Gus Kikin: Hidupkan Kembali Tradisi Hadratussyaikh Mengajarkan Hadis di Tengah Masyarakat

JOMBANG — Bagi Pengasuh Pesantren Tebuireng, KH. Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, tradisi keilmuan Hadratussyaikh KH. Muhammad Hasyim Asy’ari tidak hanya terlihat dari kajian yang berlangsung di pesantren. Hadratussyaikh juga dikenal aktif membawa kajian hadis ke tengah masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Gus Kikin dalam sambutannya pada pembukaan Muktamar Turats Nabawi (MUTUN) dan Annual Meeting ASILHA 2026 di Aula Lantai 3 Gedung Yusuf Hasyim, Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Senin (5/10/2026).

Gus Kikin menceritakan semangat Hadratussyaikh dalam menyebarkan ilmu kepada masyarakat. Beiau menyebut sejumlah majelis khataman kitab hadis yang digagas Hadratussyaikh di berbagai daerah, di antaranya Banyuwangi dan Ponorogo.

Menurut Gus Kikin, kegiatan tersebut dilakukan Hadratussyaikh setiap hari Selasa. Tradisi tersebut menjadi salah satu hal yang menurutnya perlu kembali dihidupkan oleh Ma’had Aly Hasyim Asy’ari.

Beliau berharap Ma’had Aly tidak hanya mengembangkan kajian hadis di lingkungan pesantren, tetapi juga kembali hadir di tengah masyarakat sebagaimana yang dilakukan Hadratussyaikh.

Gus Kikin juga mengingat pesan Hadratussyaikh mengenai pentingnya penguasaan hadis dalam kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, penguasaan terhadap hadis menjadi bekal penting karena dapat memberikan kekuatan dalam menyampaikan argumentasi.

“Beliau menyampaikan bahwa barangsiapa yang menguasai hadis maka akan kuat argumennya. Oleh karena itu di dalam bermasyarakat yang paling cocok adalah siapa yang menguasai hadis, baru kemudian mengajarkan ilmu-ilmu yang lain,” tegasnya.

Harapan tersebut disampaikan Gus Kikin dalam kegiatan MUTUN 2026 yang memang mengangkat pengembangan studi hadis di pesantren. Kegiatan yang diselenggarakan Ma’had Aly Hasyim Asy’ari bersama ASILHA tersebut mempertemukan tokoh keagamaan dan akademisi ilmu hadis dari Indonesia dan sejumlah negara lainnya.

Di akhir sambutannya, Gus Kikin berharap kegiatan MUTUN dapat terus dilanjutkan dan diperluas sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih banyak kalangan, khususnya pesantren dan masyarakat.

“Saya berharap kegiatan ini diperluas ke semua pondok pesantren, masyarakat, sehingga kedepannya umat Islam bisa tersambung, tidak hanya secara dzahir tapi batinnya juga tersambung,” harapnya.

Ia berharap pendekatan yang menggunakan ilmu hadis dapat menjadi salah satu jalan untuk menyambungkan umat Islam, khususnya masyarakat Muslim di Indonesia. (Asilha)

 56 total views,  56 views today

Posted in Berita.