Penelusuran dan takhrij Hadis Secara online melalui Software Mausu’ah al-Hadits Islamweb.net

Shafwatul Insani

19105030011@student.uin-suka.ac.id

UIN sunan Kalijaga Yogyakarta

 

 

Hadist merupakan salah satu sumber hukum dalam agama Islam. Ia merupakan tabyin atau penjelasan bagi ayat-ayat al-Quran yang masih bersifat global. Namun tidak semua hadits bisa dijadikan pijakan hukum, karena banyaknya hadits-hadist yang hadir disekililing kita diragukan kualitasnya. Untuk mengetahui kualitas sebuah hadist maka kita diharuskan untuk melakukan penelitian, langkah awal dalam melakukan  penelitian sebuah hadis adalah takhrij hadis. Menurut Prof. Dr. m. Syuhudi Ismail Takharij Hadis ini penting untuk dilakukan karena ada beberapa faktor yang melatar belakangi yaitu, karena hadis merupakan salah satu sumber hukum umat Islam, adanya pemalsuan terhadap hadist, penghimpunan Hadits yang terbilang lama, metode penyusunan hadits yang beragam serta banyak hadits-hadist yang ditulis tidak jelas kualitasnya. Namun untuk melakukan Takharij Hadis ini diperlukan banyak kitab-kitab hadits ulama klasik sebagai referensi utama sehingga membutuhkan waktu yang terbilang agak lama, karena terkadang kita kesulitan dalam mencari data serta kitab-kitab rujukan tersebut.

 

Dengan perkembangan teknologi yang semakin hari semakin pesat telah banyak memunculkan produk-produk baru dalam dunia digital. Salah satunya adalah hadirnya teknologi Compact Disk yang memuat berbagai kitab dan ilmu lainnya. Hal ini tentunya mempermudah kita dalam melakukan kajian terlebih dalam bidang kajian hadis. Mengingat kajian dalam bidang hadits lebih sulit dan permasalahannya yang lebih kompleks dibandingkan dengan bidang tafsir maka dalam bidang ini dibutuhkan banyak kitab-kitab referensi utama, kehadiran Compact disk ini bisa menjembatani kitab-kitab klasik yang tergolong langka dan mempermudah dalam pencarian referensi. Jika dahulu untuk meneliti  kualitas   sebuah hadis diperlukan jangka waktu yang lumayan lama bisa berhari-hari bahkan berbulan-bulan, namun dengan hadirnya software ini kita bisa menyelesaikannya hanya dalam hitungan menit saja.

 

Salah satu software untuk melakukan takhrij adalah Mausu’ah Al-Hadist. Software ini bisa kita gunakan baik secara online maupun offline dalam situs Islamweb.net. Dalam software Mausuah al-Hadits ini terdapat empat menu utama, yaitu: 1) al-Kitab, menu yang menampilkan kitab-kitab Hadits yang terdapat dalam software tersebut, kurang lebih berjumlah 1400 kitab yang disertakan dengan tahun terbit, nama pengarang dan jilidnya 2) Rawah Al-Hadist, menu ini berfungsi untuk mencari nama-nama perawi serta dipaparkan asal kota dari perawi tersebut, tahun wafat, tahun lahir serta ketsiqohan dan lain sebagainya. 3) al-Bahts al-Mutaqaddam Lil Hadist, kolom pencarian yang berfungsi untuk mencari tema yang akan dibahas, 4) al-Bahts al-Mutaqaddim Lil Rawah, yang berfungsi untuk mencari pembahasan yang lebih detail tentang informasi terhadap para perawi hadist, seperti dari segi pemikirannya ataupun sejarahnya.

 

Untuk melakukan takhrij Hadis di software Mausuah al-Hadis menjelaskan dari segi sanadnya, perawinya dan lafadznya. Cara penggunaannya, kita cukup membuka menu Mausu’ah di situs islamweb.net dan meng-klik menu Mausu’ah al hadis . Setelah itu kita masukkan hadis yang akan dicari dalam kolom pencarian. Maka software tersebut akan memberikan  kitab-kitab yang memuat hadis yang kita cari. Disana akan dipaparkan bebarapa kolom yang menjelaskan beberapa poin penting, seperti apa redaksi sanad tersebut di masing-masing kitab hadist, siapa sahabat yang meriwayatkannya. Software ini juga akan memberikan keterangan bahwa status hadits tersebut Mursal jika tidak ditemukan sahabat yang meriwayatkannya. Kemudian software ini juga  menyertakan nama kitab, pengarang dan tahun wafatnya.

 

Untuk mengetahui keadaan seorang rawi software ini mempunyai keunggulan yaitu memaparkan komentar para ulama al-Jarh Wa ta’dil. Selain itu software ini juga menjelaskan apakah seorang rawi itu  Sahabi, Tsiqah, Hasanul Hadits ataukah muttaham bilwadh’i (tertuduh memalsukan hadis. Dalam Menyimpulkan sebuah hadist apakah hadist itu berstatus shahih ataukah dhaif dan lain sebagainya, kita tentunya tidak bisa berpatokan hanya dengan satu kitab saja. Setelah mengetahui kualitas dari satu kitab, selanjutnya kita mencari tahu derajat sebuah hadis dari kitab yang lain yang sudah disediakan dalam software ini. Maka kita bisa mengetahui berapa lafadz-lafadz hadis yang sama dari kitab hadis beserta masing-masing sanadnya.

 

Sebagai contoh praktek dalam penggunaan software ini kita akan melakukan pencarian terhadap sanad Hadist “رش على قبر”. Ditemukan sekitar 18 kitab hadits yang memuat sanad tersebut. Selanjutkan kita akan melakukan penelusuran terhadap salah satu kitab dari 18 tersebut. Misal kita memilih kitab musnadnya Imam Syafi’i. Keterangan hadis رش على قبر melalui software Mausu’ah al-Hadist yang terapan dalam kitab Musnad Imam Syafi’i berstatuskan sangat lemah, karena ada salah seorang perawi dari hadits tersebut yang berstatus sangat lemah yaitu Ibrahim bin Abi Yahya. Namun ini hanya kesimpulan awal, karena mungkin saja suatu hadits رش على قبر lemah dari satu sanad tetapi kuat pada sanad yang lain atau sebaliknya. Maka dari itu dibutuhkan kitab-kitab lainnya agar kita bisa mengetahui kualitas sebuah hadist tidak dari satu kitab saja

 45,093 total views,  6 views today

Posted in Opini.