Beribadah Pada Bulan Suci Ramadhan di Era Pandemi Covid-19 Daerah Parangtritis

Saat ini dunia masih dihantui oleh wabah Virus corona. Sejak akhir tahun 2019 atau awal tahun 2020. World Health Organization (WHO) telah menetapkan Corona Virus sebagai pandemi Covid-19 karena penyebaran semakin luas diberbagai negara dan angka kematian semakin meningkat. Penyebaran Wabah Virus Corona yang sudah mencapai 210 diberbagai negara, termasuk negara Indonesia. Terkonfirmasi dari dua warga negara yang dinyatakan positif Corona setelah berdangsa dengan teman dekatnya WNA Jepang. Saat itulah pertama kali kasus Virus Corona Masuk Ke Indonesia.

Penyebaran Virus Corona begitu pesat dengan angka kematian yang terus bertambah setiap harinya. Untuk lebih berhati-hati masyarakat yang memilik gejala virus corona harus segera memeriksakan ke Rumah Sakit agar mendapat penanganan untuk dilakukan Test Swab. Agar warga yang positif corona tidak menularkan kepada keluarga ataupun orang yang berkontak fisik langsung dengannya.

Dalam menangani kasus Covid-19 pemerintah menghimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak panik serta menerapkan social distancing, dengan tidak melakukan aktifitas diluar rumah, belajar dirumah secara online, dan bekerja dari rumah. Penerapan ini untuk menjaga agar masyarakat tidak tertular Covid-19 yang semakin menjadi-jadi.

Penerapan yang dikeluarkan Pemerintah Pusat ini sangat berdampak pada masyarakat, tidak sedikit dari mereka yang mengeluh karena harus melakukan social distancing. Sedangkan mereka harus bekerja untuk mendapatkan uang agar bisa makan. Covid-19 ini sangat merugikan bagi masyarakat mulai dari segi perekonomian, agama, pendidikan, hubungan sosial dan lain sebagainya.

Dalam keadaan ini khususnya di daerah Parangtritis dampak dari era pandemi covid-19 sangat berpengaruh. Sejak merebaknya wabah Covid-19 Pemkab Bantul menutup seluruh akses tempat wisata. Banyak pedagang yang merugi akibat tidak ada pengunjung yang datang. Apalagi dalam bulan suci ramadhan ini kebudayaan yang biasanya mereka lakukan sebelum puasa, seperti Padusan dimana masyarakat berkumpul dari berbagai daerah untuk mandi di pantai. Untuk tahun ini telah ditiadakan.

Daerah yang terkenal ramai ini sekarang menjadi sepi. Masjid-masjid telah ditutup sejak MUI melarang untuk berjamaah di masjid dan sementara waktu mentiadakan sholat jumat diganti dengan sholat di rumah masing-masing.

Warga Parangtritis yang terletak di Desa Bungkus sebagian bekerja sebagai petani. Disituasi seperti ini mereka tetap melakukan kegiatan bertani di sawah, dengan alasan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Sedangkan tidak sedikit di daerah Parangtritis yang bekerja sebagai pedagang, Meraka merasa dirugikan karena tidak memiliki pendapatan sampai akhirnya ada salah satu warga terpaksa menjual beberapa barang pribadinya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Suasana pada bulan suci ramadhan daerah Parangtritis bertempat di Masjid Al-Furqon memiliki kegiatan Jama’ah lima waktu, buka bersama di masjid, sholat tarawih dan pengajian diisi oleh santri yang sedang menjalani masa pengabdian. Warga sekitar sangat antusias dalam mengikuti acara. Penyelenggaraan acara yang diadakan setahun sekali ini sangat berkesan dan memberikan semangat bagi penduduk desa Bungkus.

Mengingat dengan menyebarnya Virus Corona yang cepat menular, suasana Ramadhan kali ini berbeda dengan sebelumnya. Bulan suci ramadhan sekarang sangat sepi tidak ramai seperti biasanya. Suasana yang hampa karena segala bentuk kegiatan yang dilakukan berjama’ah ditiadakan. Diganti dengan sholat di rumah masing-masing, dan pada Hari Raya Idul Fitri, sholat ID dilakukan berjamaah dengan satu RW saja akan tetapi tetap menerapkan social distancing dengan jaga jarak 1 meter. Dengan hal itu masyarakat diminta agar lebih antusias dalam pencegahan dan antisipasi menghadapi pandemi Covid-19 sehingga tidak cepat menyebar luas dan terhindar dari infeksi Virus Corona.

Pemimpin Desa telah mengambil langkah-langkah untuk pencegahan Virus Corona yang telah disetujui masyarakat sekitar dan anjuran dari Pemerintah Pusat, yaitu dengan melakukan Lockdown, meliburkan sekolah, mentiadakan acara pertemuan atau acara pernikahan, tidak sholat berjamaah di masjid, dan lain sebagainya.

Dengan demikin warga juga harus melapor jika ada tamu dari luar daerah. Pada saat ini masyarakat ditinjau agar lebih waspada, jika keluar rumah dianjurkan untuk memakai masker dan jangan lupa selalu cuci tangan. Warga Parangtritis yang dihimbau Polisi agar tidak melanggar peraturan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat agar tidak berjama’ah di Masjid. Masyarakat pun akhirnya melakukan sholat berjama’ah bersama keluarga di rumah.

Bulan Suci Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah dimana umat islam diwajibkan berpuasa satu bulan penuh. Walaupun pada bulan ramadhan ini masyarakat tidak bisa menjalankan aktivitas seperti biasanya akan tetapi mereka tetap semangat dalam menjalankan ibadah puasa dan tetap sholat berjama’ah dirumah masing-masing.

Beribadah puasa dibulan ramadhan menjadi sangat istimewa dibandingkan dengan ibadah-ibadah lainnnya seperti yang dijelaskan dalam kitab Ihya’ Ulumiddin karangan Imam Al Ghazali. Sebab Allah SWT yang langsung memberikan balasan ganjarannya dan melipatgandakan pahala di Bulan Ramadhan.

Rasulullah shallallahu’alahiwa sallam menyampaikan Firman Allah SWT dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah.

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِى وَأَنَا أَجْزِى بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِى

“Seluruh amalan kebaikan manusia akan dilipatgandakan menjadi sepuluh sampai tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman, “Kecuali puasa. Sebab pahala puasa adalah untuk-Ku. Dan Aku sendiri yang akan membalasnya. Ia (orang yang berpuasa) telah meninggalkan syahwat dan makannya karena-Ku.”

Beribadah di era pandemi Covid-19 tetap berjalan dengan semestinya. Walaupun tidak bisa melakukan berjama’ah. Dengan mengikuti kajian di Sosial Media dan tetap darus di rumah. Hari Raya Idul Fitri yang biasanya bersilturahmi kerumah-rumah tetangga sekarang ditiadakan.

Untuk saat ini berbagai upaya telah dilakukan warga Parangtritis dengan tidak berpergian atau melakukan kegiatan di luar rumah kecuali urusan yang mendesak. Selalu menjaga kesehatan agar meringankan beban Para Medis yang telah rela mengobati pasien covid-19. Dengan itu masyarakat harus menaati dan tidak melanggar peraturan yang telah ditetapkan. Karena jika warga melanggar peraturan itu hanya memberatkan pemerintah, para medis dan berdampak dengan masalah baru. Untuk melawan Covid-19 ini harus bersatu menjaga kesehatan, kebersihan dan hidup sehat.

Lathifatul Maghfiroh
Jurusan Ilmu Hadis angkatan 2019
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

111 total views, 9 views today

Posted in Opini.