Rabi’ul Awal Ajang Peningkatan Iman kepada Baginda Rasulullah Saw

Rezi Muda Putra

UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

19105030003@student.uin-suka.ac.id

 

Peristiwa kelahiran Muhammad bukanlah suatu hal yang biasa. Kehidupan masyarakat Makkah yang penuh dengan kegelapan menjadi terang akan adanya cahaya kelahiran Muhammad. Namun sebelum kelahiran Muhammad mendatangkan banyak pertanda kepada seluruh penjuru negeri.

 

Pertanda besar yang terjadi sebelum kelahiran Muhammad diantaranya adalah padamnya api sesembahan majusi di kuil pemujaan Persia (Iran). Sudah seribu tahun lamanya api itu bergejolak, tiba saat sebelum kelahiran Muhammad api itu padam dengan sendiri. Usaha demi usaha dilakukan oleh orang majusi namun tidak ada hasilnya.

 

Tibalah saat kelahiran Muhammad  tepatnya pada tanggal 12 Rabiul Awal dikota Makkah. Muhammad lahir dari seorang ayah yang bernama Abdullah dan Ibunya siti Aminah. Saat kelahirannya kejadian yang luar biasapun terjadi. pada saat itu dikota Makkah. Abrahah sebagai pemimpin pasukan yang menunggangi gajah hendak menghancurkan ka’bah.

 

Abrahah merasa tidak senang dengan adanya ka’bah, banyak orang yang berkunjung ke ka’bah dan menjadikan sentral perekonomian yang bagus. Sedangkan yaman tempat asalnya abrahah juga ada kuil untuk sesembahan namun tidak seramai ka’bah. Itulah yang mendorong abrahah ingin menghancurkan ka’bah.

 

Namun atas izin allah, kawanan bergajah mengalami kekalahan setelah dihadang dan diserang oleh tawanan burung ababil yang membawa batu api dari neraka. Kisah ini Allah abadikan dalam Q.S Al- Fiil Ayat 1-5. Kehancuran abrahah dengan kawanannya Allah umpamakan seperti daun-daun yang dimakan ulat.

 

Selang kelahiran Muhammad, beliaupun ditrainning akhlaknya dan dibersihkan hatinya oleh allah melalui peristiwa pembelahan dada Muhammad Saw. Umur 40 tahun, turunlah ayat al-quran sebagai pertanda kenabian dan rasul.

 

Perjuangan kenabian sangatlah pahit dirasakan oleh baginda Muhammad Saw. Bagaimana tidak, allah mengutus beliau untuk merubah konstruksi masyarakat Makkah khusunya yang jauh dari kata lurus. Kehadiran utusan allah itu mendapat banyak tolakan, hinaan, celaan dan sampai tidak percaya dengan kenabian rasulullah Saw.

 

Perjalanan kehidupan rasulullah tidaklah semudah yang kita bayangkan, agama islam yang dibawa rasulullah tidak sepenuhnya mendapat respon yang baik dari masyarakat. Kejahiliahan yang masih taqlid buta membuat rasulullah banyak mendapatkan pertentangan.

 

Sampai akhirnya 23  tahun beliau menyebarkan agama islam dimasyarakat arab. 13 tahun lamanya beliau berdakwah ditanah kelahiran dan 10 tahun lamanya beliau berdakwah ditanah hijrahanya Madinatul Munawwarah.

 

Rasulullah memberikan banyak uswah hasanah kepada seluruh kalangan, kebijaksanaan dan kearifan sifat rasulullah menjadikan dia orang nomor satu didunia. Bukankah telah allah katakana “sungguh terdapat padi diri seorang rasul itu uswah hasanah atapun contoh yang baik….”

 

Prilaku dan kepribadian rasulullah sangatlah mulia yang harus diteladani. Momentum Rabi’ul Awal ini menjadikan kita lebih giat dan ingat betapa besarnya perjuangan rasulullah Saw dalam menegakkan agama islam.

 

Setidaknya dengan mengingat dan meneladani rasulullah dapat mendatangkan kecintaan allah kepada kita. Kehadiran bulan Rabi’ul Awal hendaknya dapat menambah iman dan cinta kepada baginda rasulullah Saw. Sehingga bukan hanya sekedar mengaku beriman kepada rasulullah, tapi kita barengi dengan mengamalkan sunnahnya,

 

Banyak amalan yang dapat kita lakukan untuk mewujudkan rasa cinta kepada rasulullah. Diantaranya amalan yang paling ringan adalah memperbanyak sholawat ketika mendengar nama beliau.

 

Semoga dengan datangnya bulan kelahiran orang yang paling mulia dapat meningkatkan mahabbah kepada Nabi Muhammad Saw dan dengan dengan mengingatnya mendatangkan rasa cinta kita kepada allah Swt dan rasulnya Muhammad saw.

 2,358 total views,  2 views today

Posted in Kajian.