Ata Amrulloh
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
19105030071@student.uin-suka.ac.id
Dalam agama Islam, terdapat dua sumber pokok yang menjadi pondasi utama dalam menjelaskan ajaran-ajaran Islam, yaitu al-Qur’an dan juga Hadist nabi. dimana hadits nabi menjadi penjelas dari ayat-ayat al-Qur’an yang masih samar dan umum. Al-Qur’an merupakan kalam Allah Swt, Sang Pencipta, yang diturunkan melalui perantara malaikat Jibril as untuk nabi Muhammad saw dan telah dijamin keasliannya hingga akhir zaman nanti, sehingga kehadiran kitab suci ini merupakan hal yang tidak dapat dipandang sebelah mata, karenanya kita dapat menuju tujuan utama penciptaan makhluk dan kebahagiaan dunia akhirat.
Al-Qur’an memiliki karya sastra yang sangat tinggi, karenanya dalam memahaminya tidak hanya cukup dibaca saja, melainkan harus ditelaah dengan seksama dengan melihat ilmu-ilmu al-Qur’an yang menjadi acuan dalam memahami al-Qur’an itu sendiri. Sebagai sumber ajaran utama dalam Islam, sudah seharusnya kita sebagai umat muslim untuk selalu berusaha mengkaji al-Qur’an dengan berbagai upaya. Hal tersebut bertujuan untuk mendapatkan ketepatan dalam memahami pesan yang dibawa oleh al-Qur’an, baik tersurat maupun tersirat dalam suatu ayat. Dimana perkembangan dalam kajian-kajian al-Qur’an berjalan satu lurus dengan perkembangan zaman ini.
Sampai saat ini, perkembangan kajian al-Qur’an selalu mengalami kemajuan, terlebih dalam hal pengembangan pembelajaran kajian yang tidak terbatas oleh tempat dan waktu. Berbeda dengan para pendahulu kita yang harus berjuang waktu dan tenaga dalam mencari ilmu yang diinginkan, mereka dituntut untuk berjalan dari satu daerah ke daerah yang lain, sehingga jika diukur dengan waktu, umur mereka telah diabdikan sepenuhnya untuk mencari ilmu.
Melihat zaman yang terus berkembang dengan segala kemajuannya seperti dalam bidang teknologi dan informatika, para kaum terpelajar terus berinovasi dalam hal pembelajaran keilmuan al-Qur’an dengan gaya yang mengikuti pada eranya yaitu era digitial. Mereka melihat bahwa semakin mudah suatu sistem pembelajaran akan berdampak lebih baik lagi terhadap sasaran objeknya, mengingat zaman yang sudah sangat maju dalam bidang digital, sehingga akan menjadi daya tarik sendiri bagi para pengguna internet.
Dalam penerapannya, sudah banyak produk kajian al-Qur’an yang muncul dalam bentuk digital, baik dalam bentuk e-book maupun software yang dikembangkan dari kalangan akademisi. Seperti Umma.id, Muslim Pro, al-Qur’an dan Tafsir, al-Qur’an al-Hadi, dan masih banyak lagi. Akan tetapi, pada tulisan ini saya ingin menjelaskan mengenai software yang sangat memudahkan dalam penggunaan dan pemahaman, yaitu Ayat – Al Quran.
Ayat – Al Quran adalah aplikasi untuk mempelajari dan memahami al-Qur’an. Aplikasi ini merupakan aplikasi yang dibuat oleh Universitan Raja Sa’ud atau biasa dikenal dengan King Saud University (KSU). aplikasi ini juga multi-platform yang bisa dijalankan pada sistem komputer seperti operasi sistem Windows, Mac, ataupun Linux. Dengan mendownloadnya, kita bisa menjalankan di komputer ataupun laptop pribadi tanpa harus terkoneksi dengan internet sekalipun. Selain dapat dijalankan pada sistem komputer seperti yang telah disebutkan, aplikasi ini juga dapat beroperasi dalam operasi android dimana semua kalangan sudah memilikinya.
Proyek KSU ini adalah membuat software al-Qur’an yang memuat tujuh bahasa al-Qur’an, footnote terjemah al-Qur’an yang dimuat dalam dua puluh bahasa dunia, enam kitab tafsir, tilawah al-Qur’an dari berbagai qari’ terkenal dan dapat diulang-ulang dengan tujuan mempermudah hafalan bagi anak-anak maupun para penghafal al-Qur’an.
Software Ayat Al Quran merupakan hasil dari kerjasama dari beberapa website al-Qur’an seperti King Fahd Complex for The Printing of the Holy Qur’an (penyedia gambar scan al-Qur’an sesuai dengan mushaf Madinah), Tanzil.net (penyedia teks ayat al-Qur’an), mosshaf.com (penyedia tafsir al-Qur’an), dan Verse by Verse Quran (Penyedia Audio al-Qur’an).
Adapun manfaat-manfaat yang dapat dinikmati bagi para pengguna software ini adalah antara lain, pertama, Dapat mendengarkan tilawah qur’an dari berbagai qari’ terkenal. Kedua, Tersedia sembilan kitab tafsir, meliputi Tafsir ath-Thabari, al-Qurtubi, al-Baghawi, as-Sa’di, Ibnu Katsir, al-Wasiith li Tanthowi, at-Tahrir wat Tanwir li ibn ‘Asyur, I’rab al-Qur’an li Qasim, Jalalain yang diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia, dan as-Sa’di yang diterjemahkan kedalam bahasa Rusia. Ketiga, Tafsir dalam bahasa Inggris karya al-Maududi (tafhimul qur’an). keempat, Tersedia dalam dua puluh bahasa dunia, termasuk bahasa Indonesia. Kelima, tersedia opsi pencarian untuk ayat dan terjemah al-Qur’an. Keenam, dapat mengakses kedalam mushaf tajwid.
Sudah menjadi hukum alam bahwa tidak ada yang sempurna di dunia ini seperti halnya software ini. , ternyata software ini memliki keterbasan sendiri. Dengan begitu banyaknya fitur yang disediakan oleh pihak aplikasi, ternyata semua keunggulan yang diberikan tidak dapat dinikmati kecuali dengan mengunduh seluruh file-file yang telah disediakan didalam aplikasi. Dan juga bahasa sistem yang digunakan hanya menggunakan dua bahasa, yaitu bahasa Arab dan juga Inggris. Jadi dibutuhkan kemahiran bahasa asing tiap individu untuk memprogram aplikasi ini.
Akan tetapi, terlepas dari kekurangannya, software Ayat Al Quran ini dapat digunakan sehari-hari guna menambah pemahaman lebih terhadap kitab suci al-Qur’an, Sang pedoman hidup. Mengingat perjuangan para pendahulu kita dalam mengambah luasnya samudra ilmu sehingga dapat kita rasakan hasil dari perjuangan nenek moyang kita yaitu ilmu pengetahuan. Sehingga kita dapat memahami tujuan penciptaan dari makhluk itu sendiri dan Ridho Allah Swt, Sang Pencipta.
3,469 total views, 6 views today

Sebagai sebuah ijthad dalam rangka mengembangkan kajian Studi Hadis di Indonesia dibentuklah sebuah perkumpulan yang dinamakan dengan Asosiasi Ilmu Hadis Indonesia (ASILHA). Sebagai sebuah perkumpulan ASILHA menghimpun beragam pemerhati hadis di Indonesia. Himpunan ini terdiri atas akademisi dan praktisi hadis di Indonesia dengan memiliki tujuan yang sama.

