Berkiblat Parenting Rasulullah saw. dalam Menjaga Perasaan Anak

Cesilia Prawening

UIN Sunan Kalijaga

20204031014@student.uin-suka.ac.id

 

Segala sisi ucapan, tindakan, dan perintah Rasulullah saw selalu saja membawa makna dan tuntunan agung bagi para umatnya. Tak terkecuali cara rasulullah mencintai dan menyayangi anak-anak. Cinta dan kasih sayang menjadi hal yang sangat penting dalam membantu tumbuh kembang anak-anak, terutama anak usia dini.

 

Memberikan perlakuan atau pengasuhan lemah lembut, penuh kasih sayang, dan perhatian tentu membawa hasil yang berbeda dengan memberikan perlakuan kasar, cetus, dan kaku pada anak di masa pertumbuhannya. Saat anak mendapatkan pengasuhan positif, mereka akan tumbuh menjadi anak yang penuh keceriaan dan membanggakan. Namun akan menjadi kebalikan saat anak mendapatkan perlakuan negative dalam pengasuhannya.

 

Begini lah cara mencintai dan menyayangi sosok suri tauladan umat islam kepada anak-anak yang dapat orangtua lakukan dengan berkiblat kepada beliau.

 

Memberikan perhatian kepada anak.

Membangun interaksi antara orang tua dan anak menjadi hal penting dalam pola pengasuhan. tidak hanya menembangun interaksi secara emosional, namun juga interaksi fisik yang keduanya tidak ada hal yang mendominasi namun haruslah seimbang. Memahami keinginan dan kebutuhan anak menjadi salah satu bentuk perhatian yang dapat orang tua tunjukan. Hal ini seperti yang telah rasulullah saw. ajarkan. Seperti pada hadits yang diriwayatkan dari shahabiyah Ummu Khalid bintu Khalid radhiyallahu ‘anha,

 

“Didatangkan kepada Nabi saw. sebuah baju gamis kecil berwarna hijau. Lalu beliau bertanya, “Menurut kalian siapa yang (cocok) memakainya?” Para shahabat terdiam. Lalu beliau saw. berkata, “Datangkan kemari Ummu Kholid.” Lalu aku pun dibawa sambil digendong. Kemudian beliau mengambil gamis tersebut dengan tangannya dan memakaikannya. Beliau lalu berkata, “Mudah-mudahan bajunya awet.” Pada baju terdapat garis berwarna hijau atau kuning. Beliau saw. juga berkata, “Wahai Ummu Khalid, ini bagus.” (HR. Bukhari no. 5823)

 

Pada hadis tersebut tampak bahwa rasulullah, sebagai sosok orang tua yang mampu menunjukkan bentuk perhatian terhadap pakaian apa yang cocok untuk anak kenakan, mulai dari model, warna, dan motif, beliau mampu menjukkan perhatian dengan mendetail kepada seorang anak. Disisi lain, rasulullah menunjukkan kalimat pujian dengan menyanjung anak menggunakan bahasa yang mudah di pahami oleh anak-anak.

 

Berkasih Sayang dalam Segala Keadaan

Bermacam ekspresi akan orang tua lakukan saat mereka mendapati perilaku anak yang tidak sesuai dengan norma pada umumnya. Saat orang dewasa tengah melakukan ibadah, dan didapati anak kecil disekitarnya, orang tua pasti akan meminta anak-anak untuk duduk, tenang, dan tidak gaduh. tapi kenyataannya, anak selalu saja menunjukkan perilaku yang memang tidak sesuai dengan harapan orang tua. Begini lah cara rasul menyikapi tindakan yang anak lakukan tanpa menunjukkan sikap kaku dan kasar, justru rasul menunjukkan kasih sayang kepada anak saat tengah diganggu dalam melaksanakan ibadah. Seperti yang telah dilakukan Al-Hasan (cucu rasulullah saw.) melompat-lompat di atas punggung dan tengkuk beliau saat rasul sujud. Lalu Rasulullah saw. mengangkat kepalanya perlahan agar tidak mengejutkan cucunya.

Setelah rasul selesai shalat, para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, kami melihat sesuatu yang Engkau lakukan kepada Al-Hasan yang sebelumnya belum pernah kami lihat. Beliau saw., “Sesugguhnya dia adalah penyejuk hatiku di dunia. Sesungguhnya cucuku ini merupakan seorang pemimpin (negarawan, pen.). Aku berharap kepada Allah Ta’ala agar memperbaiki dua kubu kaum muslimin melaluinya.” (HR. Ahmad)

Rasul tidak menunjukkan sifat geram dan kasar setelahnya, justru rasul menggendong dan mendudukkan Al-Hasan di atas pundak beliau dan berdo’a, “Yaa Allah, sesungguhnya aku mencintainya, maka cintailah dia.”        HR. Bukhari dan HR. Muslim.

 

Dari hadits tersebut, dapat dimaknai bahwa rasul selalu menunjukkan kelembutan hatinya di berbagai situasi, meski beliau tengah melakukan ibadah khusyuk menghadap Allah Swt. Rasul tidak menunjukkan rasa kesalnya sama sekali saat mendapati anak yang beperilaku tidak sesuai. Rasul tetap menjaga perasaan anak-anak dalam berbagai situasi.

Dengan demikian, mengkiblat pola pengasuhan rasulullah saw. dalam menyayangi melalui sikap dan doa-doa kebaikan yang dapat orang tua tunjukkan.

 2,738 total views,  4 views today

Posted in Opini.