JOMBANG — Di antara rangkaian Muktamar Turats Nabawi (MUTUN) dan Annual Meeting ASILHA 2026 di Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng, agenda Parallel Session telah selesai terlaksana pada 5–6 Oktober 2026. Sesi ini menjadi ruang bagi para pemakalah untuk mempresentasikan hasil penelitian sekaligus mendiskusikan berbagai perkembangan kajian hadis di hadapan akademisi, peneliti, dan peserta dari berbagai latar belakang.
Dalam rangkaian Parallel Session, sebanyak 88 makalah ilmiah yang telah melalui proses peer review dipresentasikan dalam sejumlah ruang diskusi. Makalah-makalah tersebut mengangkat beragam tema dalam studi hadis, baik yang berkaitan dengan kajian sanad dan matan, pemahaman serta interpretasi hadis, manuskrip dan turats, maupun perkembangan studi hadis dalam konteks sosial, budaya, dan perkembangan teknologi.
Pelaksanaan sesi paralel juga memperlihatkan luasnya spektrum kajian hadis yang berkembang di Indonesia. Tradisi keilmuan pesantren menjadi salah satu konteks penting dalam pembahasan, sekaligus berdialog dengan pendekatan akademik kontemporer. Pertemuan antara berbagai pendekatan tersebut membuka ruang pertukaran gagasan mengenai bagaimana studi hadis dapat terus berkembang tanpa kehilangan keterhubungannya dengan tradisi keilmuan Islam yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.
Selain menjadi forum presentasi, Parallel Session dimanfaatkan sebagai ruang diskusi akademik melalui tanggapan, pertanyaan, dan pertukaran perspektif antara pemakalah dan peserta. Interaksi tersebut memperkaya pembahasan setiap tema sekaligus memberikan masukan bagi pengembangan penelitian para pemakalah.
Rangkaian Parallel Session pada 5–6 Oktober menjadi bagian penting dari MUTUN–ASILHA 2026 dalam memperkuat ekosistem akademik studi hadis. Melalui forum ini, ASILHA dan Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng tidak hanya mempertemukan para pengkaji hadis, tetapi juga mendorong terbentuknya jejaring keilmuan dan kolaborasi penelitian untuk pengembangan studi hadis di masa mendatang.
29 total views, 4 views today

Sebagai sebuah ijthad dalam rangka mengembangkan kajian Studi Hadis di Indonesia dibentuklah sebuah perkumpulan yang dinamakan dengan Asosiasi Ilmu Hadis Indonesia (ASILHA). Sebagai sebuah perkumpulan ASILHA menghimpun beragam pemerhati hadis di Indonesia. Himpunan ini terdiri atas akademisi dan praktisi hadis di Indonesia dengan memiliki tujuan yang sama.

