Jangan Hanya Mendengar, Pahami Pesannya: Adab Menuntut Ilmu dan Menjaga Persaudaraan
حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ، قَالَ: حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، قَالَ: أَخْبَرَنِي عَلِيُّ بْنُ مُدْرِكٍ، عَنْ أَبِي زُرْعَةَ، عَنْ جَرِيرٍ، أَنّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَالَ لَهُ فِي حَجَّةِ الْوَدَاعِ: اسْتَنْصِتِ النَّاسَ، فَقَالَ: ” لَا تَرْجِعُوا بَعْدِي كُفَّارًا يَضْرِبُ بَعْضُكُمْ رِقَابَ بَعْضٍ
Telah menceritakan kepada kami [Hajjaj] berkata, telah menceritakan kepada kami [Syu’bah] berkata, telah menceritakan kepadaku [‘Ali bin Mudrik] dari [Abu Zur’ah bin ‘Amru] dari [Jarir], bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepadanya saat beliau diminta untuk memberi nasihat kepada orang-orang waktu haji wada’ “Janganlah kalian kembali menjadi kafir, sehingga kalian saling membunuh satu sama lain.”
HR. Bukhari No. 118
Syarah Hadis Menurut Ulama
Ibn Baṭṭāl menjelaskan bahwa mendengarkan penjelasan ulama merupakan kewajiban bagi orang yang sedang menuntut ilmu. Hal ini terlihat ketika Nabi ﷺ meminta Jarīr agar mengajak para sahabat untuk diam dan menyimak khutbah beliau saat Haji Wada‘. Perintah tersebut menunjukkan pentingnya perhatian dan ketertiban agar pesan yang disampaikan dapat dipahami dengan baik. Terlebih, khutbah Nabi ketika itu memuat ajaran penting bagi umat Islam (Ibn Ḥajar al-‘Asqalānī, 2005).
Baca juga: Mendengarkan Ilmu dengan Penuh Konsentrasi
Sufyān al-Ṡaurī menjelaskan bahwa proses memperoleh ilmu dimulai dari mendengarkan, memperhatikan, menghafal, mengamalkan, kemudian menyebarkannya kepada orang lain. Urutan ini menunjukkan bahwa menuntut ilmu tidak cukup hanya dengan menghadiri majelis, tetapi juga membutuhkan kesungguhan dalam memahami dan menerapkan pengetahuan. Dengan demikian, sikap menghormati guru dan menyimak pelajaran merupakan bagian penting dari adab menuntut ilmu (Ibn Ḥajar al-‘Asqalānī, 2005).
Selain mengajarkan adab mendengarkan, hadis ini juga memuat larangan keras terhadap tindakan saling membunuh. Ungkapan Nabi ﷺ tentang kembali menjadi kafir merupakan peringatan atas beratnya perbuatan tersebut, bukan dasar untuk serta-merta mengafirkan setiap Muslim yang melakukan kekerasan. Pesan ini menegaskan bahwa ilmu agama seharusnya membimbing manusia untuk menjaga kehidupan dan menghindari permusuhan.
Menjaga Adab Belajar dan Persaudaraan dalam Masyarakat Indonesia
Dalam lingkungan pesantren, sekolah, dan perguruan tinggi di Indonesia, hadis ini mengajarkan pentingnya menghormati guru ketika menyampaikan ilmu. Santri, pelajar, dan mahasiswa hendaknya menyimak penjelasan dengan sungguh-sungguh, tidak berbicara sendiri, serta menghindari kegiatan yang mengganggu proses pembelajaran. Sikap tersebut membantu menciptakan suasana belajar yang tertib dan nyaman.
Adab mendengarkan juga relevan dalam kegiatan pengajian dan ceramah keagamaan. Tidak jarang perhatian jamaah teralihkan oleh percakapan, penggunaan telepon genggam, atau aktivitas lain. Padahal, menyimak dengan baik merupakan langkah awal untuk memahami pesan agama. Menghormati penceramah tidak berarti menerima semua penjelasan tanpa berpikir kritis, tetapi memberikan perhatian secara santun dan mengajukan pertanyaan pada waktu yang tepat.
Di tengah keberagaman masyarakat Indonesia, larangan saling membunuh dalam hadis ini mengingatkan pentingnya menjaga persaudaraan. Perbedaan pandangan keagamaan, pilihan organisasi, maupun kepentingan sosial tidak boleh menjadi alasan untuk melakukan kekerasan. Perselisihan seharusnya diselesaikan melalui dialog, musyawarah, dan cara-cara damai yang menghormati keselamatan manusia.
Hadis ini juga mengajarkan bahwa ilmu yang didengar harus tercermin dalam perilaku. Seseorang yang memahami ajaran agama semestinya semakin mampu menjaga ucapan, menghargai perbedaan, dan menghindari tindakan yang merugikan orang lain. Dengan demikian, keberhasilan menuntut ilmu tidak hanya terlihat dari banyaknya pengetahuan, tetapi juga dari akhlak dan sikapnya dalam kehidupan bermasyarakat.
Mendengarkan dengan Adab, Mengamalkan dengan Akhlak
Hadis ini menegaskan bahwa mendengarkan merupakan bagian penting dari proses menuntut ilmu. Sikap menghormati guru, memperhatikan penjelasan, dan mengamalkan pengetahuan perlu berjalan seiring dengan upaya menjaga persaudaraan.
Pesan Nabi ﷺ saat Haji Wada‘ mengingatkan bahwa ilmu agama tidak boleh berhenti pada pemahaman, tetapi harus diwujudkan dalam perilaku yang menjauhkan manusia dari kekerasan dan memperkuat kedamaian dalam kehidupan bersama.
17 total views, 17 views today

