21 Mei 2026, Salah satu dewan penasihat ASILHA, Prof. Dr. Hj. Marhumah, M.Pd., menjadi narasumber pada konferensi internasional bertajuk “Tolerance and Religious Harmony in the Perspective of Imam Bukhari.” Beliau hadir bersama Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Pada kesempatan tersebut, Prof. Marhumah membahas tentang “Imam Bukhari, Toleransi, Kepedulian Sosial, dan Cinta Tanah Air Indonesia.”
Prof. Marhumah menyampaikan bahwa Imam Al-Bukhari tidak hanya dikenal sebagai tokoh besar hadis, Al-Bukhari juga sumber nilai-nilai sosial Islam yang relevan bagi kehidupan masyarakat Indonesia. Melalui hadis-hadis dalam Shahih Bukhari, ajaran Islam tentang toleransi, kedamaian, dan kepedulian sosial dapat dipahami secara lebih kontekstual. Toleransi dalam Islam dipahami sebagai sikap teguh dalam keyakinan tanpa menghilangkan penghormatan terhadap sesama manusia. Hadis tentang Al-Hanifiyyah As-Samhah menegaskan bahwa agama yang dicintai Allah adalah agama yang lurus sekaligus penuh kelapangan dan sikap ramah dalam kehidupan sosial.
Selain itu, Shahih Bukhari juga memuat pesan kuat tentang kepedulian sosial dan tanggung jawab kemanusiaan. Hadis-hadis tentang larangan menzalimi, membantu sesama, serta kewajiban zakat menunjukkan bahwa agama tidak berhenti pada ibadah individual, tetapi harus melahirkan akhlak sosial yang nyata. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat gotong royong, filantropi, dan perlindungan terhadap kelompok rentan yang menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Karena itu, hadis-hadis Imam Al-Bukhari terus digunakan dalam pengajian, khutbah, pesantren, perguruan tinggi, hingga media digital sebagai rujukan moral dan sosial.
Kajian Shahih Bukhari di Indonesia juga berkembang dalam isu pendidikan, moderasi beragama, hingga gerakan perempuan Muslim. Dua hadis dalam Shahih Bukhari tentang hak perempuan dalam belajar dan hadir di ruang publik keagamaan menjadi dasar penting bagi penguatan peran perempuan dalam dakwah, pendidikan, dan aktivitas sosial. Dalam konteks Indonesia, organisasi seperti Aisyiyah, Muslimat NU, dan Kongres Ulama Perempuan Indonesia menunjukkan bagaimana nilai-nilai hadis dihidupkan melalui pendidikan, advokasi, pelayanan sosial, dan pengembangan keilmuan. Pada akhirnya, Shahih Bukhari memberikan pesan penting tentang toleransi, kepedulian sosial, dan cinta tanah air sebagai fondasi menjaga persatuan dan kedamaian bangsa Indonesia.
Sejalan dengan tema yang disampaikan dalam konferensi internasional tersebut, ASILHA saat ini juga tengah mengembangkan proyek syarah Shahih Bukhari dalam konteks keindonesiaan. Upaya ini diarahkan untuk menghadirkan pemahaman hadis yang tidak hanya kuat secara sanad dan keilmuan, namun relevan dengan realitas sosial, budaya, dan kebangsaan Indonesia. Melalui pengembangan syarah ini, ASILHA berupaya menjadikan Shahih Bukhari sebagai rujukan yang hidup dalam menjawab isu toleransi, moderasi beragama, kepedulian sosial, pendidikan, hingga penguatan nilai kebangsaan. Langkah ini sekaligus menunjukkan komitmen ASILHA dalam menghubungkan tradisi keilmuan hadis klasik dengan kebutuhan masyarakat Indonesia kontemporer secara akademis, kontekstual, dan berorientasi pada kemaslahatan bersama.
36 total views, 18 views today

Pengurus Harian dan Admin web ASILHA; Dosen Prodi Ilmu Hadis Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga.
Sila berkunjung ke blog pribadi https://blog.uin-suka.ac.id/fendi.utomo
Salam kenal dan sehat selalu..!! 🙂

