Kolom Ketua ASILHA

Kata Pengantar

Sebagai sebuah ijthad dalam rangka mengembangkan kajian Studi Hadis di Indonesia dibentuklah sebuah perkumpulan yang dinamakan dengan ASILHA. Sebagai sebuah perkumpulan ASILHA menghimpun beragam pemerhati hadis di Indonesia. Himpunan ini terdiri atas akademisi dan praktisi hadis di Indonesia dengan memiliki tujuan yang sama.

Momentum adanya geliat perkumpulan ini sebenarnya sudah sejak 2014 di UIN Yogyakarta pada acara Temu Nasional Asosiasi. Acara awal asosiasi yang merupakan embrio ASILHA ini tidak mendapat respons secara luas di kalangan pemerhati hadis. Hal ini ditunjukkan bahwa sampai berganti tahun, 2015 belum ada tanda-tanda untuk diadakan pertemuan secara nasional. Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, maka dibentuklah Group WA ASILHA yang pada tanggal 23 OKtober 2016 beranggota lebih dari 250 orang.

Pada 22-24 Juli 2016 UIN Alauddin Makassar menyelenggarakan kegiatan Temu Nasional Asosiasi yang tidak hanya mengundang akademisi di bidang Hadis di dalamnya karena bersamaan dengan prodi lainnya. Dalam pertmuan itulah diadakan pembentukan Asosiasi Ilmu Hadis yang disingkat dengan ASILHA dan disusun kepengurusannya untuk periode 2016-2021 dengan jumlah 80 pengurus. Selain itu, di temu nasional Makassar tersebut dibuat juga rumusan KKNI untuk program studi hadis.

Sejak pertemuan tersebut, geliat untuk membuat pertemuan khusus ASILHA dengan para anggotanya sangat terasa dan keinginan tersebut dapat terlaksana pada kegiatan di University Hotel UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Untuk menjaga dan mentradisikan semangat pengembangan kajian hadis, maka dibuatlah seminar internasional. Semangat dalam menjadikan SIMPOSIUM ILMIAH STUDI HADIS DI INDONESIA dan 1st ASILHA International Conference dengan tema Hadith and Its Contribution for Indonesia and Muslim World dengan artikel sebanyak 52 buah.
Peserta dua kegiatan ini sangat beragam dari berbagai intitusi se-Indonesia. Ragam peserta tersebut antara lain para guru besar, doktor dalam bidang hadis, kaprodi dan atau sekprodi ilmu hadis (ILHA) se-Indonesia, mahasiswa pascasarjana (S2, S3) dan mahasiswa S1 serta para praktisi hadis dari pesantren dan lembaga tertentu seperti PP Darussunnah Jakarta dan Bukhari Institut. Khusus untuk makalah di antara peserta kegiatan ini terdapat peserta dari Malaysia, Arab Saudi dan Brunei Darussalam yang kesemuanya saat ini belum dapat hadir bersama dan semoga Tahun depan dapat bergabung dengan alasan teknis paspor habis serta membuat visa butuh waktu lama serta belum mendapat izin pimpinannya.

Kegiatan ini merupakan kegiatan kebersamaan di antara anggota asosiasi, supporting pendanaan yang paling terbesar adalah dari peserta yang bersedia untuk meluangkan waktu di antara waktu yang ada untuk datang dan sekaligus berbagi dalam mengembangkan kajian hadis di Indonesia, termasuk dalam mengembangkan prodi Ilmu Hadis (ILHA) yang merupakan prodi baru di lingkungan PTKI di Indonesia. Selain itu, harapan besar adalah sumbangsih pemikiran dalam mengembangkan ASILHA sehingga mampu memperkuat kajian hadis di Indonesia menuju dunia. Hal ini menunjukkan bahwa kajian hadis terus berkembang sampai sekarang.

286 total views, 3 views today

Posted in Kolom Ketua ASILHA.