Prodi Ilmu Hadis UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Bekerjasama dengan ASILHA Selenggarakan Workshop Living al-Qur’an dan Hadis

Prodi Ilmu hadis UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan ASILHA mengadakan workshop living al-Qur’an dan hadis pada tanggal 8-10 Juli 2019 di Hotel Galuh Prambanan Yogyakarta.  Kegiatan tersebut di dalamnya berisikan tentang kajian al-Qur’an, maka  kegiatan tersbeut juga bekerja sama dengan Prodi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir (IAT),  dan Asosisi Prodi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir (AIAT). Setidaknya kegiatan ini selain diikuti oleh dosen-dosen yang memiliki keahlian Hadis maupun Studi al-Qur’an yang berada di beragam PTKI. Setidaknya terdapat 30 peserta ikut serta yang antara lain dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sendiri dan yang berasal dari UIN Alauddin Makassar, UIN Bandung, UIN Palembang, IAIN Tulung Agung, dan IAIN Purwokerto. Mereka. Dengan demikian, kegiatan ini merupakan bagian dari kolaborasi dua keilmuan yang dalam rumahnya terdahulu menyatu dalam rumah yang sama.

Kajian living al-Qur’an dan Hadis merupakan seuatu disiplin keilmuan yang baru berkembang. Setidaknya, hal tersebut dimulai tahun 2004 yang ditandai dengan workshop yang menghaisilkan nama mata kuliah berjudul Kajian al-Qur’an dan Hadis dalam Perspektif Sosial Budaya. Perkembangan keilmuan tersebut kemudian menjadi Living al-Qur’an dan Living Hadis. Seiring dengan perkembangannya, maka  kajian ini tidak hanya milik dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta melainkan sudah menjadi persoalan dalam penelitian di lingkungan Nasional. Hal tersebut dijelaskan Ketua Asilha Dr. H. Muhammad Alfatih Suryadilaga, S.Ag. M.Ag. dalam membuka acara tersebut. Dengan demikian, living Qur’an dan hadis  merupakan bagian dari perkembangan keilmuan kekinian atas kajian al-Qur’an dan Hadis.

Kegiatan di atas menghadirkan beragam ahli di bidangnya terutama kajian sosial kemnasyarakatan. Setidaknya hadir dalam kesempatan ini ahli antropologi dan sosiologi terkemuka di Indonesia. Mereka itu adalah Prof. Dr. Hedy Sri Ahimsa dari UGM yang menjelaskan pendekatan etnografi dalam studi al-Qur’an dan Hadis, dan Prof Irwan Abdullah Sosiolog UGM yang menjadi bagian terpenting klinik penulisan ilmiah. Selain pakar keilmuan sosial budaya tersebut,  workshop ini juga menghadirkan pakar studi Islam yaitu Dr. Ahmad Rafiq yang menjelaskan  perspektif living qur’an dan hadis , dan Dr. Nur Ichwan, MA yang menjelaskan  Pendekatan Studi Agama (Religious Studies)  bagi Studi al-Qur’an dan Hadis terutama dalam hermeneuti yang kedua narasumber tersebut berasal dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Dengan demikian, kajian ini akan mengkaitkan Antara keilmuan Islam dan sosial budaya yang menjadi basis dari perkembangan kajian dalam living al-Qur’an dan hadis. (MAS)

56 total views, 4 views today

Posted in Berita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *