Indah Sri Anggita
20204031021@student.uin-suka.ac.id
UIN Suka yogyakarta
Pendidikan Anak Usia dini pada dasarnya di mulai semenjak anak memasuki usia kandungan hingga lahir dari 0-6 tahun pada masa usia perkembangan nya, pendidikan ini di aktualisasikan oleh keluarga, lingkungan dan sekolah. berbagai macam rangsangan dan stimulus yang di terima anak guna membangun sikap dan ahklakul karimah yang di cintai
oleh para nabi dan Rasull Allah.
Substansi pendidikan hadis sejak dini sangat memberikan dampak yang sangat signifikan terhadap individu anak, seperti mengajarkan anak sopan santun kepada orang tua dan guru, menghargai orang yang lebih tua,saling tolong menolong antar sesama serta saling senyum dan tegur sapa.
Pendidikan ini merupakan bekal bagi anak ketika anak memasukia usia remaja hingga dewasa. Ilmu agama yang diterapkan menjadi kekuatan karakter individu yang dimiliki anak Terutama dalam menciptakan integritas yang tinggi dalam berinteraksi sesama umat manusia terutama di zaman sekarang.
Pada era globalisasi seperti sekarang ini tidak sedikit orang tua yang melalaikan dan kurang memperhatikan dalam perkembangan, banyaknya faktor pengaruh salah satunya yaitu media massa, perkembangan dalam bentuk sikap dan perilaku anak, kurang selektifnya orang tua dalam memilih pengguanaan media massa menjadi penyebab permasalahannya, kurangnya pengawasan ini membuat anak bebas melakukan melihat apa saja.
Tidak sedikit pula orang tua yang kebablasan dalam membatasi anak bermain gedget banyaknya pengaruh yang di timbulkan dimedia massa ini terutama dalam aplikasi gedget diantaranya mempertontonkan gerak, aksi dan tingkah laku yang jauh dari akidah islam.
Sehingga membuat anak mudah meniru gaya dan aksi-aksi tersebut. Substansi penerapan hadis di dalam konteks pendidikan, sudah banyak di aplikasikan oleh guru di sekolah baik itu TK Islam maupun swasta dan sekolah umum lainnya.
Substansi itu sendiri memiliki arti Tujuan yang ingin di capai sebagaimana halnya dalam pencapai tujuan pendidkan ahlak pada anak usia dini yang di harapkan oleh orang tua dan Pendidik.
Pendidikan hadis sudah banyak di terapkan baik itu dalam sentra kelas maupun dalam berinteraksi langsung antara guru dengan muridnya.
contohnya dalam lingkungan sekolah ketika jam makan anak di ajarkan membaca bissmillah, makan menggunakan tangan kanan, larangan makan sambil berdiri dan ketika merasa kenyang menyebut alahamduliah,dan saling
sebagaimana yang telah di sebut dari hadis riwayat Sayyidah Aisyah Radhiyallahu’anha ” apabila salah seorang diantara kalian makan, maka hendaknya ia mengucapkan Bismillah, jika ia lupa hendaknya ia mengucapkan ” bissmillahi awwalahu wa aakhirotu” (HR Tirmidzi).
Ketika makan hendaknya menggunakan tangan kanan dari Umar bin abi Salamah berkata ” waktu aku masih kecil dan berada di bawah asuhan Rasulullah shallahu’alaihi wa sallam, tanganku bersileweran di nampan saat makan.
Maka Rasulullah bersabda wahai gullam sebutlah nama allah makanlah dengan tangan kananmu dan makananlah makanan yang ada di hadapanmu”(HR.bukhari)
Larangan makan dan minum sambil berdiri dari Anas Radhiyallahu’anhu berkata “dari nabi sallallahu’alaihi wassalam. bahwasanya beliau melarang seseorang minum sambil berdiri.” ada juga hadis kedua dari rasullallah” janganlah sekali-kali salah seorang diantara kalian makan dan minum sambil berdiri, Apabila dia lupa hendaknya ia muntahkannya. “(HR imam muslim) .
Selain di sekolah Substansi Pendidikan hadis dalam lingkungan keluarga khusus orang tua juga menjadi landasan dan pengaruh besar dalam dalam bersosialisasi contohnya mengajarkan anak untuk saling tolong menolong, menanamkan sikap sabar, mengajarkan untuk saling menyayangi dan saling memberi, melarang anak dalam mengejek atau mencela, melarang anak marah atau bertengkar, dan menjaga kebersihan diri dan lingkungan
Sebagaimana yang di jelaskan” Allah akan selalu menolong orang selama orang itu menolong saudaranya” (HR Ahmad). Hadis tentang saling menyayangi ” barang siapa yang tidak menyayang maka dia tidak di sayang” (HR.Al Bukhari) hadis tentang saling memberi “Tangan di atas lebih baik tangan di bawah”(HR muslim).
Hadis larangan mencela “tidak masuk surga orang yang mencela” (HR Tirmizi). Hadis laranga marah ” jangan marah bagimu surga” (HR Thabrani). Hadia menjaga kebersihan ” bersih itu sebagian dari iman” (HR Muslim).
Dari penjelasan hadis di atas dapat disimpulkan bahwa, penerpan substansi hadis sejak dini khususnya dalam perkembangan tingkah laku anak, banyak memberikan mekanisme berfikir yang positif terhadap perilaku anak
Subtansi menunjang setiap tindakan dan tingkah laku pada anak. Dengan adanya kerjasama anara guru dan wali murid menjadikan subatansi tersebut dapat tercapai.
banyaknya akulturasi budaya dan kecanggihan Teknolgi informasi serta lingkungann tempat anak bermain menjadi pengawasan terpenting bagi orang tua dan guru untuk menjadikan anak insan yang tumbu dan berkembang sesuai dengan akidah akhlak dalam pedoman hadis.
4,499 total views, 4 views today

Sebagai sebuah ijthad dalam rangka mengembangkan kajian Studi Hadis di Indonesia dibentuklah sebuah perkumpulan yang dinamakan dengan Asosiasi Ilmu Hadis Indonesia (ASILHA). Sebagai sebuah perkumpulan ASILHA menghimpun beragam pemerhati hadis di Indonesia. Himpunan ini terdiri atas akademisi dan praktisi hadis di Indonesia dengan memiliki tujuan yang sama.

