Berbagi Kebahagiaan Bersama di Bulan Ramadhan Masa Covid-19

Dalam hitungan kurang dari sepuluh hari, ummat Islam sedang menjalankan ibadah Puasa Ramadhan 1441 H. Bagi ummat Islam, puasa Ramadhan sebagai hal sangat ditunggu-tunggu. Hal tersebut setidaknya, bulan tersebut di dalamnya merupakan bulan yang memiliki keutamaan yang berlimpah di banding bulan yang lain.

Keutamaan dimaksud adalah sebagai bulan penuh kebahagiaan. Anak-anak dan remaja bahkan orang dewasa dan sesepuh menyambutnya dengan suka cita. Bulan inilah bulan penuh rahmat, ampunan dan pembebasan dari api neraka yang pada endingnya dosa anak manusia diampuni layaknya anak kecil yang baru lahir.

Kebiasaan orang kampung awal Ramadhan mulai banyak menyiapkan diri agar dapat menjalankan puasa dengan baik. Mereka melakukan beragam aktivitas seperti padusan dan memohon maaf ke leluhur dengan ziarah. Era sekarang seiring Covid-19 menjadi dilakukan di rumah masing-masing untuk kebaikan bersama.

Puasa sebagaimana dijalankan ummat Islam selama sebulan atau dalam hitungan hari 29 atau 30 hari lamanya.Niatkan puasa Ramadhan sejak awal dengan baik dan benar agar puasa yang dijalankan bermakna dan penuh kebahagiaan. Hal ini menjadi penting dan pembeda dengan puasa sunnah di mana nianya boleh dilakukan di pagi hari. Sehingga, sejak malam pertama perlu melakukan niat puasa sebulan lamanya. Hal tersebut merupakan pendapat Imam Malik.

Inti dari niat berdasarkan hadis Nabi saw. harus dilakukan sejak malam hari. Teks hadisnya adalah barang siapa yang tidak melakukan niat sebelum fajar maka tidak mendapatkan puasa itu (fala siyama lah).

Gerbang pertama untuk memperoleh anugerah Ramadhan adalah niat melakukan puasa. Hal tersebut sebagai spirit untuk menjalankannya dan sekaligus menjauhi yang membatalkan. Niat sebagaimana dalam ibadah lainnya menjadi penting dan bermakna. Sehingga kebahagiaan dan anugerah Ramadhan mampu diambil dengan baik dan sempurna.

Kebahagiaan puasa itu adalah di mana puasa merupakan aktifitas individual. Allah swt. sendiri yang memberikan pahala yang berlebih tanpa ada hitungan. Ibadah lainnya dapat pahala 700 kali lipat, maka puasa akan lebih dari hal itu jika dilakukan dengan keimanan dan penuh berharap ridha Allah swt. Sehingga puasa Ramadhan akan menjadi lebih bermakna.

Salah satu kebagaiaan itu adalah ketika berbuka puasa. Berikan kebahagiaan itu kepada tetangga di sekitar kita atau mereka yang membutuhkan. Terlebih di era Covid-19 ini banyak yang terkena dampaknya. Mereka itu seperti mereka yang kena PHK, para pekerja yang mendapatkan upah dari transportasi seperti driver ojol atau lainnya.

Kebahagiaan tersebut dapat diwujudkan dalam pemberian makanan untuk buka puasa. Era sekarang banyak yang membutuhkan uluran tangan. Tradisi ini alangkah baiknya Masjid yang selama ini melakukan buka bersama harus tetap memberikan buka puasa di sekitar masyarakat kampus namun modelnya yang diubah yaitu melalui pemberian ke rumah langsung atau mengambil dengan diatur agar tidak berkerumun dan tetap jaga jarak.

Era sekarang ini upaya pemberian buka bersama tetap dilakukan dengan model yang beda. Akhirnya, mereka yang berpuasa masih mendapatkan kebahagiaan. Mereka yang memberikan makanan tercatat sebagai orang yang setara berpuasa dalam hal pahalanya. Hal ini juga dapat diadopsi yang lebih luas tidak hanya masjid melainkan pemerintah seperti yang dilakukan sebagaimana oleh pemerintah di Saudi Arabia atau khadim al-haramayn.

Sekarang sudah ada seruan untuk takjil zakat fitrah. Hal tersebut setidaknya mampu meredakan kebutuhan mendesak maayarakat di era Covid. Selain itu, kepedulian sesama dalam Ramadhan adalah berbagi kebahagiaan dengan sesama. (MAS)

291 total views, 3 views today

Posted in Kolom Ketua ASILHA.