ASILHA dan STDI Imam al-Stafi’i Jember Akan Gelar Seminar Internasional Penanggualangan Radikalisasi Bulan September 2019 di Jember

Kondisi  keberagamaan Indonesia melahirkan beragam intoleransi, kekerasan dan bahkan teror. Hal ini disebabkan masih belum siapnya hidup bersama dalam pluralis. Kejadian yang mengatas namakan agama dalan beragam penyerangan baik dengan kelompok Ahmadiyah dan atau Syi’ah serta pembakaran tempat ibadah di Singkel Aceh dan pelemparan bom di tempat ibadah dan di tempat umum. Dengan demikian diperlukan upaya serius baik dalam sesama ummat beragama dan agama lain saling memahami kehidupan kebersamaan yang damai dan aman.

 

Fenomena di atas merupakan efek negatif dari radikalisasi pemahaman agama. Hal ini setidaknya dialami oleh mereka yang memahami ajaran Islam secara tekstualis. Fenomena seperti ini didukung dengan sempitnya memahami ajaran Islam sebagaimana dalam hadis. Sehingga menjadikan apa yang tertuang dalam teks harus dilakukan tanpa melihat kondisi sosial budaya serta perkembangan kehidupan kemasyarakatan. Dengan demikian, pelru adanya pemahaman yang bijak dalam memahami ajaran Islam agar terhindar dari rasikalisme yang menuju inteleransi.

 

Hal di atas menjadi kegelisahan Asosiasi Ilmu Hadis Indonesia (ASILHA). Sebagai perkumpulan akademisi hadis di Indonesia, Asilha merasa berkepentingan untuk menggaunhkan Islam yang moderat. Hal ini terlihat dari upaya memahami ajaran Islam yang dilaksanakan secara bijak dalam kehidupan kesehariannya. Sehingga, radikalisme dalam pemahaman akan menjadi berkurang. Dengan demikian, melalui kegiatan Annual Meeting dan Seminar Internasional Peran Ahli Hadis Klasik dan kontenporer dalam Penanggulangan Radikalisasi dapat terwujud.

 

Kegiatan di atas terlaksana atas kerjasama antara Asosiasi Ilmu Hadis Indonesia (ASILHA)  dengan STDI al-Syafi’i Jember dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Hal ini akan berlangsung  tanggal 20-22 September 2019 di Hotel Dafam Jember. Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah pembicara kenamaan di bidang hadis dari Saudi Arabia, Malaysia, Unu Emirat Arab, Pakistan dan Indonesia. Selain itu juga menghadirkan Prof. Dr. Phil. Kamaruddin Amin, MA selaku Dirjend Pendis Kemenag sebagai Keynotes Speech dan Dr. Siti Ruhaini Dzuhayatin, MA. selaku Staf Khusus Presiden RI. Dengan demikian, kegiatan ini akan menghadirkan upaya sehar ahli hadis dalam konteks penanggulangan radikalisme yang sering dialamatkan kepada mereka terutama yang serinh dikenal dengan Salafi. (MAS)

113 total views, 2 views today

Posted in Berita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *