada umat islam untuk selalu memperbanyak sholawat nabi. Sesuai dengan firman Alloh dalam surat Al-Ahzab: 56 yang berbunyi  انّ الله وملائكته يصلّوان على النّبي يا ايّها الذين آمنوا صلّوا عليه وسلّموا تسليما Yang artinya: “Sesungguhnya Alloh swt. dan para malaikat bersholawat kepada nabi (Muhammad saw.) Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.” Dalam kandungan ayat di atas bisa disimpulkan bahwa Alloh swt. sebagai tuhan rahmatan lil’alamin dan para malaikat pun juga bersholawat kepada nabi Muhammad saw. Karenanya, kedudukan nabi Muhammad saw. sangatlah mulia di hadapan Alloh swt. sampai beliau dijuluki dengan Rasul Alloh atau utusan Alloh yang bertugas untuk menyebarkan agama Alloh swt yaitu agama islam.

 

 

Maka dari pada itu sangat diharuskan untuk selalu memperbanyak membaca sholawat karena di dalam kandungannya banyak sekali fadhilah-fadhilah yang bisa membantu umat Islam selamat dari kemungkaran. Apalagi dengan memperbanyak membacanya pada bulan Rabi’ul Awal ataupun dalam keseharian. Bahkan dengan bacaan sholawat tersebut umat Islam bisa mendapatkan syafaat nabi Muhammad saw. di hari kiamat. Semoga kita diakui menjadi umat nabi Muhammad saw. kelak di Akhirat. Amin.

 6,136 total views,  4 views today

Posted in Opini.