Menanamkan Akhlak Rasul Kepada Anak Sejak Dini

NADIYA ULYA

UIN SUNAN KALIJAGA

20204031017@student.uin-suka.ac.id

 

Seperti yang telah diketahui bahwa anak adalah manusia kecil yang memiliki potensi yang berbeda-beda dan harus dikembangkan. Mengingat anak adalah sebuah amanah untuk orang  tua  sehingga mereka memiliki tanggung jawab tersendiri dalam memberikan pendidikan pada anak.

 

Selain sebagai amanah anak juga generasi sebuah bangsa, dimana ke depannya mereka yang akan membangun dan memberikan pembangunan pada masa depan.  Karena itulah ketika masa anak-anak hendaknya dibiasakan melakukan hal-hal yang mengasah perkembangan pendidikan untuk masa depannya.

 

Salah satu pendidikan yang penting adalah tentang akhlak, karena akhlak adalah gambaran sebuah kepribadian seseorang. Banyak kejadian pada saat ini yang sangat memprihatinkan, Seperti anak-anak yang perilaku dan moralnya sudah tidak sesuai dengan norma-norma agama.

 

Sebagai umat islam tak ada teladan yang lebih utama selain Rasulullah SAW, Beliau mengajarkan bagaimana mempunyai akhlak yang baik. Beliau mengajarkan kepribadian yang beradab, menjadi orang yang jujur, bertaqwa dan memiliki rasa malu.

 

Saat ini anak-anak mengalami kemerosotan akhlak, beberapa masalah akhlak yang terjadi pada masa ini adalah, melawan orang tua bahkan sampai berbohong kepada orang tua, tidak memiliki sopan santun, dan berkata kasar. Hal ini terjadi karena pengaruh pergaulan bebas dan kurangnya bekal pendidikan akhlak pada diri anak.

 

Maka dari itu, membentuk akhlak seorang anak sangatlah dianjurkan sesuai dengan syariat agama. Cara mendidik anak sesuai syariat islam tentu saja harus sesuai dengan pesan dari Rasulullah. Jika cara mendidik anak sesuai syariat islam ini dilakukan dengan tepat, maka akan menjadi anak yang sholeh dan sholehah untuk ke depannya.

 

Bagaimana membentuk akhlak anak sehingga sesuai dengan norma-norma agama. Rasulullah Saw memiliki akhlak mulia  yang patut untuk ditiru dan dijadikan panutan umat. Rasulullah Saw bersabda:” Sesungguhnya yang terbaik di antara kalian adalah yang paling baik akhlaknya.” (HR AL-Bukhari dan Muslim)

 

Salah satu faktor penyebab terjadinya kemorosotan akhlak adalah lingkungan dan teman teman sebaya maka dari Rasulullah Saw bersabda: :“Bertakwalah kepada Allah dimanapun engkau berada, dan ikutilah setiap kejelekan dengan kebaikan, niscaya kebaikan itu akan menghapusnya, dan pergaulilah masyarakat dengan akhlak yang baik.” (H.R. At-Turmudzi).

 

Dalam hadits ini memerintahkan kepada kita untuk bergaul dengan manusia dan memperlakukan orang lain dengan akhlak yang baik. Selain itu juga dianjurkan bergaul denga orang-orang yang memiliki akhlak baik. Karena begitu besarnya pengaruh teman terhadap kita. Tidak dapat dipungkiri bahwa lingkungan dan teman sebaya adalah salah satu faktor pembentukan akhlak yang paling besar karena sering berinteraksi dengan mereka.

 

Salah satu akhlak Rasulullah yang patut dicontoh adalah, beliau adalah sosok yang jujur,  karena itulah gelar Al-Amin diberikan orang orang kepada Rasulullah. Rasulullah Saw bersabda: “Kalian harus jujur karena sesungguhnya jujur itu menunjukan kepada kebaikan dan kebaikan itu menunjukkan kepada jannah. Seseorang senantiasa jujur dan berusaha untuk jujur sehingga ditulis di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Dan jauhilah oleh kalian dusta karena sesungguhnya dusta itu menunjukkan kepada keburukan dan keburukan itu menunjukkan kepada neraka. Seseorang senantiasa berdusta dan berusaha untuk berdusta sehingga ditulis disisi Allah sebagai seorang pendusta.” (H.R. Muslim).

 

Dalam hadits diatas jelas disebutkan bahwa kejujuran merupakan sebuat kebaikan sedangkan kebohongan menunjukkan kepada keburukan. Kebohongan yang sering dilakukan adalah meminta uang iuran sekolah jauh lebih besar dari seharusnya secara sengaja dan meminta izin menginap di rumah teman,tetapi malah pergi keluyuran.

 

Selain jujur, memiliki rasa malu juga disebutkan dalam hadits : “Rasa malu merupakan sebagian dari iman.” [HR. Muslim no 161]. Maksud dari kata “Malu” dalam hadits tersebut adalah melakukan perbuatan yang tidak sesuai dengan syariat. Di era globalisasi sekarang rasa malu yang dimiliki sudah mulai memudar, segala sesuatu yang sebenarnya dilarang dalam islam dianggap hal yang biasa saja. Seperti  untuk menutup aurat, mengatakan hal-hal kasar yang jelas dilarang dalam agama.

 

Maraknya kemerosotan akhlak saat ini membuat orang tua khawatir terhadap perkembangan anak-anak yang mereka jaga untuk kedepannya. Berdasarkan beberapa hadits di atas dapat disimpulkan memiliki akhlak mulia perlu dibiasakan dari anak masih kecil. Sehingga akhlak tersebut tertanam dalam diri anak dan menjadi bekal yang kuat untuk anak di masa depan.

 

Untuk memaksimalkan akhlak tersebut orang tua diharapkan memberikan bekal iman yang kuat kepada anak, supaya  dapat mengontrol dan terhindar dari dampak- dampak negatif yang ditimbulkan. Selain itu orang tua harus membiasakan aklak mulia tersebut seperti berperilaku sopan di depan orang yang lebih tua dan berkata jujur.

 3,118 total views,  2 views today

Posted in Kajian.