Even If It’s Not True, It’s True: Polemik Penggunaan Hadis Dha‘if dalam Tradisi Sunni
Asosiasi Ilmu Hadis Indonesia (ASILHA) menyelenggarakan forum diskusi bertajuk “Even If It’s Not True, It’s True: Polemik Penggunaan Hadis Dha‘if dalam Tradisi Sunni” pada Rabu, 4 November 2026, melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini mengangkat pemikiran Jonathan A.C. Brown melalui artikelnya yang membahas persoalan penggunaan hadis dha‘if dalam tradisi keilmuan Sunni. Forum ini menjadi ruang akademik untuk mendiskusikan kembali bagaimana hadis yang tidak memenuhi kriteria kesahihan dipahami, diperlakukan, dan digunakan dalam praktik keagamaan umat Islam.
Diskusi diawali dengan pemaparan Anggi Radar Bintara, S.Ag. selaku pemantik yang menguraikan latar belakang penulisan artikel Jonathan A.C. Brown. Pemaparan tersebut memberikan gambaran mengenai persoalan akademik yang melatarbelakangi pembahasan, khususnya keberadaan hadis dha‘if dalam tradisi Sunni serta perdebatan mengenai penggunaannya. Melalui pengantar ini, peserta diajak memahami konteks historis dan keilmuan yang mendorong Brown mengangkat persoalan tersebut sebagai tema kajian.
Selanjutnya, Dr. Abdul Haris, M.Ag. selaku pembanding memberikan tanggapan dan pembahasan terhadap substansi artikel. Pembahasan diarahkan pada gagasan utama yang dikemukakan Brown, termasuk persoalan kedudukan hadis dha‘if dan dinamika penggunaannya dalam tradisi keilmuan Islam. Melalui perspektif keilmuan hadis, pembanding turut memberikan analisis kritis terhadap argumen yang dibangun dalam artikel sehingga peserta memperoleh sudut pandang yang lebih luas dalam memahami persoalan tersebut.
Kegiatan yang dipandu oleh Nur Laili Nabilah Nazahah Najiyah, M.Ag. selaku moderator ini berlangsung sebagai ruang pertukaran gagasan dan pengayaan wawasan di bidang studi hadis. Melalui forum tersebut, ASILHA berupaya mendorong tradisi diskusi akademik yang kritis terhadap literatur kajian hadis, termasuk karya-karya sarjana kontemporer. Diskusi ini diharapkan dapat memperluas pemahaman peserta mengenai kompleksitas penggunaan hadis dha‘if dalam tradisi Sunni sekaligus menumbuhkan sikap akademis yang terbuka, kritis, dan proporsional dalam mengkaji persoalan hadis.
5 total views, 5 views today

